Komunikasi Interpersonal dalam Perspektif Teori Negosiasi Wajah: Studi pada Rumah Tangga Pasangan Muda
Isi Artikel Utama
Abstrak
When entering the early stages of marriage, couples often lack sufficient experience in managing conflict, so negotiating skills to maintain harmony are crucial. This study aims to analyze the strategies young couples use to negotiate face in dealing with marital conflict. This study uses the concept of facework from Brown and Levinson, which was later developed by Ting-Toomey into Face Negotiation Theory, which explains that each individual strives to maintain, protect, and restore their face through certain communication styles. To understand the dynamics of marital relationships, this study also uses the patterns of marital relationships in the household proposed by Subiyanto, namely property owner, head complement, senior junior partner, and equal partner. The research method used is a qualitative approach with in-depth interviews with young couples with marriages under five years old. The results show that face negotiation occurs in various forms of conflict influenced by relationship patterns, communication experiences, and cultural values. Couples with an equal partner pattern tend to demonstrate more open and mutually supportive communication compared to other more hierarchical patterns that show a tendency to dominate in maintaining personal face.
Ketika memasuki fase awal pernikahan, pasangan sering kali belum memiliki pengalaman yang memadai dalam mengelola pertentangan, sehingga kemampuan bernegosiasi untuk menjaga keharmonisan menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pasangan muda menegosiasikan wajah dalam menghadapi konflik rumah tangga. Penelitian ini menggunakan konsep facework dari Brown dan Levinson yang kemudian dikembangkan oleh Ting-Toomey menjadi Face Negotiation Theory, yang menjelaskan bahwa setiap individu berusaha mempertahankan, melindungi, dan memulihkan wajahnya melalui gaya komunikasi tertentu. Untuk memahami dinamika dalam hubungan rumah tangga penelitian ini juga menggunakan pola hubungan suami istri dalam rumah tangga yang dikemukakan oleh Subiyanto, yaitu owner property, head complement, senior junior partner, dan equal partner. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada pasangan muda dengan usia pernikahan di bawah lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negosiasi wajah terjadi dalam berbagai bentuk konflik yang dipengaruhi oleh pola relasi, pengalaman komunikasi, serta nilai budaya, pasangan dengan pola equal partner cenderung menunjukkan komunikasi yang lebih terbuka dan saling mendukung di bandingkan pola lain yang lebih hierarkis menunjukkan kecenderungan dominasi dalam mempertahankan wajah pribadi.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Koneksi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.Referensi
Ali, M. N. (2022). Nikah Muda Sebagai Benteng Ketahanan Keluarga. Taqnin : Jurnal Syariah Dan Hukum, 04(02), 169–184. Http://Jurnal.Uinsu.Ac.Id/Index.Php/Taqnin/Article/Download/14042/6193
Asanar, H. M., Zakaria, S. M., Manap, J., & Ibrahim, M. A. (2021). Pencetus Utama Konflik Perkahwinan Sepanjang Fasa Pertama Perkahwinan Dalam Kalangan Pasangan Muda: Kajian Kes Semasa Perintah Kawalan Pergerakan (Pkp). International Journal For Studies On Children, Women, Elderly And Disabled, 12, 64–68. Https://Ijcwed.Com/Wp-Content/Uploads/2022/01/Ijcwed14_521.Pdf
Azkiya, R. N. (2024). Pola Komunikasi Pasangan Pernikahan Periode Awal Dalam Membangun Ketahanan Keluarga (Analisis Habituasi-Normatif). Ar-Risalah Media Keislaman Pendidikan Dan Hukum Islam, 22(2), 174. Https://Doi.Org/10.69552/Ar-Risalah.V22i2.2729
Danuri, M. (2019). Perkembangan Transformasi Teknologi Digital. Infokam : Informasi Komunikasi Media Digital, 3(2), 116–123. Https://Www.Researchgate.Net/Profile/Muhamad-Danuri/Publication/346898118_Perkembangan_Dan_Transformasi_Teknologi_Digital/Links/6052fe38299bf173674e30b8/Perkembangan-Dan-Transformasi-Teknologi-Digital.Pdf
Dwima, M. J. A. (2019). Pengaruh Komunikasi Efektif Terhadap Kepuasan Pernikahan Pada Pasangan Yang Melakukan Pernikahan Dini. Cognicia, 7(4), 475–491. Https://Doi.Org/10.22219/Cognicia.V7i4.10466
Fadli, M. R. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. Https://Doi.Org/10.21831/Hum.V21i1.38075
Kamala, A. D. (2023). Face Negotiation Theory Terhadap Konten Login: Analisis Konstruksi Toleransi Konten Login Di Youtube Dedy Corbuzier. Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama, 15(2), 104–114. Https://Ejournal.Uin-Suska.Ac.Id/Index.Php/Toleransi/Article/Viewfile/28281/9957
Kinasih, R. K., & Rusdi, F. (2020). Konstruksi Konsep Diri Sepasang Remaja Dalam Film Dua Garis Biru. Koneksi, 3(2), 447. Https://Doi.Org/10.24912/Kn.V3i2.6452
Leonardo, & Azeharie, S. (2023). Representasi Komunikasi Asertif Ayah Dan Anak Dalam Film Ngeri- Ngeri Sedap ( Analisis Semiotika Pierce ). Kiwari, 2(4), 694–701. Https://Www.Researchgate.Net/Publication/377484004_Representasi_Komunikasi_Asertif_Ayah_Dan_Anak_Dalam_Film_Ngeri-Ngeri_Sedap_Analisis_Semiotika_Pierce
Martin, E., Loisa, R., & Oktavianti, R. (2018). Self-Disclosure Dalam Komunikasi Antarpribadi Pada Pasangan Suami Istri Beda Agama. Koneksi, 2(1), 60–66. Https://Doi.Org/10.24912/Kn.V2i1.2430
Nouvan. (2024). Jumlah Kasus Perceraian Di Indonesia 2024 Berdasarkan Penyebabnya. Dataloka. Https://Dataloka.Id/Humaniora/2951/Jumlah-Kasus-Perceraian-Di-Indonesia-2024-Berdasarkan-Penyebabnya/
Oetzel, J. G., & Ting-Toomey, S. (2003). Face Concerns In Interpersonal Conflict: A Cross-Cultural Empirical Test Of The Face Negotiation Theory. Communication Research, 30(6), 599–624. Https://Doi.Org/10.1177/0093650203257841
Primareta, K., & Nur Suryanto Gono, J. (2021). Pemeliharaan Komitmen Pada Pasangan Pernikahan Dini. Interaksi, 10(4). Https://Ejournal3.Undip.Ac.Id/Index.Php/Interaksi-Online/Article/View/31791
Rustini Wulandari, A. R. (2018). Relasi Interpersonal Dalam Psikologi Komunikasi. Islamic Communication Journal, 3(1), 22–23. Https://Www.Researchgate.Net/Publication/330959397_Relasi_Interpersonal_Dalam_Psikologi_Komunikasi
Saidiyah, S., & Julianto, V. (2017). Problem Pernikahan Dan Strategi Penyelesaiannya: Studi Kasus Pada Pasangan Suami Istri Dengan Usia Perkawinan Di Bawah Sepuluh Tahun. Jurnal Psikologi Undip, 15(2), 124. Https://Doi.Org/10.14710/Jpu.15.2.124-133
Sari, F. (2023). Kesiapan Menikah Pada Dewasa Muda Dan Pengaruhnya Terhadap Usia Menikah. Jurnal Humanika Pedagogia, 6(3), 143–153. Https://Journal.Ipb.Ac.Id/Index.Php/Jikk/Article/View/9982
Subiyanto, M. J. (2018). Pola Relasi Suami-Istri Dalam Status Sosial Yang Berbeda (Studi Kasus Terhadap Enam Keluarga Di Kota Klaten). In Tesis (P. 17). Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta. Https://Digilib.Uin-Suka.Ac.Id/Id/Eprint/32788/
Surawan, S. (2019). Pernikahan Dini; Ditinjau Dari Aspek Psikologi. Al-Mudarris (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam), 2(2), 200–219. Https://Doi.Org/10.23971/Mdr.V2i2.1432
Ting-Toomey, S. (2017). Conflict Face-Negotiation Theory Tracking Its Evolutionary Journey (P. 21). Routledge.
Umboro, A. P. (2024). Komunikasi Yang Gagal: Analisis Psikologi Perceraian Pada Pasangan Nikah Muda. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 1–9. Https://Www.Academia.Edu/121884220/Komunikasi_Yang_Gagal_Analisis_Psikologi_Perceraian_Pada_Pasangan_Nikah_Muda
Wardani, J. (2022). Face Negotiation Dalam Mengelola Konflik Antar Budaya Pada Pasangan Pernikahan Antar Etnik Batak Dan Jawa Di Rokan Hilir. In Skripsi. Uin Sultan Syarif Kasim. Https://Repository.Uin-Suska.Ac.Id/63748/
Yusanto, Y. (2020). Ragam Pendekatan Penelitian Kualitatif. Journal Of Scientific Communication (Jsc), 1(1), 1–13. Https://Www.Academia.Edu/66485811/Ragam_Pendekatan_Penelitian_Kualitatif