Aktivitas Komunikasi Interpersonal Barista dalam Mempertahankan Citra Starbucks Chinatown

Ivan Setiawan, Septia Winduwati
| Abstract views: 163 | views: 159

Abstract

Thisthesis.aims to find out how baristas communicate to consumers in order to maintainthe company's.image. The.theory used is.the theory of interpersonal communication, interpersonal communication in business. This research.uses qualitative approach and uses the case.study methods. The subject.of this.research was Barista who was placed in Starbucks Chinatown. Researchers get information about what is needed by conducting online interviews with informants. The results showed that Barista applied all aspects of attitude related to the purpose of interpersonal communication in business, namely conveying information, sharing experiences, feeling sympathy, collaborating, overcoming complaints from customers, and also motivating or supporting consumers. Conveying information done by Barista often occurs between Barista and consumers at the POS (cash register). Sharing experiences occurs two-way communication between baristas and consumers. Barista also keeps in a relationship and cooperates outside working hours. Barista is professional in dealing with resentment or disappointment of consumers.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara barista berkomunikasi kepada konsumen.demi mempertahankan citra perusahaan. Teori yang dipakai adalah teori komunikasi antarpribadi, komunikasi interpersonal dalam bisnis. Dalam penelitian.ini, peneliti.melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan.kualitatif dan menggunakan metode studi kasus. Subyek penelitian ini yaitu barista di Starbucks Chinatown. Peneliti mendapatkan informasi tentang apa yang dibutuhkan dengan melakukan wawancara secara online dengan para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa barista menerapkan semua aspek sikap yang berhubungan dengan tujuan komunikasi interpersonal dalam bisnis, yaitu.menyampaikan.informasi, berbagi pengalaman, rasa simpati, melakukan.kerja sama, mengatasi keluhan dari pelanggan, dan juga memotivasi atau mendukung konsumen.Penyampaian informasi sering terjadi antara barista dan konsumen di POS (mesin kasir). Terjadi komunikasi dua arah antara barista dan konsumen. Barista juga tetap menjalin hubungan dan melakukan kerjasama.di luar jam kerja. Barista juga professional ketika  menghadapi kekesalan atau kekecewaan konsumen.

Keywords

interpersonal communication; corporate image; barista; starbucks

Full Text:

PDF

References

Ardianto, Elvinaro. (2014). Hand Book of Public Relations:Pengantar Komprehensif. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.

DeVito, Joseph A. (2013). The Interpersonal Communication Book (ed. 13). United States: Pearson Education

Herdiansyah, Haris. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatis Untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta Selatan: Salemba Humanika.

Mulyana, Deddy. 2012. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Moleong, Lexy J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Ngalimun. 2016. Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta : Pustaka Belajar

Pearson, Judy C. 2011. Human Communication. New York : Aptara

+ Bisnis yang Laku Setiap Hari di Pasaran dan Bisa Dikerjakan Siapa Saja. Maret 10, 2020. https://www.maxmanroe.com/bisnis-yang-laku-setiap-hari.html

Starbucks Coffe. About Us. Februari 26. 2020. http://www.starbucks.co.id/about-us

Sugiyono. 2010. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta

Ambar. (2017). Maret 8, 2020. Komunikasi Interpersonal – Pengertian, Elemen, Sifat dan Prinsip.

http://pakarkomunikasi.com/komunikasi-interpersonal

Copyright (c) 2020 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.