E-Wom Oleh Kalangan Milenial Terhadap Akun @makansampaikenyang Sebagai Pemberi Rekomendasi Kuliner

Chintya Viviana, Diah Ayu Candraningrum
| Abstract views: 215 | views: 134 | views: 226

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, maka dari itu manusia selalu melakukan interaksi melalui komunikasi dengan manusia lainnya. Dalam era modern ini, kegiatan komunikasi didukung oleh adanya kemajuan di bidang teknologi dan melahirkan media baru, seperti media sosial. Adanya media sosial memungkinkan penggunanya untuk dapat mengakses informasi dengan cepat dan mudah. Kemudian muncul tokoh yang disebut sebagai food blogger sebagai akibat dari adanya perkembangan teknologi memberikan pengaruh dalam berbagai bidang, salah satunya adalah bidang kuliner, makanan kini dianggap memiliki nilai estetika dan dijadikan sebagai objek foto, kemudian diberi ulasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini yang disoroti adalah followers yang termasuk dalam generasi milenial. Simpulan yang peneliti dapatkan adalah Instagram merupakan media sosial yang sangat akrab di kalangan generasi milenial, selain itu kepopuleran food blogger tak lepas dari peranan sekelompok orang yang menjadi followersnya, hal tersebut juga didukung oleh adanya pemasaran dari mulut ke mulut, dalam konteks ini electronic word of mouth yang berperan karena pemasaran akun food blogger dilakukan oleh followers melalui media sosial Instagram. Food blogger juga berupaya melakukan interaksi melalui fitur yang ada di Instagram agar lebih akrab dengan para followersnya.

 

Keywords

Food Blogger; Followers; E-WOM; Instagram.

Full Text:

PDF PDF

References

Azeharie, Suzy. (2014). Analisis Penggunaan Twitter Sebagai Media Komunikasi Selebritis Di Jakarta. Jurnal Komunikasi. Vol 6 No. 2

Febrina, Rachel. (2018). Pemanfaatan Media Sosial (Instagram) Oleh Fashion Blogger Dalam Menginspirasi Style Para Viewers.

KomInfo. (2016). Mengenal Generasi Milenial. 27 Desember 2016. diunduh 29 November 2018

KumparanStyle. (2017). Ini Alasan Mengapa Food Blogger Jadi Profesi Yang Menggiurkan. 3 Agustus 2017.

diunduh 15 Oktober 2018

Moleong, Lexy J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Ollie. (2012). Creative Blog Writing. Jakarta: Mediakita

Priansa, Donni Juni. (2017). Komunikasi Pemasaran Terpadu Pada Era Media Sosial. Jakarta: CV. Pustaka Setia

SindoNews. (2015). Food Blogger Makin Diincar. 16 Februari 2015. diunduh 11 Oktober 2018

SlideShare. (2018). Digital in 2018 in Southeast Asia Part 2. 29 Januari 2018. < https://www.slideshare.net/wearesocial/digital-in-2018-in-southeast-asia- part-2- southeast-86866464> diunduh 27 September 2018

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta

Syahbani, Fariz & Widodo, Arry. (2017). Food Blogger Instagram: Promotion Through Social Media. Ecodemica. Vol 1 No. 1 April 2017, 48-49

Yin K. Robert, Prof. (2011). Studi Kasus; Desain dan Metode. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta

Copyright (c) 2019 Prologia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.