Makna Perayaan Onde dalam Komunikasi Antarbudaya Tionghoa di Indonesia

Novita Novita, Farid Rusdi
| Abstract views: 228

Abstract

Komunikasi memiliki kaitan yang erat dengan budaya. Komunikasi dapat membuat suatu budaya dapat bertahan. Indonesia memiliki beragam budaya dan etnis. Perayaan onde merupakan suatu budaya yang masih dirayakan oleh etnis Tionghoa di Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi antarbudaya, makna, akulturasi, media baru dan media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif wawancara secara mendalam. Data yang dianalisis diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan dua key informant dan dua narasumber. Untuk melestarikan budaya tersebut Koko Cici Jakarta membuat Festival “Ondeternal Love” yang memiliki makna penting.

Keywords

komunikasi, advertising, budaya Tionghoa

References

Ardianto, E. (2011). Komunikasi 2.0: Teoritisasi dan Implikasi. Yogyakarta: Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi.

Lan, N. J. (1961). Peradaban Tionghoa Selajang Pandang. Jakarta: Keng Po Djakarta.

Liliweri, A. (2011). Komunikasi: Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Prenada Media Group.

Moleong, L. J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Samovar, L. A., Richard, E., & Edwin, R. (2010). Komunikasi Lintas Budaya. Jakarta: Salemba Humanika.

Steven, R., Gunawan, R., & Lim, S. (2014). Analisis Tradisi Perayaan Dongzhi Masyarakat Cina benteng di Tangerang. 3-4.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kebijakan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D dan Penelitian Evaluasi. Alfabeta.

Copyright (c) 2018 Koneksi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.