Pengaruh Kredibilitas Brand Ambassador Non-Celebrity Analisa Widyaningrum terhadap Keputusan Pembelian Hijabenka

Gaby Geraldine, Diah Ayu Candraningrum
| Abstract views: 215 | views: 208

Abstract

The concept of brand ambassadors is now widely used by companies to bring out product excellence in order to attract consumer buying interest. Some people still assume that the brand ambassador is a public figure who is a famous celebrity. However, Hijabenka chose to use non-celebrity brand ambassadors or those who did not come from the entertainment world but by seeing special expertise to represent Hijabenka products. The question of this study is to look at the influence of non-celebrity brand ambassadors on purchasing decisions for Hijabenka products. Advertising models are grouped into three namely lay endorsers (celebrity undercover advertisements), celebrity endorsers (celebrities), and expertise (experts). This research was conducted with a mixed method research approach, namely quantitative data through questionnaires distributed to members of Hijabers Mom and qualitative data namely interviews with Hijabenka brand manager, The conclusion in this study states that there is an influence between non-celebrity brand ambassadors on Widyaningrum's analysis of decisions purchase of Hijabenka products. This is aimed at the compatibility between Hijabenka brand ambassador criteria and purchasing decision factors, especially the Hijabers Mom Community community.

 

Konsep brand ambassador sekarang ini mulai banyak digunakan oleh perusahaan untuk memunculkan keunggulan produk demi menarik minat beli konsumen. Sebagian kalangan masyarakat masih menganggap bahwa brand ambassador adalah seorang publik figur yang merupakan selebriti terkenal. Namun, Hijabenka memilih untuk menggunakan brand ambassador non-celebrity atau yang bukan berasal dari dunia hiburan tetapi dengan melihat keahlian khusus untuk mewakili produk Hijabenka. Pertanyaan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh brand ambassador non-celebrity terhadap keputusan pembelian produk Hijabenka. Model iklan dikelompokan menjadi tiga yaitu lay endorser (bintang iklan samaran), celebrity endorser (selebritis), dan expertise (para ahli). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian mixed method, yaitu data kuantitatif dengan melalui kuesioner yang disebar kepada anggota dari Hijabers Mom dan data kualitatif yaitu wawancara dengan brand manager Hijabenka , Kesimpulan dalam penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara brand ambassador non-celebrity Analisa Widyaningrum terhadap keputusan pembelian produk Hijabenka. Hal ini ditujukan dengan kesesuaian antara kriteria brand ambassador Hijabenka dengan faktor keputusan pembelian khususnya komunitas Hijabers Mom Community.

Keywords

brand ambassador; keputusan pembelian; Hijabenka; Purchase Decision

Full Text:

PDF

References

Assauri, Sofjan. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Rajawali Pers. 2013

Belch, George. Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communications Perspective. New York: McGraw Hill. 2009

Firmansyah, Anang. Pemasaran Produk dan Merek: Planning dan Strategy, Jakarta: Qiara Media. 2019

Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran, Edisi 13. Jakarta: Erlangga. 2009

Kriyantono, Rachmat. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: kencana Prenada Media Grup. 2009

Prasetyo, Bambang. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo. 2010

Sarwono, Jonathan. Mixed Methods: Cara Menggabungkan Riset Kuantitatif dan Riset Kualitatif Secara Benar, Jakarta: PT.Elex Media Komputindo. 2013

Shimp, Terence A. Periklanan Promosi. Jakarta: Erlangga. 2010.

Aqsa. (2015). Pengaruh Kredibilitas Perusahaan dan Public Figure Dalam Periklanan Online Terhadap Sikap Konsumen. Jurnal Balance.

Wehmeyer, (2009). Celebrity Endorsements Versus Created Spokesperson In Advertising: A survey Among Students. Terarsip di: http://www.scielo.org.za/pdf/sajems/v12n1/07.pdf

Budiman, (2018) Peran Brand Ambassador Pada Iklan Dalam Membangun Brand Awareness (Studi Kasus Iklan Youtube LG G7 Thinq BTS). Jurnal Komunikasi, Terarsip di: https://journal.untar.ac.id/index.php/prologia/article/view/3743

Susantio, (2019). Pengaruh Brand Image Oi-Dakk Dengan Penggunaan Endorser Untuk Promosi Di Instagram Terhadap Minat Beli Konsumen. Terarsip di:

https://journal.untar.ac.id/index.php/prologia/article/view/6246/43

Tashandra, Nabilla. (2018, Maret 28). Poppy Dharsono: Fesyen Indonesia, Jadi Tuan Rumah di Negri Sendiri. September 16, 2019. Kompas.com. https://lifestyle.kompas.com/read/2018/03/28/165130320/poppy-dharsono-fesyen-indonesia-jadilah-tuan-rumah-di-negeri-sendiri

Copyright (c) 2020 Prologia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.