Manajemen Komunikasi Partai Gerindra dalam Membangun Kepercayaan Publik di Kalangan Milenial

Samuella Natalia Emika, H.H Daniel Tamburian
| Abstract views: 125 | views: 103

Abstract

Indonesia is one of the countries that use a democratic political system. This system was adopted when Indonesia declared its independence in 1945. Politics in Indonesia is currently in a state of deterioration, because it is caused by politics in Indonesia that is not healthy. Many politicians in the country are involved in corruption cases. Gerindra party is a party that until now has never been entangled in corruption cases, this is because management in the party is structured in a directed manner and the Gerindra Party’s communication with the goverment regarding finances is open and notsome are covered. The Gerindra party is a newly formed party in 2008, but the Gerindra Party continues to compete with other parties by building trust in the community, especially newbie or millennial voters to the Gerindra Party. This research uses decriptive qualitative approach. The theoretical foundation used in this research is communication theory, communication management, and building trust. The results of this study indicate that the Gerindra Party communication management utilizes party cadres, party wings and party loyalists. While in terms of building trust among the novice or millennial voters, the Gerindra Party provides evidence for five years leading the community, especially millennials and also with political regeneration, as well as carrying outprograms at the grassroots level.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menggunakan sistem politik demokrasi. Sistem ini dianut mulai saat Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1945. Politik di Indonesia sekarang ini berada pada tahap keterpurukan, karena disebabkan perpolitikan di Indonesia yang tidak sehat. Banyak politisi di tanah air yang terlibat kasus korupsi. Partai Gerindra merupakan partai yang hingga saat ini belum pernah terjerat kasus korupsi, ini dikarenakan manajemen dalam partai yang tersusun secara terarah dan komunikasi Partai Gerindra dengan pemerintah terkait keuangan sangat terbuka dan tidak ada yang ditutupi. Partai Gerindra terbilang partai yang baru dibentuk pada tahun 2008 namun partai Gerindra tetap berusaha menyaingi partai-partai lain dengan membangun kepercayaan di masyarakat terutama kaum pemilih pemula atau milenial kepada Partai Gerindra. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori komunikasi, manajemen komunikasi dan membangun kepercayaan atau trust. Hasil penelitian ini menunjukkan, manajemen komunikasi Partai Gerindra memanfaatkan kader partai, sayap partai dan loyalis partai. Sedangkan dalam hal membangun kepercayaan di kalangan pemilih pemula atau milenial, Partai Gerindra memberikan bukti selama lima tahun ini memimpin kepada masyarkat terutama kaum milenial dan juga dengan regenerasi politik, serta menjalankan program-program pada masyarakat di tingkah bawah.

Keywords

communication; communication management; trust; millennial

Full Text:

PDF

References

Candraningrum, Diah Ayu. (2017). Brand Activation, Strategi Komunikasi Pada Lembaga Survei Politik Di Putaran Pertama Pilkada DKI Jakarta 2017. Volume 1, Nomor 1.

Centre For Strategic and International Studies. (2017). Survei Nasional CSIS “Orientasi Sosial, Ekonomi dan Politik Generasi Milenial”. Juni 5, 2020.

https://www.csis.or.id/uploaded_file/event/ada_apa_dengan_milenial____paparan_survei_nasional_csis_mengenai_orientasi_ekonomi__sosial_dan_politik_generasi_milenial_indonesia__notulen.pdf

Cutlip, Center & Broom. (2006). Effective Public Relations (Edisi kesembilan) Jakarta: Kencana.

Cutlip, Scott. M., Center Allen H. & Broom.Glen. M. (2009), Effective Public Relations, Ed. 9. Jakarta :Kencana.

Dharma, Yasser dan M. E Fuady. (2016). Strategi Komunikasi Politik Kader Muda Partai Gerindra. Prosiding Hubungan Masyarakat, 2 (1), 257-265. 2016.

http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/humas/article/viewFile/2991/pdf.

Garnesia, Irma. (2018, September 12). Sana-sini Ngaku Milenial, Bagaimana Peta

Milenial Indonesia ?. Juni 5, 2020. Tirto.id database.

https://tirto.id/sana-sini-ngaku-milenial-bagaimana-peta-milenial-indonesia-cX5W

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2018). Statistik Gender Tematik : Profil Generasi Milenial Indonesia. Jakarta : BPS.

Moleong, Lexy. (2006). Metode Kualitatif. Bandung: PT. RemajaRosdaKarya.

Moleong, Lexy J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Partai Gerindra. (n.d). 6 Program Aksi Partai Gerindra. Jun 04, 2020. http://partaigerindra.or.id/6-program-aksi-partai-gerindra.

Patton, yang dikutipolehLexy J. Moleong, 2010.

Raharjo, Dwi Bowo dan Stephanus Aranditio. (2019, April 05). Tinjau Program PMT- AS di Sekolah, Anies Ingin Anak Jakarta Begizi Baik. Juni 5, 2020. Suara.com. https://www.suara.com/news/2019/04/05/120850/tinjau-program-pmt-as-di-sekolah-anies-ingin-anak-jakarta-bergizi-baik.

Rahardjo, SusilodanGudnanto. (2011). Pemahaman Individu Tekhnik Non Tes. Kudus: Nora Media Enterprise.

Sosial Politik Filsafat Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. 2017. Bagaimana Kondisi Sosial Politik di Indonesia ?. Juni 25, 2020. Terarsip di : https://sosialpolitik.filsafat.ugm.ac.id/2017/08/21/bagaimana-kondisi-sosial-politik-di-indonesia/).

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Afabeta.

Tranter, B &Skrbis, Z. (2009). Trust and Confidence: A Study of Young

Queenslanders. Australian Journal of Political Science, 659 — 678.

Copyright (c) 2020 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.