Media Komunikasi Pilihan Generasi Z sebagai Ruang Aman dan Media Ekspresi
Main Article Content
Abstract
The development of digital media has encouraged Generation Z to utilize various communication platforms as a means of self-disclosure and privacy management in their interactions. This study aims to understand how Generation Z engages in self-disclosure through Instagram Close Friends and WhatsApp Groups, as well as the reasons behind their preference for these two media. This study uses the theoretical foundations of Computer Mediated Communication (CMC), Communication Privacy Management (CPM), and Theory of Reasoned Action (TRA) to analyze individuals' considerations in choosing digital communication media. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method, with data collection through in-depth interviews, observation, and documentation of seven main informants and one expert informant. The results show that the choice of communication media is not random, but is influenced by communication goals, perceptions of privacy security, feature characteristics, and norms of use within the group. Instagram Close Friends is used to selectively share personal stories without the demand for a response, while WhatsApp Group is used for quick two-way conversations, discussions, and direct emotional support. These findings confirm that the compatibility between the nature of the message and the capabilities of the medium is a major factor in Generation Z's self-disclosure preferences.
Perkembangan media digital mendorong Generasi Z untuk memanfaatkan berbagai platform komunikasi sebagai sarana self-disclosure sekaligus pengelolaan privasi dalam berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Generasi Z melakukan self-disclosure melalui fitur Instagram Close Friends dan WhatsApp Group serta alasan yang melatarbelakangi preferensi terhadap kedua media tersebut. Penelitian ini menggunakan landasan teori Computer-Mediated Communication (CMC), Communication Privacy Management (CPM), dan Theory of Reasoned Action (TRA) untuk menganalisis pertimbangan individu dalam memilih media komunikasi digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh informan utama serta satu informan ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan media komunikasi tidak bersifat acak, melainkan dipengaruhi oleh tujuan komunikasi, persepsi terhadap keamanan privasi, karakteristik fitur, serta norma penggunaan dalam kelompok. Instagram Close Friends dimanfaatkan untuk membagikan cerita personal secara selektif tanpa tuntutan respons langsung, sementara WhatsApp Group digunakan untuk percakapan dua arah yang cepat, diskusi, serta dukungan emosional secara langsung. Temuan ini menegaskan bahwa kecocokan antara karakteristik pesan dan kemampuan media menjadi faktor utama dalam preferensi self-disclosure Generasi Z.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Prologia Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.References
Al Haidar, F., & Tutiasri, R. P. (2023). Strategi pengelolaan privasi remaja pada orang tua di Instagram. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi Dan Informasi, 8(3), 510–522.
Angga, I. K. C. W., & Nugroho, H. B. (2025). Konstruk sosial dan teknologi: Fenomena penggunaan fitur Close Friend dalam second account Instagram. JURKOM: Jurnal Riset Komunikasi, 8(2), 308–327.
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak.
Asmayulia, A., & Rohmah, A. N. (2023). Pengungkapan diri (self-disclosure) ditinjau dari teori communication privacy management pada penggunaan fitur Close Friend di Instagram. Jurnal Komunikasi, 11(3), 183 – 197. https://ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2023/08/eJOURNAL_Afifah%20Asmayulia_1802055056_1_%20(08-05-23-05-42-27).pdf
Databoks. (2024, September 24). Media sosial favorit Gen Z dan milenial Indonesia. https://databoks.katadata.co.id/infografik/2024/09/24/media-sosial-favorit-gen-z-dan-milenial-indonesia
Desideria, N., & Syaki, W. R. (2023). Fake Instagram: Manajemen identitas dan privasi melalui fenomena finstagram. Tuturlogi, 3(2), 53. https://doi.org/10.21776/ub.tuturlogi.2022.003.02.1
Dianiya, V. (2021). Management privacy dalam penggunaan fitur “Close Friend” di Instagram. Jurnal Studi Komunikasi (Indonesian Journal of Communications Studies), 5(1), 249. https://doi.org/10.25139/jsk.v5i1.2652
Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode penelitian kualitatif (F. Annisya & Sukarno, Eds.). Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).
Martinez, L., & Aesthetika, N. M. (2024). Self-disclosure between community members connect group via WhatsApp media. Indonesian Journal of Cultural and Community Development, 15(2).
Masaviru, M. (2016). Self-disclosure: Theories and model review. Journal of Culture, Society and Development, 18, 43–47.
Murti, B. B. S., & Paramita, S. (2025). Tahapan self-disclosure pengguna fitur LINE Nearby di aplikasi LINE untuk menemukan teman. Prologia, 9(1), 75–83. https://doi.org/10.24912/pr.v9i1.33171
Naamy, N. (2019). Metodologi penelitian kualitatif: Dasar-dasar & aplikasinya. Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah LP2M UIN Mataram.
Nasution, A. F. (2023). Metode penelitian kualitatif. CV Harva Creative.
Petronio, S., & Child, J. T. (2020). Conceptualization and operationalization: utility of communication privacy management theory. Current Opinion in Psychology, 31, 76–82. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2019.08.009
Saputri, A. N. (2025). Media sosial sebagai sarana ekspresi diri dan performa diri digital. (Unpublished manuscript). ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/392708668
Susanto, F., Sufa, S. A., Brumadyadisty, G., Jusnita, R. A. E., & Eko Putro, H. (2024). Analysis of using #1hari1oknum and #percumalaporpolisi hashtags in the computer mediated communication function on Instagram. Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran Dan Penelitian, 10(2), 211–229. https://doi.org/10.52434/jk.v10i2.3704
Tandres, H., & Winduwati, S. (2024). Pengelolaan self-disclosure generasi Z melalui penggunaan multiple accounts di Instagram. Koneksi, 8(1), 233–244. https://doi.org/10.24912/kn.v8i1.27659
Tanvaltin, V., & Yuliana, N. (2024). Preferensi pengguna media sosial TikTok dalam menonton konten TikTok Abe. Jurnal Komunikasi, 15(1), 8–17.
Waruwu, M. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: Metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi (mixed method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896–2910.
WhatsApp. (2025). Terhubung dan selesaikan banyak hal di grup. https://www.whatsapp.com/groups?lang=id
Yuliyani, & Suharto. (2022). Pengaruh e-WOM di Instagram terhadap minat berkunjung dan dampaknya terhadap keputusan berkunjung wisatawan di Yogyakarta (studi kasus pada akun @explorejogja). Journal of Tourism and Economic, 5(2), 161–177. https://doi.org/10.36594/jtec/ez5brw89