Detox Instagram Pada Self-Esteem Pengguna

Lisa Harsono, Septia Winduwati
| Abstract views: 568 | views: 1160

Abstract

Instagram is a platform that presents the self-image of someone. When users find out that using Instagram was toxic to their self-esteem, they decided to detox instagram by stopping using Instagram. This research’s purpose is to know the self-esteem’s user when doing detox Instagram. This research is based on self-concept theory, self-esteem theory, social media theory, Instagram theory, and the detox instagram phenomenon theory. This research is using a qualitative approach with a study case method for college students that stop using Instagram. Collecting data is done by deep interviews. The result in this research shows that when informants doing detox instagram, they appreciate themself, focus on upgrading their potential, and stop comparing their life to each other.

 

Instagram merupakan platform yang menyajikan citra diri individu. Ketika penggunanya merasakan penggunaan Instagram menjadi toxic bagi self-esteem, maka pengguna memutuskan untuk melakukan deleting toxic (detox) Instagram dengan cara berhenti bermain Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self-esteem pengguna ketika melakukan detox Instagram. Penelitian ini berlandaskan pada konsep diri, self-esteem, media sosial, Instagram dan fenomena detox Instagram. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada mahasiswa yang berhenti bermain Instagram. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketika informan melakukan detox Instagram, para informan merasa lebih menghargai diri sendiri, fokus kepada potensi yang dimilikinya, dan berhenti membanding-bandingkan diri dengan sesamanya.

Keywords

Instagram; Detox; Self Esteem

Full Text:

PDF

References

Nasrullah, Rulli. M.Si., Dr. (2015). Media Sosial : Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi. Jakarta : Simbiosa Rekatama Media.

Semiawan, Prof. Dr. Conny R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Grasindo.

Killing, Beatriks Novianti & Kiling, Indra Yohanes (2015). Tinjauan Konsep Diri dan Dimensinya Pada Anak Dalam Masa Kanak-Kanak Akhir. Jurnal Psikologi Pendidikan & Konseling, 1 (2), 116-124.

Kwan, Predik & Hardianto, Willy Tri & Setiawan, Dody (2013). Upaya Pemerintah Desa Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pada Masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2 (2).

Putra, Albertus Adi & Santosa, Adi & Nilasari, Poppy Firtawentyna. (2019). Kajian Perbandingan Kenyamanan Ruang Desain Interior Kafe yang Instagramable di Surabaya (Studi Kasus: Carpentier Kitchen dan Threelogy Coffee). Jurnal Intra, 7 (2), 933-941.

Aini, Dian Fitri Nur. (2018). Self Esteem Pada Anak Usia Sekolah Dasar untuk Pencegahan Kasus Bullying. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan SD, 6 (1), 36-40. http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jp2sd/article/view/5901/5442

Anna, Lusia Kus (2017, Juli 14). Instagram, Media Sosial Paling Buruk Bagi Kesehatan Mental. Kompas database. https://lifestyle.kompas.com/read/2017/07/14/073913720/instagram-media-sosial-paling-buruk-bagi-kesehatan-mental?page=all

Brown, Jessica. (2018, Januari 16). Apa saja Bukti Pengaruh Media Sosial Kehidupan Anda. BBC Indonesia database. https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-42679432

Pratiwi, Wahyuni Eka (2015). Pengaruh Budaya Jawa dan Harga Diri Terhadap Asertivitas Pada Remaja Siswa Kelas XDI SMA Negeri 3 Ponorogo. Jurnal Psikologi, 3 (1), 348-357.http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2015/02/JURNAL%20YUNI%20(02-18-15-05-23-25).pdf

Putri, Virginia Maulita (2019, Febuari 1). Instagram Stories Punya 500 Juta Pengguna Aktif per Hari. Detik.com database. https://inet.detik.com/cyberlife/d-4410328/instagram-stories-punya-500-juta-pengguna-aktif-per-hari

Wiyanti, Widiya. (2019, Juni 20). Demi Kesehatan Mental, Selena Gomez Hapus Instagram dari ponselnya. Detikcom Database. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4593121/demi-kesehatan-mental-selena-gomez-hapus-instagram-dari-ponselnya

Copyright (c) 2020 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.