Konstruksi Konsep Diri Sepasang Remaja dalam Film Dua Garis Biru

Rahayu Kurnia Kinasih, Farid Rusdi
| Abstract views: 319 | views: 587

Abstract

Movie is one of the most important mass media in describing a social reality that aired on cinema, and then the message of the story content of a movie can be well received by the audience. The development of youth-themed movies is increasingly diverse in building an interesting story. One of them is Dua Garis Biru, a movie depicting a pair of teenagers who have intercourse outside the marriage. Through the movie, researchers are very interested in conducting research as the main focus on the concept of teenage children. Therefore, the authors use psychological theories to support the results of the authors' research, and use the research methods of analysis of discourse expressed by Teun A. Van Dijk. The results of the research found were the perpetrators of premarital sex in the Dua Garis Biru movie are constructed as a teenager representing the reality of premarital sex teenagers to still be able to form a positive self-concept. The development of the children's concepts can be assisted by how the family, especially the role of parents in establishing good communication, as well as providing education about the health of sexuality and reproduction to children.

 

Film merupakan salah satu media massa yang paling berperan dalam menggambarkan suatu realitas sosial yang ditayangkan di layar bioskop, kemudian pesan dari isi cerita sebuah film dapat diterima dengan baik oleh penonton. Perkembangan film yang bertemakan remaja, semakin beragam dalam membangun suatu cerita yang menarik. Salah satunya adalah film Dua Garis Biru yang menggambarkan sepasang remaja yang melakukan hubungan badan di luar pernikahan. Melalui film tersebut, peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian sebagai fokus utamanya tentang konsep diri anak remaja. Oleh karena itu, penulis menggunakan teori-teori psikologi untuk mendukung hasil penelitian penulis, dan menggunakan metode penelitian analisis wacana yang dikemukakan oleh Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian yang ditemukan ialah pelaku remaja seks pranikah dalam film Dua Garis Biru dikonstruksikan sebagai remaja yang mewakili realitas remaja seks pranikah untuk tetap bisa membentuk konsep diri positif. Perkembangan konsep diri anak dapat dibantu melalui bagaimana keluarga, terutama peran orangtua dalam membangun komunikasi yang baik, serta memberikan edukasi tentang kesehatan seksualitas dan reproduksi kepada anak.

Keywords

discourse analysis; self concept; teen movies; analisis wacana; film remaja; konsep diri

Full Text:

PDF

References

Harapan, E., & Ahmad, S. (2016). Komunikasi Antarpribadi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Kementerian Kesehatan RI. (2108). Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Diunggah 19 Agustus (2019) dari Kementerian Kesehatan Online: file:///C:/Users/USER/Downloads/infodatin%20reproduksi%20remaja-ed.pdf

Louisa, Riris., & Setyanto, Yugih. (2014). Penyingkapan Diri Melalui Internet di Kalangan Remaja (Studi Komunikasi Antar Pribadi. Jurnal Komunikasi, vol 6, no 3, hal: 32

Romli, Khomsahrial. (2016). Komunikasi Massa. Jakarta: PT Grasindo.

Saam, Zulfan., & Wahyuni, Sri. (2014). Psikologi Keperawatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sobur, A. (2009). Analisis Teks Media : Suatu Pengantar Analisis Wacana, Analisis Semiotik dan Analisis Framing. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sokowati, Endah Muria. (2018). Wacana Perbedaan Gender Dalam Artikel Pendidikan Seks Remaja (Analisis Wacana Kritis Artikel Seksualitas Majalah Hai Edisi 1995-2004). Jurnal Komunikasi, vol 10, no 1, hal: 49-50.

Copyright (c) 2020 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.