Dinamika Komunikasi Internasional Anak Pasca Perselingkuhan Orang Tua

Isi Artikel Utama

Artika Naila Vania
Wulan Purnama Sari

Abstrak

The family is the foundation for child development, because it is in this environment that children first learn values, norms, and behavior patterns before interacting more widely at school and in society. When family functions weaken due to prolonged conflict, relationships that are no longer harmonious, or the inability of couples to adapt, the risk of divorce becomes higher. The study aims to describe changes in children's interpersonal communication patterns after divorce due to infidelity. The research uses a qualitative descriptive method with interviews, observations, and literature studies such as books, journals, and previous research. The results show that divorce due to infidelity triggers a significant shift in communication between children and parents. A phenomenon of realignment of relationships occurs, where emotional closeness shifts to figures who are considered safer and more supportive. Interactions that were previously warm become more infrequent, rigid, and distant, especially towards the parent who committed adultery, who is seen as a source of emotional discomfort. The restoration of communication is greatly influenced by emotional support from the non-adulterous parent and the immediate environment, such as peers, extended family, or teachers who provide a safe space to express feelings and emotional balance.


Keluarga menjadi fondasi awal bagi perkembangan anak, sebab di lingkungan inilah anak pertama kali mempelajari nilai, norma, dan pola perilaku sebelum berinteraksi lebih luas di sekolah dan masyarakat. Ketika fungsi-fungsi keluarga melemah akibat konflik berkepanjangan, hubungan yang tidak lagi harmonis, atau ketidakmampuan pasangan beradaptasi, risiko terjadinya perceraian menjadi lebih tinggi. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan perubahan pola komunikasi interpersonal anak setelah perceraian akibat perselingkuhan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi serta studi literatur seperti buku, jurnal, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian karena perselingkuhan memicu pergeseran signifikan dalam komunikasi anak dan orang tua. Terjadi fenomena realignment relasi, di mana kedekatan emosional berpindah kepada figur yang dianggap lebih aman dan suportif. Interaksi yang sebelumnya hangat bergeser menjadi lebih jarang, kaku, dan berjarak, terutama terhadap orang tua pelaku perselingkuhan yang dipandang sebagai sumber ketidaknyamanan emosional. Pemulihan komunikasi sangat dipengaruhi oleh dukungan emosional dari orang tua non-pelaku serta lingkungan terdekat seperti teman sebaya, keluarga besar, atau guru yang menyediakan ruang aman untuk mengekspresikan perasaan dan keseimbangan emosionalnya.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Vania, A. N., & Sari, W. P. (2026). Dinamika Komunikasi Internasional Anak Pasca Perselingkuhan Orang Tua. Koneksi, 10(1), 116–124. https://doi.org/10.24912/kn.v10i1.37137
Bagian
Articles
Biografi Penulis

Artika Naila Vania, Universitas Tarumanagara

Fikom Untar

Wulan Purnama Sari, Universitas Tarumanagara

Fikom Untar

Referensi

Alwinda, F., & Setyanto, Y. (t.t.). Ferren Alwinda, Yugih Setyanto: Komunikasi Antar Pribadi Orangtua-Anak Pasca Perceraian Komunikasi Antar Pribadi Orangtua-Anak Pasca Perceraian.

Amato, P. R. (2010). Research on Divorce: Continuing Trends and New Developments. Journal of Marriage and Family, 72(3), 650–666. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2010.00723.x

Anggraini, C., Denny, ) ;, Ritonga, H., Kristina, L., Syam, M., & Kustiawan, W. (2022). Komunikasi Interpersonal. Jurnal Multidisiplin Dehasen, 1(3), 337–342.

Aswaruddin, Simangunsong, A. S., Damanik, S. N., Oktapia, D., & Rafsanjani, A. (2025). Persepsi Dalam Komunikasi Interpersonal. Journal on Education, 7(2), 11277–11283.

DeVito, J. A. (2016). The interpersonal communication book. Pearson.

Fanani, W. A., Fuad, M., & Siregar, Z. (2024). Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Analisis Komunikasi Anak Broken Home Pasca Perceraian Orang Tua. Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII), 2(1), 145–160.

Hasanah, M. (2024). Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. 14–26. https://doi.org/10.30868/im.v3i01.629

Isminadzila, S., Iskandari, H. O., Kusumaningrum, Y., & Innayatul ’aini, A. (2022). Analisis Komunikasi Interpersonal Pada Keluarga Pasca Perceraian Orang Tua dalam Upaya mPembentukan Karakter Anak. Analisis Komunikasi Interpersonal Pada Keluarga…, 1.

Prawita, D. (2024). Analisis Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Remaja Laki-Laki Akibat Perceraian Di Kabupaten Sleman. NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa, 5(2), 142–151. https://doi.org/10.53565/nivedana.v5i2.1246

Roem, E. R., & Sarmiati. (2019). Komunikasi Interpersonal. CV IRDH.

Rumengan, I., Koagouw, F. V. I. A., & Kalangi, J. S. (2020a). Pola Komunikasi Dalam Menjaga Kekompakan Anggota Grup Band Royal Worship Alfa Omega Manado. 2(3).

Rumengan, I., Koagouw, F. V. I. A., & Kalangi, J. S. (2020b). Pola Komunikasi Dalam Menjaga Kekompakan Anggota Grup Band Royal Worship Alfa Omega Manado. 2(3).

Rustina. (2022). Keluarga Dalam Kajian Sosiologi. Jurnal studi gender dan islam, 14(2), 244–267.

Siregar, D., Sitepu, K., Darma, M., Na’im, K., Tarigan, M. T. U., Razali, R., & Harahap, F. S. (2023). Studi hukum tentang tingkat perceraian dan efeknya terhadap anak. Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI), 3(2), 178–185. https://doi.org/10.54123/deputi.v3i2.276

Wardani, A. K., Suhariadi, F., & Sugiarti, R. (2022). Dampak Perceraian Terhadap Perilaku Sosial Anak. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 2684–2690.

Yaksa, R. A., Wijaya, F. K., Walindarahma, S. A., & Sitompul, S. (2022). Studi Kasus Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Kepercayaan Diri Remaja. Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan, 5(2), 188–191.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >> 

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.