Adaptasi Budaya oleh Warga Negara Asing di Indonesia

Frans Carlos Yosephin, Septia Winduwati
| Abstract views: 187 | views: 105

Abstract

In communication, culture is one of the factors that influence the continuity of a relationship. The cultural background possessed by each individual is a considerable influence because there are various kinds of special characteristics of each region. The purpose of this study is to determine the cultural adaptations experienced by foreign citizens (WNA) who live in Indonesia. The theoretical concept used in this research is the theory of interpersonal communication, intercultural communication and foreign citizens (WNA). The research method used is a qualitative research method with in-depth interviews. The results of the analysis show that cultural adaptation is something that is experienced by all people who move to a new place. Cultural differences that occur are differences in language and differences in behavior. In the cultural process we must have a sense of wanting to learn and appreciate the differences that exist, each person needs time to adapt differently and language is an obstacle experienced when coming to a new place due to differences in the use of Indonesian and the language of the country of origin.

Di dalam komunikasi, budaya adalah salah satu faktor yang berpengaruh dalam kelangsungan suatu hubungan. Latar belakang budaya yang dimiliki setiap individu merupakan pengaruh yang cukup besar karena terdapat berbagai macam ciri khusus dari setiap daerah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adaptasi budaya yang dialami oleh Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Indonesia. Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi interpersonal, komunikasi antarbudaya dan Warga Negara Asing (WNA). Metode penelitian yang dipakai menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa adaptasi budaya adalah hal yang dialami semua orang yang berpindah ke tempat baru. Perbedaan budaya yang terjadi yaitu perbedaan bahasa dan perbedaan tingkah laku. Dalam proses budaya kita harus memiliki rasa ingin belajar dan menghargai perbedaan yang ada, setiap orang memerlukan waktu untuk beradaptasi yang berbeda-beda dan bahasa adalah kendala yang dialami ketika datang ke tempat baru karena terjadi perbedaan pemakaian bahasa Indonesia dengan bahasa negara asal.

Keywords

communication; culture; cultural adaptation

Full Text:

PDF

References

Astuti, M. T. (2017). PERSEPSI BUDAYA PEMANDU WISATA TERHADAP WISATAWAN KOREA SELATAN (Studi Deskriptif Kualitatif Persepsi Budaya Pemandu Wisata Terhadap Wisatawan Korea Selatan di Jogjakarta) (Doctoral dissertation, Universitas Mercu Buana Yogyakarta)

Gumilang, G. S. (2016). Metode penelitian kualitatif dalam bidang bimbingan dan konseling. Jurnal Fokus Konseling, 2(2)

Peranginangin, B. B., & Perbawaningsih, Y. (2017). Model Komunikasi Interpersonal Generasi Muda Suku Batak Karo di Yogyakarta Melalui Tradisi Ertutur. Jurnal ASPIKOM, 2(6), 425-436

Romli, K. (2017). Komunikasi massa. Gramedia Widiasarana.

Soemantri, N. P. (2019). ADAPTASI BUDAYA MAHASISWA ASAL INDONESIA DI AUSTRALIA. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 18(1), 46-56

Sudarmika, D. (2020). MEMAHAMI PERBEDAAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DI LINGKUNGAN TEMPAT KERJA. Jurnal Oratio Directa (Prodi Ilmu Komunikasi), 2(2).

Tamengge, A., Mingkid, E., & Tangkudung, J. P. M. (2019). POLA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA ANTARA SUKU BAJO DAN SUKU MINAHASA DI DESA ARAKAN. ACTA DIURNA KOMUNIKASI, 8(2)

Utami, L. S. S. (2016). Teori-Teori Adaptasi Antar Budaya. Jurnal Komunikasi, 7(2), 180-197.

Copyright (c) 2021 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.