Representasi Kritik Sosial dalam Film Parasite (Analisis Semiotika Roland Barthes)

Vanessa Salim, Gregorius Genep Sukendro
| Abstract views: 765 | views: 838

Abstract

Social criticism is considered as a form of deep communication that aims or controls a social system. Parasite is a film that represents sharp social inequalities and contains social criticism about social problems that occur in South Korea. This study uses various theories, namely mass communication theory, film, semiotics, representation and social criticism. By using a descriptive qualitative approach with Roland Barthes' semiotic analysis technique which consists of denotation, connotation and myth, this study aims to determine the representation of social criticism in the film Parasite. The method used in this research is semiotic analysis method. In this study, it was found that the message conveyed by the director as a communicator in the film Parasite regarding social problems was packaged with a dark comedy genre film that included some social criticism in it. Social criticisms depicted in this film include criticism of poverty which is depicted through living and living with unemployment, criticism of crimes committed by lower-class families by falsifying documents, and uneven urban planning.

Kritik sosial dianggap sebagai bentuk komunikasi mendalam yang bertujuan atau mengendalikan suatu sistem sosial. Parasitemerupakan sebuah film yang merepresentasikan kesenjangan sosial yang tajam dan mengandung kritik sosial mengenai masalah sosial yang terjadi di Korea Selatan. Penelitian ini menggunakan berbagai teori yaitu teori komunikasi massa, film, semiotika, representasi dan kritik sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes yang terdiri dari denotasi, konotasi dan mitos penelitian ini memiliki tujuan untuk memiliki tujuan untuk mengetahui representasi kritik sosial dalam film Parasite. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pesan yang disampaikan oleh sutradara sebagai komunikator dalam film Parasite mengenai masalah sosial, dikemas dengan film bergenre komedi gelap yang menyelipkan beberapa kritik sosial didalamnya. Kritik sosial yang digambarkan pada film ini antara lain kritik terhadap kemiskinan yang digambarkan melalui tempat tinggal dan hidup dengan pengangguran, kritik terhadap kejahatan yang dilakukan oleh keluarga kelas bawah dengan memalsukan dokumen, dan pembangunan tata kota yang tidak merata.

Keywords

film; roland barthes; semiotics; social criticism

Full Text:

PDF

References

Glenkevin, M. J., Pradipta, A. D., & Suryawati, I. G. A. A. (2019). Analisis Isi Kekerasan Fisik dan Psikologis dalam Film Parasite Karya Bong Joon-Ho. ojs.unud.ac.id

Hamdani, A. (2016). Strategi Komunikasi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui film Erau Kota Raja dalam Promosi Pariwisata. eJournal Ilmu Komunikasi, 4(3), 320-332.

Moleong, Lexy. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Sobur, Alex. (2017). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Soekanto, Soerjono. (2010). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sukendro, G. (2012). Komunikasi Militer dalam Kepungan Pop Culture (Kajian Kritis Atas Media Massa). Karya Ilmiah Dosen, 1-20.

Vera, Nawiroh. (2015). Semiotika dalam Riset Komunikasi. Bogor : Penerbit Ghalia Indonesia.

Wibowo, Indiwan Seto. (2013). Semiotika Komunikasi Aplikasi bagi Penelitian dan Skripsi Komunikasi. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Copyright (c) 2021 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.