Hambatan Komunikasi dan Gegar Budaya Warga Korea Selatan Yang Tinggal di Indonesia

Jessica Lestari, Sinta Paramita
| Abstract views: 31 | views: 24

Abstract

Gegar budaya akan dialami seseorang apabila pergi ke negara lain yang memiliki perbedaan budaya. Hal tersebut terjadi karena setiap negara memiliki budaya yang berbeda dengan negara lainnya. Selain memiliki perbedaan budaya, bahasa yang dipakai warga Korea Selatan dan warga Indonesia juga berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hambatan komunikasi dan gegar budaya warga Korea Selatan yang tinggal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi, budaya, komunikasi antarbudaya, hambatan komunikasi, dan gegar budaya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologi secara deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hambatan komunikasi yakni perbedaan bahasa dan budaya, menjadi salah satu penyebab warga Korea Selatan mengalami gegar budaya. Makanan, transportasi, kebiasaan, agama dan geografi juga menjadi penyebab warga Korea Selatan mengalami gegar budaya.

Keywords

warga Korea Selatan; gegar budaya; hambatan komunikasi

Full Text:

PDF

References

Agatha, Tashya E., Gregorius Genep Sukendro. (2018). Kreativitas Dan Budaya (Studi Kasus Creative Director Etnis Tionghoa Dalam Industri Peri-klanan). Jurnal Prologia, 2, 2. https://journal.untar.ac.id/index.php/prologia/article/view/3738/2174

https://tirto.id/mengapa-semakin-banyak-warga-korsel-belajar-bahasa indonesia-der2

Moleong, Lexy J. (2012). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Setyo Utami, L. (2016). Teori-Teori Adaptasi Antar Budaya. Jurnal Komunikasi, 7(2), 180-197. https://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/17/38

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Tanto Wijaya, Rizky, Suzy S. Azeharie, dan Muhammad Adi Pribadi. (2018). Fenomena Ciong Pada Budaya Penganut Konghucu. Jurnal Koneksi, 2, 2. https://journal.untar.ac.id/index.php/koneksi/article/view/3934/2317

Copyright (c) 2019 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.