Film Animasi “Inside Out 2” sebagai Media Edukasi Mengenai Kecemasan Remaja

Main Article Content

Arcelia Emmanuella Adiwinata
Septia Winduwati

Abstract

The development of technology and information presents various types of media as information channels to the public, one of which is through films. Film as an audio-visual medium involves the concept of signs and symbols to convey meaning, messages, and significance to the audience. The researcher is interested in studying a film entitled “Inside Out 2” which aims to determine the representation form of teenage anxiety. This research was conducted because of the increasing rate of anxiety in teenagers, especially in Indonesia, with minimal learning to control emotions. The theories and concepts used in this research include the theory of mass communication, film, semiotics, representation, mental health, and anxiety. The approach employed is a descriptive, qualitative method with semiotic techniques. The subject of this research is the film Inside Out 2, and the object is the representation of teenage anxiety in the movie. Researchers collected data through documentation, which will be analyzed using Ferdinand de Saussure's semiotics, as well as through interviews with experts. Researchers found signs regarding the representation of teenage anxiety in 12 scenes. Several representation forms include excessive anxiety, negative thought patterns, low self-esteem and insecurity, extreme actions, bad self-identity, aggressive behavior and selfish attitudes, poor emotional expression and regulation, as well as a closed attitude and harboring emotions.


Perkembangan teknologi dan informasi menghadirkan berbagai macam media sebagai saluran informasi kepada khalayak, salah satunya melalui film. Film sebagai sebuah media audio visual melibatkan konsep tanda dan simbol untuk penyampaian arti, pesan, dan makna kepada penontonnya. Peneliti tertarik untuk mengkaji sebuah film berjudul “Inside Out 2” yang bertujuan untuk mengetahui bentuk representasi kecemasan remaja. Penelitian ini dilakukan karena meningkatnya angka kecemasan remaja, khususnya di Indonesia, namun minimnya pembelajaran pengendalian emosi kepada remaja. Teori dan konsep yang digunakan penelitian ini adalah teori komunikasi massa, film, semiotika, representasi, kesehatan mental, dan kecemasan. Pendekatan yang diaplikasikan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode semiotika. Subjek penelitian ini adalah film Inside Out 2 dan objeknya adalah representasi kecemasan remaja dalam film. Peneliti melakukan pengumpulan data melalui dokumentasi yang akan dianalisis menggunakan semiotika Ferdinand de Saussure serta wawancara dengan pihak ahli. Peneliti menemukan adanya tanda – tanda mengenai representasi kecemasan remaja dalam 12 adegan yang memberikan penggambaran kecemasan remaja. Beberapa bentuk representasi meliputi kecemasan berlebihan, pola pikir negatif, harga diri rendah dan kurang percaya diri, tindakan ekstrem, jati diri buruk, perilaku agresif dan sikap egois, ekspresi dan regulasi emosi yang buruk, serta sikap tertutup dan memendam emosi.

Article Details

How to Cite
Adiwinata, A. E., & Winduwati, S. (2025). Film Animasi “Inside Out 2” sebagai Media Edukasi Mengenai Kecemasan Remaja. Koneksi, 9(2), 422–433. https://doi.org/10.24912/kn.v9i2.33281
Section
Articles
Author Biographies

Arcelia Emmanuella Adiwinata, Universitas Tarumanagara

Fakultas Ilmu Komunikasi

Septia Winduwati, Universitas Tarumanagara

Fakultas Ilmu Komunikasi

References

Anisykurli, M. I., Ariyanto, E. A., & Muslikah, E. D. (2022). Kecemasan Sosial pada Remaja: Bagaimana Peranan Body Image? INNER: Journal of Psychological Research, 3(2), 263–273. https://aksiologi.org/index.php/inner/article/view/637

Ardiansyah, S., Tribakti, I., Suprapto, Yunike, Febriani, I., Saripah, E., Kuntoadi, G. B., Zakiyah, Kusumawaty, I., Rahayu, M., Putra, E. S., Kurnia, H., Narulita, S., Juwariah, T., & Akhriansyah, M. (2023). Kesehatan Mental (N. Sulung & I. Melisa, Eds.). PT Global Eksekutif Teknologi.

Barus, G. (2022, October 24). Hasil Survei I-NAMHS: Satu dari Tiga Remaja Indonesia Memiliki Masalah Kesehatan Mental. Universitas Gadjah Mada. https://ugm.ac.id/id/berita/23086-hasil-survei-i-namhs-satu-dari-tiga-remaja-indonesia-memiliki-masalah-kesehatan-mental/

Cahyani, D. F., & Putri, N. S. (2024). Dampak Kecemasan Berlebihan Terhadap Psikologis Gen Z (Usia Remaja). Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, 3(3), 82–94. https://doi.org/https://doi.org/10.3287/liberosis.v3i3.4244

Deswita, & Nursiam, Y. (2023). Kenali Kecemasan Anak Usia Sekolah yang Mengalami Hospitalisasi dan Perawatannya (N. Duniawati, Ed.). Penerbit Adab.

Dewi, V. R. (2020). Kampanye Tubuh Positif Perempuan “Real People Real Body” oleh @Nipplets_Official. Universitas Tarumanagara.

Hakim, F. Al, & Suksmawati, H. (2024). Peran Komunikasi Keluarga Terhadap Konsep Diri Remaja Surabaya. Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 11(2), 629–640. http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/article/view/14782

Hardianingsih, D. (2017). Tingkat Kecemasan Remaja Menghadapi Perubahan Fisik Masa Pubertas pada Siswi MTS Pondok Pesantren As-Salafiyyah Yogyakarta. https://digilib.unisayogya.ac.id/2663/1/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf

Harnata, A. A., & Prasetya, B. E. A. (2022). Gambaran Perasaan Insecure di Kalangan Mahasiswa yang Mengalami Kecanduan Media Sosial Tiktok. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(3), 823–830. https://doi.org/https://doi.org/10.51214/bocp.v4i3.437

Haryati. (2021). Membaca Film (Memaknai Representasi Etos Kerja dari Film Melalui Analisis Semiotika) (Nurrahmawati, Ed.). Bintang Pustaka Madani.

Haryoko, S., Bahartiar, & Arwadi, F. (2020). Analisis Data Penelitian Kualitatif (Konsep, Teknik & Prosedur Analisis). Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Lestari, E. U. (2023). Self Medicated: Mengapa Aku Selalu Insecure Dan Terluka (A. Ishartadi, Ed.). Anak Hebat Indonesia.

McCobb, J. (2024, June 22). Inside Out 2 Had An ‘Advisory Group’ Of Teenage Girls From Around The Country To Help Make The Film Feel Authentic. Cinema Blend. https://www.cinemablend.com/interviews/inside-out-2-advisory-group-teenage-girls-authentic

Pamungkas, D. S., Sumardiko, D. N. Y., & Makassar, E. F. (2024). Dampak-Dampak yang terjadi Akibat Disregulasi Emosi pada Remaja Akhir: Kajian Sistematik. Jurnal Psikologi , 1(4), 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2598

Prasetya, A. B. (2019). Analisis Semiotika Film dan Komunikasi. Intrans Publishing.

Romli, K. (2016). Komunikasi Massa (Adipramono, Ed.). PT Grasindo.

Sahid, N. (2016). Semiotika untuk Teater, Tari, Wayang Purwa dan Film. Gigih Pustaka Mandiri.

Sartika, N. N. D. T., & Bajirani, M. P. D. (2024). Dampak Psikologis pada Remaja Korban Bullying : Sebuah Kajian Literatur. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(2), 5056–5064. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i2.27633

Sembiring, T. Br., Irmawati, Sabir, M., & Tjahyadi, I. (2024). Buku Ajar Metodologi Penelitian (Teori dan Praktik) (B. Ismaya, Ed.). CV Saba Jaya Publisher.

Setiawan, E. A., & Musslifah, A. R. (2023). Kecemasan dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Remaja. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 1(3), 92–101. https://doi.org/https://doi.org/10.47861/tuturan.v1i3.326

Sinopsis Inside Out 2, Kala Emosi Baru Ganggu Kehidupan Remaja Riley . (2024, June 14). CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20240612143758-220-1109026/sinopsis-inside-out-2-kala-emosi-baru-ganggu-kehidupan-remaja-riley

Syafrina, A. E. (2022). Komunikasi Massa (R. Kusumawati, Ed.). CV Mega Press Nusantara.

Wazis, K. (2022). Komunikasi Massa: Kajian Teoritis dan Empiris. In S. R. Jannah & M. Jauhari (Eds.), Jurnal Ilmu Komunikasi. UIN Khas Press.

Wijaya, M. H., & Sumbaga, M. F. (2023). Pengaruh Perasaan Takut Gagal (Fear of Failure) dan Perasaan Insecure Terhadap Kesuksesan Mahasiswa Tingkat Akhir yang Sedang Mengerjakan Tugas Akhir di DKI Jakarta. Prosiding SENANTIAS: Seminar Nasional Hasil Penelitian dan PKM, 4(1), 61–70. https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/Senan/article/view/31473

Zulfikar, F. (2024, January 20). Survei: 17,9 Juta Remaja Indonesia Punya Masalah Mental, Ini Gangguan yang Diderita. detik.com. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7150554/survei-17-9-juta-remaja-indonesia-punya-masalah-mental-ini-gangguan-yang-diderita

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>