Representasi Kekerasan Non Fisik Pada Film Joker (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure)

William William, Septia Winduwati
| Abstract views: 97 | views: 121

Abstract

The Joker film is a film with the psychology genre by director Todd Phillips which is produced by the Warner Bros. studio with Joaquin Phoenix as the main character. The story of this film tends to be dark and dark and is considered to also affect one's psychology. Most of the communication and information obtained by the public comes from the mass media. Mass media is a form of media or means of communication used to disseminate information or news to the public or the public. The method used by the researcher is qualitative using the research method with semiotic analysis of Ferdinand De Saussure which analyzes the existing signs with documentation techniques carried out by the researcher. This study focuses on the process carried out to prove the existence of representations of non-physical violence in the Joker film. The researcher aims to show that there is an element of non-physical violence representation through the selection of scenes, text and images. The results of this study can be concluded that violence can be done non-physically, such as slander, abuse, and made jokes for those around him. 

Film Joker merupakan film dengan genre psikologi karya sutradara Todd Phillips yang diproduksi studio Warner Bros dengan Joaquin Phoenix sebagai pemeran utama. Kisah dari film ini cenderung kelam dan gelap serta dinilai juga bisa mempengaruhi psikologi seseorang. Komunikasi dan informasi yang diperoleh masyarakat sebagian besar berasal dari media massa. Media massa merupakan salah satu bentuk media atau sarana komunikasi yang digunakan untuk menyebarluaskan informasi atau berita kepada publik atau masyarakat. Metode yang digunakan oleh peneliti merupakan metode kualitatif dengan melakukan analisis semiotika Ferdinand De Saussure, yang menganalisa tanda-tanda yang ada dengan teknik dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini berfokus pada proses yang dilakukan untuk membuktikan adanya representasi kekerasan non-fisik pada film Joker. Peneliti bertujuan menunjukkan adanya unsur representasi kekerasan non-fisik melalui pemilihan scene-scene, teks dan gambar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan bisa dilakukan secara non-fisik seperti difitnah, dimaki, dijadikan bahan tertawaan bagi orang di sekitarnya. Individu yang lemah kemudian mempertahankan dirinya sendiri dalam keinginan untuk melukai atau mengikuti orang. Ini membuat individu menjadi tertekan, dan depresi. Tindakan perundungan atau bullying dalam bentuk kekerasan non-fisik dapat menyebakan permasalahan serius yang seharusnya lebih diperhatikan masyarakat seperti depresi, anti sosial, kecemasan, dan lainnya.

Keywords

Joker Movies; Mass Media; Non-Physical Violence; Semiotics

Full Text:

PDF

References

Asri, R, (2020). Membaca Film Sebagai Sebuah Teks: Analisis Isi Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)”. Jurnal Al Azhar Vol. 1, No.2, Agustus 2020.

Cangara, Hafied. (2010). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.

CNN Indonesia. (2019). Sinopsis Joker kisah pilu di balik kebengisan musuh Batman available at https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20191001111403-220-4350/sinopsis-joker-kisah-pilu-di-balik-kebengisan-musuh-batman (accessed 26 Oktober 2020).

Marcel Danesi (2010). Pengantar Memahami Semiotika Media, Yogyakarta: Jalasutra, 2010, Hlm. 3-4.

Mukhtar. (2013). Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta: GP Press Group.

Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.

Copyright (c) 2021 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.