Digital Self Representation Food Blogger (Studi Kasus pada Akun Instagram @Eatandtreats)

Queennie Millendian, Wulan Purnama Sari
| Abstract views: 44 | views: 33

Abstract

In this digital era, social media has become part of people's daily lives. One of the social media applications that are widely used by Indonesia society is Instagram. Users can upload photos or videos creatively, using the features already available from Instagram. In addition, users can also add explanations that has gone through the selection process. There are many food bloggers in Indonesia, so this study was conducted with the aim of discussing the importance of implementing digital self representation. One of the benefits is that a person can show their characteristics that are different from others. The approach used in this research is a qualitative, with a case study method. Subject of this research is a food blogger named Hans Danial. Meanwhile, the object of this research is digital self representation activity carried out by Hans Danial on his Instagram account @eatandtreats. Data collection techniques were interviews, documentation studies, and observations on @eatandtreats Instagram account. The results showed that Hans Danial did not know for sure some digital self representation strategies, but he mostly used self-promotion. All uploads on @eatandtreats account have aesthetic characteristics with warmed tone theme. He always appears as he is and reflect the real life he lives.

Pada era digital ini, media sosial telah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari manusia. Salah satu aplikasi media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah Instagram. Pengguna dapat mengunggah foto atau video secara kreatif, dengan menggunakan fitur yang telah tersedia dari Instagram. Selain itu, dapat juga menambahkan penjelasan yang telah melalui proses seleksi. Banyak sekali food blogger yang bermunculan di Indonesia, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membahas tentang pentingnya penerapan digital self representation. Salah satu manfaatnya adalah seseorang dapat menunjukkan ciri khas diri yang berbeda dari orang lain. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus. Subjek dari penelitian ini adalah seorang food blogger bernama Hans Danial. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kegiatan digital self representation yang dilakukan Hans Danial pada akun Instagramnya @eatandtreats. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, studi dokumentasi, dan observasi pada akun Instagram @eatandtreats. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hans Danial tidak mengetahui secara pasti beberapa strategi digital self representation, namun dirinya paling banyak menggunakan strategi self promotion. Seluruh unggahan pada akun @eatandtreats memiliki ciri khas aesthetic dengan tema warmed tone (hangat). Dirinya selalu tampil apa adanya dan seluruh unggahan mencerminkan kehidupan nyata sehari-hari yang dijalani.

Keywords

digital self representation; Instagram; social media

Full Text:

PDF

References

Anofrina, H. (2019). Analisis Semiotika Representasi Persahabatan Dalam Film “Hugo.” 3(1), 1–15. https://media.neliti.com/media/publications/31145-ID-analisis-semiotika-representasi-persahabatan-dalam-film-hugo.pdf

Fhebrianty, N., & Oktavianti, R. (2019). Representasi Identitas Androgini di Media Sosial. Koneksi, 3(1), 274. https://doi.org/10.24912/kn.v3i1.6227

InfoPBUN, & Supra, T. (2020, June 30). 5 Tips Menjadi Selebgram Pemula. Kumparan.Com. https://kumparan.com/infopbun/5-tips-menjadi-selebgram-pemula-1tiImrGXEQ5

Laura, M. (2021). Strategi Presentasi Diri Influencer Jerome Polin Pada Youtube Nihongo Mantappu [Multimedia Nusantara]. https://kc.umn.ac.id/16352/

Mursid, F., & Maharani, E. (2021, June 23). Kominfo: Pengguna Internet Indonesia Terbesar Ke-4 di Dunia. Republika.Co.Id. https://www.republika.co.id/berita/qv56gb335/kominfo-pengguna-internet-indonesia-terbesar-ke4-di-dunia

Novianti, A., & Elia, S. (2017, September 7). Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Food Blogger dan Foodies. Kumparan.Com. https://kumparan.com/kumparanstyle/mirip-tapi-tak-sama-ini-perbedaan-food-blogger-dan-foodies/3

Nurholis, M. H. (2019). Pengantar Sosiologi Sastra. Pustaka Setia Bandung, 1(2), 344. https://eprints.uny.ac.id/9785/3/Bab 3 - 05101241004.pdf

Rukajat, A. (2018). Pendekatan Penelitian Kualitatif (Qualitative Research Approach) (1st ed.). Deepublish, CV Budi Utama. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=qy1qDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA21&dq=penelitian+kualitatif+menurut+sugiyono&ots=88zpzvI0NO&sig=cPBaVazUdVo1nqPgs0nvLCagZ8A&redir_esc=y#v=onepage&q=penelitian kualitatif menurut sugiyono&f=false

Stephanie, C., & Nistanto, R. k. (2021, February 23). Berapa Lama Orang Indonesia Akses Internet dan Medsos Setiap Hari? Kompas.Com. https://tekno.kompas.com/read/2021/02/23/11320087/berapa-lama-orang-indonesia-akses-internet-dan-medsos-setiap-hari-?page=all

Tan, C., & Sari, W. P. (2020). Self- Representation di Era Digital (Analisis Semiotika Acara TV Black Mirror Episode Nosedive). Koneksi, 3(2), 384. https://doi.org/10.24912/kn.v3i2.6402

Copyright (c) 2022 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.