Produksi Kritik Iklan Politik melalui Memes

Dyon Liuswanto, Sinta Paramita
| Abstract views: 82 | views: 53

Abstract

Iklan politik adalah sebuah iklan yang mengandung unsur politik didalamnya. Bentuk pesan politik ini digunakan untuk kampanye. Nurhadi dan Aldo hadir untuk mengkritik kampanye yang dilakukan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang ada dengan menggunakan media sosial facebook sebagai media. Bedasarkan teori goals – planning – action, penggunaan meme itu sendiri dapat menjadi sebuah rencana yang digunakan untuk mengkritik. Meme dilihat sebagai sebuah bentuk penyampaian pesan yang dinamis dimana perlu interpretasi dari penerima pesan untuk mengerti isi dari meme itu sendiri. Etnografi virtual menjadi sebuah basis dalam pembahasan ini dimana ditemukan bahwa selain tujuan untuk mengubah persepsi seseorang agar menjadi lebih waspada terhadap post, mereka juga menggunakan fanpage ini sebagai sebuah sarana lain seperti pembelajaran terhadap situasi politik baik politik negara, maupun politik internal.

Keywords

komunikasi massa; meme; etnografi virtual; teori goals planning action

Full Text:

PDF

References

Dillard, James. (2015). Goals – Plan – Action Theory. 26 Juni, 2019. Https://Researchgate.net

Farisa, Fitria Chusna (2019). Komentar KPU soal Fenomena Capres – Cawapres Fiktif Nurhadi – Aldo. 10 Juli, 2019. Kompas.com

Farisa, Fitria Chusna (2019). Soal Paslon Nurhadi – Aldo, Bawaslu Sebut itu “Fun”. 10 Juli, 2019. Kompas.com

Nasrullah, Rusli. (2017). Etnografi Virtual : Riset Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi di Internet. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Nugroho, Puthut & Kontributor Grobongan (2019). Kisah Nurhadi Capres Fiktif, Mulai dari Iseng April Mop Hingga Ketemu Jokowi (2019). 10 Juli 2019. Kompas.com

Nurhadi-Aldo: Dari Tukang Pijat Sampai Jadi Pasangan Capres Guyonan. (2019). Mei 5, 2019. https://www.bbc.com/indonesia/amp/trensosial-46751492

Setyanto, Yugih. & Winduwati, Septia. & Setyoutami, Lusia Savitri (2016). Perilaku Bermedia Remaja Awal Terhadap Sosok Idolanya (Kajian Parasosial Remaja Tingkat Awal sebagai efek Penggunaan Media Baru). Jakarta: Universitas Tarumanagara

Shifman, Limor (2014). Memes in Digital Culture. Massachusetts: Massachusettes Institute of Technology

Tamburian, D & Budiman, J (2018). Komunikasi Politik Megawati Dalam Membangun Brand Image Partai. Koneksi, 2(2), 401 – 408, Desember 2018, DOI: http://dx.doi.org/10.24912/kn.v2i2.3916

Wadipalapa, R (2015). Meme Cult ure & Komedi - Satire Politik : Kontestasi Pemilihan Presiden dalam Media Baru. Jurnal ilmu komunikasi,12(1), 1 – 18. Juni 25, 2019. Terarsip di http://ojs.uajy.ac.id/index.php/jik/article/view/440

Yusuf, Muri. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta : Prenadamedia Group

Vanessa, V. & Kusniadji, S (2018). Proses Komunikasi Melalui Kegiatan Event Adopt Don’t Shop Guna Mengkampanyekan Kesadaran Masyarakat agar Menyayangi Binatang. Prologia, 2(2), 538 – 545. Desember 2018,

DOI: http://dx.doi.org/10.24912/pr.v2i2.3742

Vintoko, R. (2019, Mei 24). Pasca Pemilu 2019, Akun Nurhadi-Aldo Tiba-tiba Menghilang dan Sudah Berganti Nama. Mei 24, 2019. Line Today

Copyright (c) 2019 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.