Komunikasi Interpersonal Pengguna Aplikasi Kencan Bumble

Main Article Content

Zefanya Aurell Nathalie
Ahmad Junaidi

Abstract

Bumble is unique compared to other dating apps, namely that only female users can initiate a conversation after a match occurs, this feature not only gives women more control in determining the direction of the interaction, but also is able to create different and interesting communication patterns. This study aims to analyze how interpersonal communication can develop following a match in the context of using the Bumble dating app. The theory used in this study is interpersonal communication theory, which highlights the stages of relationship development through digital interaction. Using a qualitative approach with a case study method, this research explores users' subjective experiences of communicating through the app. Data was collected through in-depth interviews with female university students in Jakarta who are active users of the Bumble app to understand how initial interactions occur and develop into more intense communication, complemented by a literature study. The results revealed that interpersonal communication on Bumble evolves gradually, often turning to other communication platforms to build further trust and comfort. The conclusion of this study provides insights into how dating apps facilitate unique interpersonal communication patterns in a digital context and their relevance to the needs of the younger generation.


Bumble memiliki keunikan dibandingkan aplikasi kencan lainnya, yaitu hanya pengguna perempuan yang dapat memulai percakapan setelah terjadi kecocokan (match), fitur ini tidak hanya memberikan kendali lebih besar kepada perempuan dalam menentukan arah interaksi, tetapi juga mampu menciptakan pola komunikasi yang berbeda dan menarik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi interpersonal dapat berkembang setelah terjadinya kecocokan dalam konteks penggunaan aplikasi kencan Bumble. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi interpersonal, yang menyoroti tahapan perkembangan hubungan melalui interaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman subjektif pengguna dalam melakukan komunikasi melalui aplikasi tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara secara mendalam dengan mahasiswa perempuam di Jakarta yang menjadi pengguna aktif aplikasi Bumble untuk memahami bagaimana interaksi awal terjadi dan berkembang menjadi komunikasi yang lebih intens, dilengkapi dengan studi literatur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa komunikasi interpersonal di Bumble berkembang secara bertahap, yang sering kali beralih ke platform komunikasi lain untuk membangun kepercayaan dan kenyamanan lebih lanjut. Kesimpulan dari penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana aplikasi kencan memfasilitasi pola komunikasi interpersonal yang unik dalam konteks digital dan relevansinya terhadap kebutuhan generasi muda.

Article Details

How to Cite
Nathalie, Z. A., & Junaidi, A. (2026). Komunikasi Interpersonal Pengguna Aplikasi Kencan Bumble. Koneksi, 10(1), 68–76. https://doi.org/10.24912/kn.v10i1.33318
Section
Articles
Author Biographies

Zefanya Aurell Nathalie, Universitas Tarumanagara

Fikom Untar

Ahmad Junaidi, Universitas Tarumanagara

Fikom Untar

References

Adhimah, S. (2020). Peran orang tua dalam menghilangkan rasa canggung anak usia dini (studi kasus di desa karangbong rt. 06 rw. 02 Gedangan-Sidoarjo). Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 57–62. https://doi.org/10.21831/jpa.v9i1.31618

APJII. (2024, February 7). APJII Jumlah Pengguna Internet Tembus 221 Juta Orang. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang

Bandinelli, C. (2022). Dating apps: towards post-romantic love in digital societies. International Journal of Cultural Policy, 28(8). https://doi.org/10.1080/10286632.2022.2137157

Frederika, P., & Susanto, E. H. (2019). Komunikasi Antarpribadi Pedagang-Pedagang Etnis Tionghoa di Kawasan Pasar Pagi Lama. Koneksi, 2(2), 515. https://doi.org/10.24912/kn.v2i2.3931

Haura Hasna, A., Savitri, L., & Utami, S. (2023). Afifah Haura Hasna, Lusia Savitri Setyo Utami: Komunikasi Interpersonal dan Kepercayaan Diri Pengguna Dating Apps Komunikasi Interpersonal dan Kepercayaan Diri Pengguna Dating Apps.

Haura Hasna, A., Savitri, L., & Utami, S. (2023). Afifah Haura Hasna, Lusia Savitri Setyo Utami: Komunikasi Interpersonal dan Kepercayaan Diri Pengguna Dating Apps Komunikasi Interpersonal dan Kepercayaan Diri Pengguna Dating Apps.

Marco, A. C., & Puspita, V. (2024). Swiping the Norms: Feminist Dating Apps and Indonesian Swiping the Norms: Feminist Dating Apps and Indonesian Women’s Dating Scene Realities Women’s Dating Scene Realities Swiping the Norms: Feminist Dating Apps and Indonesian Women’s Dating Scene Realities. https://vc.bridgew.edu/jiws/vol26/iss5/7

Nurdiarti, R. P., & Kiksen, Y. A. W. (2023). Konsep Diri Virtual dalam Komunikasi Hiperpersonal Pengguna Dating App Tinder untuk Mencari Pasangan di Yogyakarta. Lenvari: Journal of Social Science, 1(2), 71–105. https://doi.org/10.61105/jss.v1i2.53

Puspitasari, I., & Aprilia, M. P. (2022). Penetrasi Sosial dalam Mencari Pasangan Pada Aplikasi Kencan Online Bumble. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(3), 196–211. https://doi.org/10.54259/mukasi.v1i3.986

Rizaty, M. A. (2022, March 6). Pengguna Aplikasi Kencan Bumble Tembus 42 Juta Orang. Katadata.Co.Id. https://databoks.katadata.co.id/layanan-konsumen-kesehatan/statistik/36da71959dd310f/pengguna-aplikasi-kencan-bumble-tembus-42-juta-orang

Sholihah, M. (2022). PRAKTIK MENEMUKAN PASANGAN HIDUP MELALUI PEMANFAATAN SITUS BIRO JODOH ONLINE. ADHKI: JOURNAL OF ISLAMIC FAMILY LAW, 3(2), 79–93. https://doi.org/10.37876/adhki.v3i2.77

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.