Retorika Deliberatif Selebgram dalam Memotivasi Audiens Melalui Media Sosial (Konten “Level Up” di Akun Instagram Benakribo)

Jerry Alberico, Riris Loisa
| Abstract views: 92 | views: 117

Abstract

Media berkembang dengan sangat cepat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Seiring dengan munculnya media baru, terdapat pula beberapa orang yang menjadi selebgram baru. Salah satunya Benazio Rizki Putra, yang sudah mulai berkarir di media sosial sejak tahun 2008 hingga sekarang. Saat ini, Bena dikenal melalui konten motivasinya yang berjudul “Level Up” di media sosial Instagram. Penulis meneliti bagaimana retorika deliberatif dari Benazio dalam memotivasi audiens melalui media sosial. Berdasarkan teori retorika yang meliputi kanon retorika dan faktor pendukung efektivitas retorika, penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif. Penulis menemukan bahwa Bena menerapkan kanon retorika dan beberapa faktor pendukung efektivitas retorika. Penelitian ini menyimpulkan, retorika deliberatif yang diterapkan oleh selebgram ini didasari pengalaman dan bersifat terus terang. Kanon retorika bercirikan penemuan ide yang kreatif dengan menggunakan mind mapping, gaya bahasa yang digunakan juga bersifat kekinian dan terkesan akrab. Struktur pengaturan ada kalanya mengadopsi logika retorika forensik. Disamping itu, terlihat bahwa selebgram merupakan komunikator yang meyakinkan, sehingga dapat memotivasi followers-nya. Oleh karena itu, sikap yang diberikan oleh para followers juga menunjukkan sikap yang terbuka dan positif.

Keywords

Retorika Deliberatif; Motivasi; Media Sosial

Full Text:

PDF

References

Hardyanti, Nicki. (2013). Analisis Retorika Dalam Kampanye Pemilukada DKI Jakarta 2012. Jurnal Komunikasi, 2(3). Mei 2, 2019. Terarsip di: https://jurnal.usu.ac.id/index.php/flow/article/view/9948

Hendrikus, Dori Wuwur. (2011). Retorika: Terampil Berpidato, Berdiskusi, Berargumentasi, Bernegosiasi. Yogyakarta: Kanisius.

Littlejohn, Stephen W & Foss, Karen. (2009). Theories of Human Communication. Belmont, California: Thompson Learning.

Livia, L., & Suenarto, S. (2015). Retorika Barack Hussein Obama Dan Susilo Bambang Y udhoyono Dalam Menanggapi Isu Isis Di Dunia. Jurnal Komunikasi, 7(1), 70-80. Mei 2, 2019. Terarsip di: https://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/8

Maarif, Zainul. (2015). Retorika: Metode Komunikasi Publik. Jakarta: Rajawali Pers.

Nasrullah, Rulli. (2017). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Rakhmat, Jalaluddin. (2004). Retorika Modern: Pendekatan Praktis. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Saleh, G., & Pitriani, R. (2018). Pengaruh Media Sosial Instagram dan WhatsApp. Terarsip di: https://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/2673/1708

Sutrisno, Isbandi & Wiendijarti, Ida. (2014). Kajian Retorika Untuk Pengembangan Pengetahuan dan Ketrampilan Berpidato. Jurnal Komunikasi, 12(1), 71-84. Mei 2, 2019. Terarsip di: http://e-journal.uajy.ac.id/6444/2/KOM103771.pdf

West, Richard. (2010). Introducing Communication Theory Fourth Edition. New York: McGraw-Hill.

Wibowo. (2017). Perilaku Dalam Organisasi. Depok: PT. RajaGrafindo Persada.

Sumber Artikel Online: https://tekno.kompas.com/read/2018/06/21/10280037/juni-2018-pengguna-aktif-

instagram-tembus-1-miliar

Copyright (c) 2019 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.