Representasi Keselamatan dalam Iklan Gojek “It’s Okay to be Lebay” (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce)

Main Article Content

Carissa Honouris
Gregorius Genep Sukendro

Abstract

The study aims to find out how the representation of safety contained in Gojek's "It's Okay To Be Lebay" advertisement is. The research method used by the researcher is a qualitative approach with observation as a data collection method. The researcher conducted an analysis of signs related to safety values using the semiotic theory of Charles Sanders Pierce's model which focuses on three main elements, namely signs, objects and interpretations. Based on the results of the study, the researcher stated that the representation of safety contained in the Gojek advertisement "It's Okay To Be Lebay" through scenes, behavior, properties, clothes, sung lyrics and text in the video clip reflects the meaning of efforts to protect self from the risk of spreading the Covid 19 virus. and the risk of road accidents that can endanger lives.

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana representasi keselamatan yang terkandung dalam iklan Gojek “It’s Okay To Be Lebay”. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif dengan observasi sebagai metode pengumpulan data. Peneliti melakukan analisis tanda yang berhubungan dengan nilai keselamatan menggunakan teori semiotika model Charles Sanders Pierce yang berfokus pada tiga elemen utama yaitu tanda, objek dan interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengemukakan bahwa representasi keselamatan terkandung dalam iklan Gojek “It’s Okay To Be Lebay” melalui adegan, perilaku, properti, pakaian, lirik yang dinyanyikan dan teks yang ada pada video klip mencerminkan makna upaya menjaga diri dari resiko penyebaran virus Covid 19 dan resiko kecelakaan di jalan yang dapat membahayakan nyawa.

Dimensions

Article Details

How to Cite
Honouris, C., & Sukendro, G. G. (2022). Representasi Keselamatan dalam Iklan Gojek “It’s Okay to be Lebay” (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce). Koneksi, 6(1), 136–142. https://doi.org/10.24912/kn.v6i1.15502
Section
Articles
Author Biographies

Carissa Honouris, Universitas Tarumanagara

Fakultas Ilmu Komunikasi

Gregorius Genep Sukendro, Universitas Tarumanagara

Fakultas Ilmu Komunikasi

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2010). Research design: pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Jakarta: PT Pustaka Pelajar.

Kartika, N. E. (2020). Fitur Aplikasi Gojek Favorit Konsumen Pada Saat Pandemi COVID-19 Di Kota Bandung. Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi, 9(2), 1680–1695 https://doi.org/10.35508/jikom.v9i2.2922

Moleong, L. J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.

Mudjiyanto, B dan Nur, E. (2013). Semiotika Dalam Metode Penelitian Komunikasi. PEKOMAS: Jurnal Penelitian Komunikasi, Informatika Dan Media Massa, 16(1), 73–82.

Pandrianto, N., & Genep Sukendro, G. (2018). Analisis Strategi Pesan Content Marketing Untuk Mempertahankan Brand Engagement. Pranataprinting. https://www.pranataprinting.com/sejarah-singkat-perusahaan-gojek-danperkembangannya/

Sarosa, S. (2017). Metodologi Pengembangan Sistem Informasi. Jakarta: Indeks.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabet.

Sukidin, B dan Suranto, B. (2012). Manajemen Pendidikan Penelitian. Jakarta: Penerbit Insan cendekia.

Suyanto, M. (2017). Marketing Strategy Top Brand Indonesia. Bandung: Andi Offset.

Syafnidawati. (2020, December 30). Perbedaan Unicorn, Decacorn Dan Hectocorn. https://raharja.ac.id/2020/12/03/perbedaan-unicorn-decacorn-dan-hectocorn/

Vera, N. (2014). Semiotika dalam Riset Komunikasi. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>