Parentifikasi dan Pola Komunikasi dalam Keluarga: Pengalaman Fenomenologis Anak Sulung

Main Article Content

Cinta Nassapramita
Farid Rusdi

Abstract

responsibilities that should be carried out by the parents. This phenomenon is commonly experienced by firstborn children in families with unequal communication patterns, economic pressure, or emotional conflict. This study aims to understand the meaning of parentification and to describe the communication patterns between firstborn children and their parents in families experiencing role imbalance. The theoretical framework includes family systems theory, parentification theory, family communication theory, and role theory as the basis for understanding the relationships and interaction patterns that emerge within the family. This study employed a qualitative phenomenological approach through in-depth interviews with three informants who experienced parentification with varying intensities. The findings indicate that parentification appears through both emotional and instrumental roles, such as mediating conflicts and managing the family’s emotional atmosphere. The communication patterns formed tend to be one-way, provide limited space for expression, and place the child in a position of maintaining family stability. Parentification is understood ambivalently, both as a form of moral responsibility and as a source of psychological pressure and emotional fatigue. This study concludes that empathetic communication and clear generational boundaries are necessary to ensure that a child’s role remains aligned with their developmental stage.


 


 


Parentifikasi merupakan kondisi ketika anak mengambil alih tanggung jawab emosional maupun instrumental yang seharusnya dijalankan oleh orang tua. Fenomena ini sering dialami anak sulung dalam keluarga dengan komunikasi yang tidak setara, tekanan ekonomi, atau konflik emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memehami makna parentifikasi serta menggambarkan pola komunikasi antara anak sulung dan orang tua dalam keluarga yang mengalami ketidakseimbangan peran. Teori yang digunakan meliputi teori sistem keluarga, teori parentifikasi, teori komunikasi keluarga, dan teori peran sebagai dasar untuk memahami hubungan dan pola interaksi yang muncul dalam keluarga. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan yang mengalami parentifikasi dengan intensitas berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parentifikasi muncul melalui peran emosional dan instrumental, seperti menjadi penengah konflik, mengatur suasana keluarga. Pola komunikasi yang terbentuk cenderung bersifat satu arah, kurang memberi ruang ekspresi, dan membuat anak berperan untuk menjaga stabilitas keluarga. Parentifikasi dimaknai secara ambivalen, baik sebagai bentuk tanggung jawab moral maupun sebagai sumber tekanan psikologis dan kelelahan emosional. Penelitian ini  menyimpulkan perlunya komunikasi empatik dan batas generasi yang jelas agar peran anak tetap sesuai pada tahap perkembangannya.

Article Details

How to Cite
Nassapramita, C., & Rusdi, F. (2026). Parentifikasi dan Pola Komunikasi dalam Keluarga: Pengalaman Fenomenologis Anak Sulung. Koneksi, 10(1), 244–253. https://doi.org/10.24912/kn.v10i1.37145
Section
Articles

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Cv Syakir Media Press.

Apriliyanti, A. (2025). Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Dalam Keluarga (Studi Kasus Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Korban Bullying Di Sekolah). Jurnal Locus Penelitian Dan Pengabdian, 4(2), 1238–1247. Https://Doi.Org/10.58344/Locus.V4i2.3854

Awaru, A. O. T. (2021). Sosiologi Keluarga (Dr. Bahri M.Pd, Ed.). Cv. Media Sains Indonesia.

Ayuningtyas, F., & Zhahara, I. (2023). Love Language Di Dalam Keluarga (Studi Fenomenologi Komunikasi Antara Anak Dan Orang Tua). Inter Komunika: Jurnal Komunikasi, 8(2), 1–19. Https://Doi.Org/Http://Dx.Doi.Org/10.33376/Ik.V8i2.2163

Bahfiarti, T. (2016). Komunikasi Keluarga (Suatu Pendekatan Keberlanjutan Regenerasi Anak Petani Kakao Di Provinsi Sulawesi Selatan). Kedai Buku Jenny.

Boszormenyi-Nagy, I. , & Spark, G. M. (1973). Invisible Loyalties: Reciprocity In Intergenerational Family Therapy. Harper & Row.

Bowen, M. (1978). Family Therapy In Clinical Practice. Jason Aronson.

Chase, N. (1999). Burdened Children: Theory, Research, And Treatment Of Parentification. Sage Publications.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative Inquiry And Research Design: Choosing Among Five Approaches. Sage Publications.

Ducommun-Nagy, C. (2018). Contextual Family Therapy. In Encyclopedia Of Couple And Family Therapy (Pp. 1–8). Springer International Publishing. Https://Doi.Org/10.1007/978-3-319-15877-8_361-1

Galvin, K. M., Braithwaite, D. O., Schrodt, P., & Bylund, C. L. (2018). Family Communication: Cohesion And Change. Routledge.

Harahap, N. (2020). Penelitian Kualitatif. Wal Ashri Publishing.

Harahap, Y. A., & Amril M. (2024). Merdeka Belajar Dalam Perspektif Konstruktivesme Dan Progrefisme Sekolah Serta Realitas Sosial. Al-Mutsla, 6(1), 51–72. Https://Doi.Org/10.46870/Jstain.V6i1.831

Hidayaturrahman, M., Moerod, M., Laily, N., Wisman, Y., Goa, L., Derung, T. N., Sugiantiningsih, A. A. P., Yahya, A., E., & Handayani, E. (2020). Teori Sosial Empirik: Untuk Penelitian Ilmiah Skripsi, Tesis Dan Disertasi. Edulitera (Anggota Ikapi).

Hooper, L. M. (2007). Expanding The Discussion Regarding Parentification And Its Varied Outcomes: Implications For Mental Health Research And Practice. Journal Of Mental Health Counseling, 29(4), 322–337. Https://Doi.Org/10.17744/Mehc.29.4.48511m0tk22054j5

Jurkovic, G. J. (1997). Lost Childhoods : The Plight Of The Parentified Child. Brunner - Mazel.

Koerner, A. F., & Fitzpatrick, M. A. (2002). Toward A Theory Of Family Communication. Communication Theory, 12(1), 70–91. Https://Doi.Org/10.1111/J.1468-2885.2002.Tb00260.X

Lestari, F., & Hariastuti, R. T. (2020). Hubungan Parentification Dan Self-Worth Dengan Perilaku Agresif Peserta Didik Smk Negeri Di Kediri. Jurnal Bk Unesa, 11(1).

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Sage Publications, Inc.

Nasution, A. F. (2023). Buku Ajar Metode Penelitian Kualitatif. Harfa Creative.

Sengkey, M. M., Sinaulan, N. L., Runtu, S. S., Runtu, C. V. Y., & Matahari, B. N. (2025). Menanggung Dunia Terlalu Cepat: Pengalaman Psikologis Anak Sulung Sebagai Penopang Keluarga Di Usia 20-An. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 769–780. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.31004/Innovative.V5i4.19847

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Penerbit Alfabeta.

Wijiwigati, B. H., & Suminar, D. R. (2025). Peran Dimensi Parentifikasi Terhadap Depresi Pada Remaja Akhir Dengan Orang Tua Sakit Kronis [Skripsi, Universitas Airlangga]. Http://Repository.Unair.Ac.Id/Id/Eprint/137167

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >> 

Similar Articles

<< < 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.