Komunikasi Antar Pribadi Anak Punk dan Orangtua (Studi Pada Komunitas Punk Bad Plus Di Peninggaran, Jakarta Selatan)

Ajeng Puspita Ningrum, Yugih Setyanto
| Abstract views: 188

Abstract

Public United not Kingdom (punk) bukan hanya membahas tentang fashion dan menciptakan lirik lagu sederhana, punk juga berbicara tentang kebebasan dan gaya hidup idealisme sendiri. Penelitian ini membahas mengenai komunikasi antar pribadi anggota punk dan orangtua (studi komunikasi punk Bad Plus) di Peninggaran, Jakarta Selatan. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskripstif dengan pendekatan teori Komunikasi Antar Pribadi. Data diperoleh dari wawancara. Menurut analisis yang peneliti lakukan, konflik yang terjadi di dalam konteks keluarga yang terjadi antara anak punk dan orangtua belum saling memahami karakter satu sama lain, sehingga tujuan komunkasi yang diinginkan tidak tercapai. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa sebuah keluarga yang seharusnya saling memberi kasih sayang dan perhatian kepada tiap anggota keluarga tidak tercermin pada keluarga narasumber, yakni Kiplay dan Boyo. Hasilnya, terjadilah kesalahpahaman komunikasi atau miscommunication yang menyebabkan narasumber keluar dari rumah untuk mencari lawan bicara yang sesuai harapannya.

Keywords

Komunikasi; Komunikasi Antar Pribadi; Komunikasi Antar Pribadi Anak Punk dan Orangtua

References

Liliweri, Alo. (2015). Komunikasi Antar Personal. Jakarta : Kencana Prenadamedia Group.

Hebdige, Dick. (2005). Asal Usul Ideologi Subkultural Punk. Yogyakarta : Buku Baik.

Budyatna, Muhammad. (2015). Teori Teori Mengenai Komunikasi Antar-Priobadi. Jakarta : Prenadamedia Group.

G. Widya. (2006). Ideologi Punk Yang Disalahpahami. Yogyakarta : Garasi House of Books.

Setyanto. Yugih. (2013). Penyingkapan Diri Melalui Internet Di kalangan Remaja.

http://journal.tarumanagara.ac.id/index.php/kidFik/article/view/2147

Copyright (c) 2018 Koneksi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.