Representasi Pendidikan Seks dalam Film Dua Garis Biru (Analisis Semiotika Roland Barthes)

Eartha Beatricia Gunawan, Ahmad Junaidi
| Abstract views: 2735 | views: 1825

Abstract

This study aims to describe the representation of sex education in the film Dua Garis Biru by director Gina S. Noer. This study uses a descriptive qualitative approach. The research method uses Roland Barthes's semiotic analysis with two-way significance and the meaning of denotation, connotation, and myth. The subjects of this study are Dara and Bima, the object of this study is a sign of sex education represented in scenes, dialogues, and characters in films. Methods of data collection by observation, literature study, interviews, and documentation. The film Dua Garis Biru tells the story of how Dara and Bima, two teenagers, must be responsible for the consequences that they did not think of before due to free sex. This film also illustrates the important role of parents in communicating information about sex to children. The results of this study indicate that there is a picture of sex education in the film Two Blue Lines. It was concluded that the side or form of sex education is displayed in scenes, dialogues, or characters that insert the importance of knowing sex education and knowing the consequences of every action related to sex.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan representasi pendidikan seks  dalam Film Dua Garis Biru karya sutradara Gina S. Noer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode penelitian menggunakan Analisis Semiotika Roland Barthes dengan signifikan dua arah dan pemaknaan denotasi, konotasi, dan mitos. Subjek penelitian ini adalah Dara dan Bima, objek penelitian ini adalah tanda pendidikan seks yang direpresentasikan dalam adegan, dialog, dan karakter dalam film. Metode pengumpulan data dengan observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Film Dua Garis Biru bercerita tentang bagaimana Dara dan Bima, dua remaja harus bertanggung jawab atas konsekuensi yang tidak mereka pikirkan sebelumnya karena melakukan seks pranikah. Film ini juga menggambarkan pentingnya peran orang tua dalam mengkomunikasikan informasi tentang seks kepada anak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat gambaran tentang pendidikan seks dalam film. Sisi atau bentuk pendidikan seks ditampilkan dalam cuplikan adegan, dialog, atau karakter tokoh yang menyisipkan pentingnya mengenal pendidikan seks dan mengetahui konsekuensi dari setiap perbuatan yang berhubungan dengan seks.

Keywords

consequences; roland barthes; sexs education; semiotic; konsekuensi; pendidikan seks

Full Text:

PDF

References

Ansor, Maria Ulfah dan Wan Nedra. (2002). Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Hadiyanto dan Makinuddin. (2006). Analisis Sosial. Bandung : Yayasan Akatiga.

Husodo, Tirto. (1987). Seksisme dalam Mengenal Dunia Remaja. Jakarta : Pradnya Paramita.

Koswati, Muria Endah. (2018). Wacana Perbedaan Gender dalam Artikel Pendidikan Seks Remaja (Analisis Wacana Kritis Artikel Seksisme Majalah Hai Edisi 1995-2004). Jurnal Komunikasi, vol 10. https://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/519

Putri, Aditya Widya. (2019) Aborsi Aman itu Mungkin Asalkan Kita Menyudahi Alasan Moral. Diakses pada 20 November 2019. https://tirto.id/aborsi-aman-itu-mungkin-asalkan-kita-menyudahi-alasan-moral-dhMJ

Sarwono, Sarlito Wirawan. (2008). Psikologi Remaja. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

SIECUS. (2015). Sexuality Education Question & Answer. http://siecus.org/Sexuality Education Question & Answer//

Sobur, Alex. (2009). Analisis Teks Media Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana Analisis Semiotika dan Analisis Framing (Ed.5). Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Winduwati, Septia. (2017). Representasi Seks Bebas pada Lirik Lagu Dangdut (Analisis Semiotik Saussure pada Lirik “Cinta Satu Malam”). Jurnal Komunikasi, vol 1. https://journal.untar.ac.id/index.php/jmishumsen/article/ view/1023

Copyright (c) 2020 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.