Analisis Framing Detik.com dan Kompas.com Terhadap Pemberitaan Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia

Nishya Gavrila, Farid Rusdi
| Abstract views: 280 | views: 508

Abstract

On July 29, 2019, Jakarta's air quality was ranked first on the AirVisual.com website with the worst air quality statement in the world. According to AirVisual.com, Jakarta's Air Quality Index (AQI) stands at 188, which means the air quality in Jakarta is not healthy. On the same date, Detik.com and Kompas.com reported on the poor quality of Jakarta's air. The reason the author chose the latter is because based on the Alexa.com site, both news portals have the highest number of visitor readers in Indonesia. This study aims to determine and analyze Detik.com and Kompas.com in framing unhealthy air quality in Jakarta. The approach in this study uses a constructivist paradigm. by using Robert N. Entman's framing model that defines problems, diagnoses causes, makes moral judgment and recommendation treatment. From the results of this study, Detik.com further explained the response of Anies Baswedan regarding poor air quality in Jakarta, while on Kompas.com that poor air quality in Jakarta was a challenge for the government and the government could be convicted if it continued.

 

Pada tanggal 29 Juli 2019, kualitas udara Jakarta menempati peringkat pertama di situs AirVisual.com dengan pernyataan kualitas udara terburuk di dunia. Menurut AirVisual.com, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada pada angka angka 188, yang artinya kualitas udara di Jakarta tidak sehat. Pada tanggal yang sama Detik.com dan Kompas.com memberitakan tentang buruknya kualitas udara Jakarta. Alasan penulis memilih kedua tersebut karena berdasarkan situs Alexa.com, kedua portal berita tersebut memiliki jumlah pengunjung pembaca terbanyak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Detik.com dan Kompas.com dalam membingkai kualitas udara di Jakarta yang tidak sehat.Pendekatan dalam penelitian ini memakai paradigma konstruktivis, dengan menggunakan framing model Robert N. Entman yakni define problems, diagnose cause, make moral judgement dan treatment recommendation. Dari hasil penelitian ini, Detik.com lebih menjelaskan tanggapan dari Anies Baswedan terkait buruknya kualitas udara Jakarta, sementara pada Kompas.com bahwa buruknya kualitas udara di Jakarta merupakan tantangan pemerintah dan pemerintah bisa dipidana jika terus dibiarkan.

Keywords

detik.com; framing; jakarta's worst air quality in the world; kompas.com; news; kualitas udara jakarta terburuk di dunia; pemberitaan

Full Text:

PDF

References

Eriyanto. (2011). Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LkiS

Eva. (2019, Juli 29). Data AirVisual Senin Pagi: Udara Jakarta Terburuk di Dunia. Diakses pada September 10, 2019, dari news.detik.com: https://news.detik.com/berita/d-4643051/data-airvisual-senin-pagi-udara-jakarta-terburuk-di-dunia

Gunawan, Imam. (2014). Metode Penelitian Kualitatif:Teori dan Praktik. Jakarta:Bumi Aksara.

Kusumadewi, Etika Widya. (2016). Analisis Framing Pemberitaan Kisruh Partai Golkar Pasca Keputusan Menhukam Dalam Program Dialog Primetime News Metro TV Dan Kabar Petang TVOne. Diakses pada 9 September, 2019 dari Journal.Komunikasi, https://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/article/viewFile/68/152

Prastya, Narayana Mahendra. (2016). Kendala Struktural dan Kultural Praktek Keterbukaan Informasi Publik di Badan Non-Pemerintah: Studi Kasus PSSI. Diakses pada 9 September, 2019 dari Journal.Komunikasi, https://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/170/829

Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung:PT Alfabet.

Thirafi, Hatif. (2019, Agustus 01). Data BMKG Menjelaskan Penurunan Kualitas Udara di Jakarta Biasa Terjadi Saat Musim Kemarau. Diakses pada September, 0, 2019, dari bmkg.go.id: https://www.bmkg.go.id/press-release/?p=data-bmkg-menjelaskan-penurunan-kualitas-udara-di-jakarta-biasa-terjadi-saat-musim-kemarau&tag=press-release〈=ID

https://kbbi.web.id/polusi

Copyright (c) 2020 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.