Interaksi Simbolik Pengajar Musik Tunanetra dengan Siswa Tunanetra di Yayasan Mitra Netra Lebak Bulus Jakarta Selatan

Intan Puspitasari, Suzy Azeharie
| Abstract views: 97 | views: 89

Abstract

Kesulitan tunanetra adalah keterbatasan dalam melihat sehingga perlunya pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya. Anak tunanetra tidak hanya harus mendapat pendidikan akademik tetapi juga pendidikan non akademik, sehingga potensi anak berkembang secara optimal. Yayasan Mitra Netra Lebak Bulus Jakarta Selatan mengajarkan keahlian di luar pendidikan akademik yaitu salah satunya adalah pembelajaran bermusik. Yayasan ini memiliki tiga orang pengajar musik yang merupakan penyandang tunanetra. Pengajaran bermusik untuk anak tunanetra berupaya memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak termasuk anak tunanetra dalam memperoleh kesempatan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi simbolik pengajar musik tunanetra dengan siswa tunanetra di Yayasan Mitra Netra Lebak Bulus Jakarta Selatan. Untuk mengetahui cara pengajar musik tunanetra mengatasi kendala dalam pembelajaran bermusik di Yayasan Mitra Netra Lebak Bulus Jakarta Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, komunikasi verbal dan interaksi simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian akan menggunakan wawancara mendalam terhadap lima orang narasumber yaitu tiga pengajar musik, pengurus yayasan dan siswa. Data penelitian yang diperoleh bersumber dari wawancara, observasi dan studi pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komunikasi interaksi simbolik antara pengajar musik tunanetra dengan siswa tunanetra di Yayasan Mitra Netra adalah menggunakan pengulangan suara melalui pendengaran dan interaksi simbolik berupa perabaan. Sebab tidak menggunakan visual karena siswa dan pengajar merupakan tunanetra. Dalam berkomunikasi menggunakan interaksi simbolik berupa perabaan, dilakukan dengan cara jari siswa dipegang untuk mengikuti gerak tangan pengajar musik. Setelah itu siswa harus mendengarkan dan mempraktikkan pembelajaran yang diberikan oleh pengajar musik.

Keywords

Interaksi Simbolik; Perabaan; Komunikasi; Pengajar Musik Tunanetra dan Siswa Tunanetra

Full Text:

PDF

References

Hidayat, Asep AS dan Ate Suwandi. (2016). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Tunanetra. Jakarta: PT. Luxima Metro Media

http://mitranetra.or.id

Nazir, Mohammad. (2011). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia

R. Wirjana, Bernardine. (2009). Pelayanan Sosial Bagi Anak-anak Cacat. Jakarta: Komunitas Pegiat Sosial Jakarta

Somantri, Sutjihati. (2009). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: PT Refika Aditama

Sujarweni, V. Wiratna. (2014). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press

Supradewi, Ratna. (2010). Otak, Musik dan Proses Belajar. Jurnal Buletin Psikolog.

Copyright (c) 2019 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.