Representasi Kearifan Lokal Budaya Timur Tengah dalam Film “Aladdin (2019)” Produksi Walt Disney Pictures

Main Article Content

Nada Salsabila
Diah Ayu Candraningrum

Abstract

This research examines the representation of Middle Eastern culture local wisdom contained in the film "Aladdin 2019" produced by Walt Disney Pictures. This study aims to examine the cultural symbols of the Middle East. The research method used in this study is a qualitative method with Charles Sanders Peirce's semiotic analysis which divides the sign into three elements namely sign, object and interpretant. Semiotics is the science that discusses or examines the meaning of a sign. The results showed that Middle Eastern cultural symbols in the film "Aladdin 2019" were displayed through 10 scenes selected in the film. Cultural symbols of the Middle East are shown through the habits of the people kissing the right and left cheeks every time they meet relatives, riding camels to travel, livelihoods of people who trade, princess clothes Jasmine and Sultan, building architecture made of bricks and domes as decoration and art that displays traditional Middle Eastern musical instrument namely Gambus. Some interesting facts in the film one of which is the making of the city "Agrabah" as a shooting setting which is a fictitious city in England and property made of authentic jewelry.

 

Penelitian ini mengkaji mengenai representasi kearifan lokal budaya Timur Tengah yang terdapat dalam Film “Aladdin 2019” Produksi Walt Disney Pictures. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji simbol-simbol budaya Timur Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce yang membagi tanda menjadi tiga elemen yaitu tanda, objek dan interpretan. Semiotika adalah ilmu yang membahas atau mengkaji mengenai pemaknaan dari sebuah tanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol budaya Timur Tengah dalam Film “Aladdin 2019” ditampilkan melalui 10 scene yang dipilih dalam film tersebut. Simbol-simbol Budaya Timur Tengah ditunjukkan melalui kebiasaan masyarakat cium pipi kanan dan kiri setiap bertemu kerabat, menunggangi unta untuk bepergian, mata pencaharian masyarakat yang berdagang, pakaian putri Jasmine dan Sultan, arsitektur bangunan berasal dari batu bata dan kubah sebagai hiasan serta kesenian yang menampilkan alat musik tradisional Timur Tengah yaitu Gambus. Beberapa fakta menarik dalam film tersebut salah satunya adalah pembuatan kota “Agrabah” sebagai latar syuting yang merupakan kota fiktif di Inggris dan properti yang terbuat dari perhiasan asli.

Article Details

How to Cite
Salsabila, N., & Candraningrum, D. A. (2020). Representasi Kearifan Lokal Budaya Timur Tengah dalam Film “Aladdin (2019)” Produksi Walt Disney Pictures. Koneksi, 4(1), 7–13. https://doi.org/10.24912/kn.v4i1.6494
Section
Articles
Author Biographies

Nada Salsabila, Universitas Tarumanagara

Fakultas Ilmu Komunikasi

Diah Ayu Candraningrum, Universitas Tarumanagara

Fakultas Ilmu Komunikasi

References

Alfian, Magdalia. (2013). Potensi Kearifan Lokal Dalam Pembentukan Jati Diri dan Karakter Bangsa, Prociding The 5th International Conference on Indonesia Studies: Ethnicity and Globalization, Jakarta.

Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Danesi, Marcel. (2010). Pengantar Memahami Semiotika Media. Yogyakarta: Jalasutra

Fiske, John. (2012). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Junaidi, Alex., & Yustiana, Melia. (2019). Representasi Feminisme dalam Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (Analisis Semiotika Roland Barthes). Jurnal Koneksi. 3 (1). Diakses pada 15 Januari 2020 Pukul 19:27 WIB. Terarsip di https://journal.untar.ac.id/index.php/koneksi/article/view/6154/4214

Morissan. (2013). Teori Komunikasi: Individu Hingga Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Najib, Nur., & Tibek, Siti. (2014). Value and Culture in Aladdin Animated Film. International Journal of West Asian Studies, 6 (1), 63-76. Diakses pada 13 September 2019. Terarsip di: http://ejournal.ukm.my/ijwas/article/view/8723

Nikki, Anasthasia (2019, Mei 21). Fakta Menarik di Balik Live Action Film Aladdin Buatan Disney. Tenang, Ini Bukan Spoiler~ https://www.hipwee.com/list/beberapa-fakta-menarik-dari-aladdin-yang-ditunggu-sejak-27-tahun-perilisan-film-live-actionnya/ diakses pada 15 Januari 2020 pukul 08:48 WIB

Permana, C. K. (2010). Kearifan Lokal Masyarakat Baduy dalam Mengatasi Bencana. Jakarta: Wedatama Widia Sastra.

Pujileksono, Sugeng (2015) Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif. Malang : Intrans Publishing.

Ronaldy, Taufik. (2015). Representasi Umat Islam Dalam Film Barat. Skripsi. Diakses pada 13 September 2019 Pukul 01:10 WIB. Terarsip di: http://eprints.umm.ac.id/45656/

Solihat, Ade (2019, November 08) Wawancara Pribadi

Vera, Nawiroh. (2014) Semiotika Dalam Riset Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia

Wibowo, Indiawan Seto. (2013). Semiotika Komunikasi Aplikasi Bagi Penelitian dan Skripsi Komunikasi. Jakarta: Mitra Wacana Media

Widiana, Wila (2017, Oktober 23). Saree, Kain Warna-warni dari India https://bobo.grid.id/read/08678390/saree-kain-warna-warni-dari-india diakses pada 11 Januari 2020 pukul 15:40 WIB

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>