Hambatan Komunikasi Antarbudaya Pekerja Asing yang Bekerja di Jakarta

Reza Kristiani, Lusia Savitri Setyo Utami
| Abstract views: 381 | views: 457

Abstract

The developments in Indonesia, especially in the capital city of Jakarta, have now become one of the livelihood fields that interest foreign citizens. However, due to differences in citizenship, language and culture, foreign workers who work in Jakarta experience obstacles in communication in Indonesia. In addition, the flow of globalization in metropolitan cities such as Jakarta is developing rapidly, resulting in the diminishing culture of the people residing in this city. However, it cannot be denied that there are still a number of phenomena caused by cultural differences between foreign workers and the people of Jakarta. These barriers make a noneffective communication of foreign workers. This study uses a descriptive qualitative research with the phenomenological method. The theoretical foundation used in this research is communication theory, intercultural communication and intercultural communication barriers. The results showed, of the six barriers to intercultural communication put forward by Devito, only four barriers were experienced by foreign workers who worked in Jakarta, there are stereotypes, misinterpretations of the meaning of verbal and nonverbal messages, violations of customs and culture and culture shock. Whereas prejudice and ethnocentrism do not become obstacles for foreign workers because foreign workers have a more open mind in a new environment they occupy.



Perkembangan yang terjadi di Indonesia, khususnya ibukota Jakarta saat ini menjadi salah satu lahan penghidupan yang diminati oleh para warga negara asing. Namun karena adanya perbedaan kewarganegaraan, bahasa, dan budaya, para pekerja asing yang bekerja di Jakarta mengalami hambatan dalam berkomunikasi di Indonesia. Di samping itu arus globalisasi di kota metropolitan seperti Jakarta berkembang dengan cepat, sehingga mengakibatkan kekentalan budaya masyarakat yang berada di kota ini menjadi semakin berkurang. Namun tak dapat dipungkiri bahwa masih terjadi beberapa fenomena yang diakibatkan oleh perbedaan budaya antara pekerja asing dan masyarakat Jakarta. Hambatan inilah yang membuat komunikasi para pekerja asing menjadi tidak efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Adapun landasan teoritik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori komunikasi, komunikasi antarbudaya dan hambatan komunikasi antarbudaya. Hasil penelitian menunjukan, dari enam hambatan komunikasi antarbudaya yang dikemukakan oleh Devito, hanya empat hambatan yang dialami oleh para pekerja asing yang bekerja di Jakarta, yakni stereotip, kesalahan pemaknaan arti pesan verbal dan nonverbal, terjadinya pelanggaran terhadap adat kebiasaan dan budaya serta gegar budaya. Sedangkan prasangka dan etnosentrisme tidak menjadi hambatan bagi para pekerja asing karena para pekerja asing memiliki pemikiran yang lebih terbuka dalam suatu lingkungan baru yang mereka tempati.

Keywords

foreign worker; intercultural communication; intercultural communication barrier; hambatan komunikasi antarbudaya; komunikasi antarbudaya; pekerja asing

Full Text:

PDF

References

Bangun, Wilson. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Penerbit Erlangga

Budyatna, Muhammad. (2012) Komunikasi Bisnis Silang Budaya. Edisi pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Cangara, Hafied (2016) Pengantar Ilmu Komunikasi Raja Grafindo Persada Jakarta

Devito, Joseph. (2011). Komunikasi Antarmanusia. Tangerang: Karisma Publishing Group

Effendy, Onong Uchjana. (2016) Ilmu Komunikasi : Teori dan Praktek. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Fajar, Marhaeni. (2009). Ilmu Komunikasi Teori & Praktik Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Kusherdyana. (2011). Pemahaman Lintas Budaya. Bandung: Alfabeta

Liliweri, Alo. (2011). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Kencana Preda Media Group

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Suryanto.(2015). Pengantar Ilmu Komunikasi. Bandung: CV Pustaka Setia

Samovar, L. A., Porter, R. E., & Daniel, E. R. (2014). Komunikasi Lintas Budaya. Jakarta: Salemba Humanika

Utami, Lusia Savitri S. (2018). Teori-Teori Adaptasi Antar Budaya. Jurnal Komunikasi. (n.d.). Retrieved December 19, 2019, from https://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/17/38

Tenaga Kerja Asing Masuk RI Melesat 38% Terbanyak Asal China. (2019, September 09). Retrieved September 12, 2019, from Detik: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4699585/tenaga-kerja-asing-masuk-ri-melesat-38-terbanyak-asal-china

Statistik Kebudayaan dan Bahasa 2018. (2019, Januari 01). Retrieved January 14, 2020, from Kemdikbud.go.id: http://publikasi.data.kemdikbud.go.id/uploadDir/isi_BE2D808C-AC9F-4962-963A-12FCE0EA163E_.pdf

Copyright (c) 2020 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.