Kreativitas Influencer dalam Mengampanyekan Self Love untuk Kesehatan Mental di Instagram

Vonny Felicia Hastan, Gregorius Genep Sukendro
| Abstract views: 346 | views: 286

Abstract

Self love is often seen as something that is easily owned and felt by everyone. In fact, there are still many individuals who feel the impact of the absence of self love, such as depression, anti socialism, loneliness, excessive anxiety, et cetera. These impacts are often referred as mental health disorders. Meanwhile, in this modern era, almost everyone has ‘Instagram’ social media. Through Instagram, we can exchange information, upload photos or videos, communicate, and promote stuff and services. However, through Instagram, an individual can also become depressed because she/he often sees other people whose considered better than themselves. Therefore, an influencer named Khalisa Cantara Ramadhany who has the ability to persuade other people because of her large number of followers on Instagram has started to open her voice and created creative campaign about self love to help broaden people’s perspective and to help eliminating the factors that causing someone to not love themselves. For example is an unreasonable beauty standard. Other factors that can influence self love are self esteem, self confidence, and self expression or how we express ourselves.

Self love seringkali dianggap sebagai suatu hal mudah dimiliki dan dirasakan oleh setiap orang. Nyatanya, masih banyak individu yang merasakan dampak tidak ada nya self love, seperti depresi, anti sosial, penyendiri, kecemasan yang berlebih, dan sebagainya. Dampak ini seringkali disebut sebagai gangguan kesehatan mental. Sementara, di era modern ini hampir semua orang mempunyai media sosial Instagram. Melalui Instagram, kita dapat bertukar informasi, mengunggah foto maupun video, dapat berkomunikasi, serta dapat mempromosikan atau memasarkan barang dan jasa. Namun melalui media sosial Instagram juga seorang individu dapat menjadi depresi karena melihat orang lain yang dianggap lebih baik. Karena itu, seorang influencer bernama Khalisa Cantara Ramadhany yang memiliki kemampuan mempersuasi orang lain karena jumlah pengikutnya yang banyak di Instagram mulai membuka suara dan membuat kampanye kreatif mengenai self love untuk membantu memperluas pandangan masyarakat serta membantu menghilangkan faktor-faktor penyebab seseorang menjadi tidak cinta terhadap dirinya sendiri, contohnya standar kecantikan yang tidak masuk akal. Faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi sikap mencintai diri sendiri adalah sikap menghargai diri sendiri, kepercayaan diri dan bagaimana kita mengekspresikan diri kita.

Keywords

creative campaign; influencer; Instagram social media; mental health; self love

Full Text:

PDF

References

Badri Muhamad. (2011). Corperate and Marketing Communication. Jakarta:

Universitas Mercu Buana.

BBC Indonesia (10 Desember 2020). Diakses dari

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49987127

Brogan, Chris. (2010). Social Media 101 Tactic and Tips to Develop Your Business

Online. New Jersey, Canada: Wiley & Son. Inc

Bungin, Burham. (2008:76). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan

Publik dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Kompas.com (10 Desember 2020). Diakses dari

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/10/22/194548020/depresi-dan-bunuh-di

ri-di-indonesia-diprediksi-meningkat-mengapa?page=al

Moleong, Lexy J. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya.

Mulyana, Deddy. (2001). Metodologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu

Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2009:215). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Copyright (c) 2022 Prologia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.