Strategi Promosi Penyanyi Cover di Media Sosial

Mulyani Citra Setiawati, Farid Rusdi
| Abstract views: 38 | views: 44

Abstract

The development of the internet can be felt significantly by the community, such as the emergence of social media. Utilization of social media is currently quite extensive. Many cover singers use social media to promote the results of their creativity on Instagram and sometimes they immediately get a positive response from their followers. A cover singer is a singer who sings someone's original song. In this case, the formulation in this study is to find out the promotional strategies adopted by cover singers on Instagram social media, to find out the strengths and weaknesses of Instagram social media in the promotion process. The theoretical foundation used in this study include promotional strategies, social media, and Instagram. The approach method used in this research is a qualitative approach. The speakers in this study were three cover singers namely Rama Davis, Raynaldo Wijaya, Alya Nur Zurayya who used social media as a means to promote and provide information to their followers and one expert on social media 'Abang' Edwin Syarif Agustin. The results of this study indicate that the promotional strategy adopted in social media for these three cover singers is to utilize free and paid features found on Instagram that are packaged differently. One of Instagram's strengths is being able to include a number of features like swipe up that are easy to use. This is what makes people want to do promotions on Instagram.

Perkembangan internet sudah dapat dirasakan secara signifikan oleh masyarakat, seperti kemunculan media sosial. Pemanfaatan media sosial saat ini cukup luas. Banyak penyanyi cover yang menggunakan media sosial untuk mempromosikan hasil kreativitasnya di Instagram dan terkadang mereka langsung mendapatkan respon positif dari pengikutnya. Penyanyi cover ialah penyanyi yang menyanyi ulang lagu original seseorang. Dalam hal ini, perumusan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi promosi yang diterapkan oleh penyanyi cover di media sosial Instagram, untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pada media sosial Instagram dalam melakukan proses promosi. Landasan teoritik yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya ialah strategi promosi, media sosial, dan Instagram. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini ialah tiga orang penyanyi cover yaitu Rama Davis, Raynaldo Wijaya, Alya Nur Zurayya yang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk melakukan promosi dan memberikan informasi kepada pengikutnya dan satu narasumber ahli media sosial ‘Abang’ Edwin Syarif Agustin. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi promosi yang diterapkan di media sosial ketiga penyanyi cover ini ialah memanfaatkan fitur-fitur gratis dan berbayar yang terdapat di Instagram yang dikemas secara berbeda. Salah satu kelebihan Instagram adalah mampu mencakup sejumlah fitur seperti swipe up yang mudah digunakan. Hal inilah yang membuat orang ingin melakukan promosi di Instagram.

Keywords

instagram and cover singers; promotion; social media

Full Text:

PDF

References

Azeharie, S., & Sari, W. (2015). Penyingkapan Diri Ibas Yudhoyono Dalam Instagram Dan Reaksi Ani Yudhoyono Terhadap Postingan Ibas. Jurnal Komunikasi, 7(1). 108-117.

Badri, Muhammad. (2011). Komunikasi Pemasaran UMKM di Era Media Sosial. Corporate and Marketing Communication. Edisi pertama. Jakarta: Universitas Mercu Buana.

Moleong, Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nasrullah, Rulli. (2015). Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Pratomo, Yudha. (2019, Mei 16). APJII: Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tembus 171 Juta Jiwa. Oktober 7, 2019. Kompas database. https://tekno.kompas.com/read/2019/05/16/03260037/apjii-jumlah-pengguna-internet-di-indonesia-tembus-171-juta-jiwa

Prayoga T.S, Andrea & Farid. (2018). Analisis Minat Pelanggan Konten Musik Video Pada Channel Youtube Eclat Story. Prologia, 2 (2), 243-249. September 11, 2019. Terarsip di https://journal.untar.ac.id/index.php/prologia/article/view/3583

Priansa, Donni Juni. (2017). Komunikasi Pemasaran Terpadu Pada Era Media Sosial. Jakarta: CV. Pustaka Setia.

Setiyaningrum, Ari dan Udaya, Jusuf. Efendi. (2015). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Yogyakarta: Andi.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wardani, Agustin Setyo. (2019, Juni 26). Jumlah Pengguna Instagram dan Facebook Indonesia Terbesar ke-4 di Dunia. Agustus 20, 2019. Liputan6 database. https://www.liputan6.com/tekno/read/3998624/jumlah-pengguna-instagram-dan-facebook-indonesia-terbesar-ke-4-di-dunia?utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.0&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F

We Are Social. (2019, Februari 8). Berapa Pengguna Media Sosial Indonesia? Agustus 18, 2019. DATABOKS.CO.ID STATISTICS & DATA PORTAL. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/02/08/berapa-pengguna-media-sosial-indonesia

Yin, Robert K. (2014). Studi Kasus Desain & Metode. Edisi ketigabelas. Jakarta: Rajawali Pers.

Copyright (c) 2020 Prologia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.