Adaptasi Kultural Pendatang India terhadap Kebudayaan Baru di Jakarta

Devita Novelia, Wulan Purnama Sari
| Abstract views: 193 | views: 151

Abstract

Culture plays an important role in oneself, when one moves and settles into a new environment, they must adapt to the new environment and culture. The interaction between Indian migrants and the residents of Jakarta creates anxiety and uncertainty for Indian migrants. This study describes the process of cultural adaptation as well as the efforts made by Indian migrants in managing the feeling of anxiety and uncertainty in cross – cultural  communication, using Gudykunts' theory of anxiety / uncertainty management. The approach used is qualitative with phenomenological methods and data collection techniques by interviews and observations. The anxiety faced by migrants is due to differences in attitudes and behavior of Jakarta residents compared to Indians in general, while the uncertainty that arises is due to the inability of newcomers to predict the behavior and circumstances that will occur. Indian immigrants try to adjust themselves in order to create effective communication with the residents of Jakarta, because according to migrants adapting to the Jakarta environment is easier than adapting to the behavior and attitudes of the Jakarta residents themselves.

Budaya memainkan peran penting dalam diri individu, sehingga ketika individu tinggal dan menetap di lingkungan baru, individu harus melakukan adaptasi terhadap lingkungan dan budaya barunya. Interaksi antara pendatang India dengan penduduk Jakarta menimbulkan kecemasan (anxiety) dan ketidakpastian (uncertainty) dalam diri pendatang. Penelitian ini mendeskripsikan proses adaptasi budaya serta upaya yang dilakukan pendatang India dalam pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian dalam komunikasi antarbudaya, dengan menggunakan teori anxiety/uncertainty management dari Gudykunts. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan obeservasi. Kecemasan yang dihadapi pendatang adalah karena adanya perbedaan sikap dan perilaku penduduk Jakarta dibandingkan orang India pada umumnya, sedangkan ketidakpastian yang muncul dikarenakan ketidakmampuan pendatang dalam memprediksi perilaku maupun keadaan yang akan terjadi. Pendatang India berupaya menyesuaikan diri guna menciptakan komunikasi yang efektif dengan penduduk Jakarta, karena menurut pendatang beradaptasi dengan lingkungan Jakarta lebih mudah dibandingkan beradaptasi dengan perilaku dan sikap penduduk Jakarta sendiri.

 

Keywords

anxiety uncertainty management; culture; cultural adaptation; indian migrants

Full Text:

PDF

References

Agustia, Mariskha. (2014). Implementasi Prinsip Transparansi Dalamsharia Governance Pada Pt. Bank Jabar Banten Syariah (Studi fenomenologis pada Bank jabar banten syariah). Skripsi Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.

Anggito, Albi., dan Setiawan, Johan. (2018). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak.

Badan Pusat Statistik. (2019). Kepadatan Penduduk menurut Provinsi. September 9, 2020. https://www.bps.go.id/indicator/12/141/1/kepadatan-penduduk-menurut-provinsi.html

Diana, A., & Lukman, E. (2018). Pengelolaan Kecemasan dan Ketidakpastian dalam Komunikasi Antar Budaya antara Auditor dan Auditee. Jurnal Komunikasi Universitas Indonesia. Vol. 7, No.1, Hal. 99 – 108.

Hayati, Rahmah. (2018). Anxiety and Uncertainty Management dalam Komunikasi Antarbudaya Pengguna Coachsurfing di Yoygakarta. Skripsi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta.

Liliweri, Alo. (2018). Prasangka, Konflik dan Komunikasi Antar Budaya. Jakarta: Kencana.

Mas’udah, D. (2014). Mindfulness dalam Komunikasi Antarbudaya (Studi Deskriptif pada Peserta Indonesia – Poland Cross – cultural program). Jurnal Komunikasi Profetik Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Vol. 7, No.2, Hal. 77 – 89.

Muslimin. (2012). Akulturasi Agama Hindu di Indonesia. Jurnal Studi Lintas Agama Al – Adyan.Vol. 7, No. 2, Hal. 59 – 70.

Utami, L. S. S. (2015). Teori Teori Adaptasi Antar Budaya. Jurnal Komunikasi Universitas Tarumanagara. Vol. 7, No.2 , Hal 180 – 197.

Copyright (c) 2021 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.