Tatung Sebagai Budaya Masyarakat Tionghoa (Studi Komunikasi Ritual Tatung di Singkawang)

Fitria Ferliana Suryadi, Suzy S. Azeharie
| Abstract views: 104 | views: 29

Abstract

This research is titled Tatung as a Cultural Part of the Chinese Community (Tatung Ritual Communication Study in Singkawang). The purpose of this study is  to determine Tatung which is considered by the Chinese community in Singkawang, as a culture and to know the ritual communication carried out by Tatung in Singkawang. Tatung is a person who is possessed by the spirit of Dewa to help the Chinese community in Singkawang who are in need, such as asking about their wedding date, health, career and future. This thesis uses ethnographic methods to describe and discover the hidden knowledge of a culture or community. This thesis uses descriptive qualitative methods. Research Data obtained from non participant observation on Tatung in Singkawang, semi-structured interview with one Key informant and three additional informant in Singkawang, library study and document study. The theory used in the study was the ritual communication of Eric W. Rothenbuhler stating that ritual communication is part of the use of symbols. Rituals are always identical to habits or routines. Ritual as a hereditary action, formal action and containing transcedental values. The conclusion of this research is Tatung is a cultural part of Singkawang because the Chinese people in Singkawang strongly believe in Tatung from generation to generation and the majority of Chinese in Singkawang Confucian religion. 


Penelitian ini mengangkat Tatung sebagai bagian dari budaya masyarakat Tionghoa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tatung yang dianggap oleh masyarakat Tionghoa di Singkawang sebagai budaya dan komunikasi ritual yang dilakukan oleh Tatung di Singkawang. Tatung merupakan orang yang dirasuki oleh roh dewa untuk membantu masyarakat Tionghoa yang membutuhkan, seperti menanyakan tanggal pernikahan, kesehatan, karir dan masa depan. Penelitian ini menggunakan metode etnografi untuk mendeskripsikan dan menemukan pengetahuan tersembunyi suatu budaya atau komunitas. Data penelitian diperoleh dari observasi non partisipan pada Tatung di Singkawang, wawancara semi terstruktur dengan satu key informan dan tiga informan tambahan di Singkawang, studi pustaka dan studi dokumen. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah komunikasi ritual dari Eric W. Rothenbuhler yang menyatakan bahwa komunikasi ritual merupakan bagian dari pemaknaan simbol. Ritual selalu identik dengan kebiasaan atau rutinitas. Ritual sebagai suatu aksi turun-temurun, aksi formal dan mengandung nilai-nilai transendental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tatung merupakan bagian budaya di Singkawang karena masyarakat Tionghoa di Singkawang sangat percaya terhadap Tatung dari generasi ke generasi dan mayoritas Tionghoa di Singkawang beragama Konghucu.


Keywords

culture; singkawang; tatung; tatung ritual; trust; budaya; kepercayaan; ritual tatung

Full Text:

XML

References

Augustinova, Danu Eko. (2015). Memahami Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Calpullis.

Bandur, Agustinus. (2016). Penelitian Kualitatif: Metodologi, desain dan Teknik Analisis Data dengan NVivo 11 Plus. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Mulyana, Deddy dan Jalaluddin Rakhmat. (2001). Komunikasi Antar Budaya: Panduan Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Tanggok, M. Ikhsan. (2017). Agama dan Kebudayaan Orang Hakka Di Singkawang: Memuja Leluhur dan Menanti Datangnya Rezeki. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Toer, Pramoedya A. (1998). Hoakiau di Indonesia. Jakarta: Graha Budaya.

Manafe, Yermia Djefri. (2011). Komunikasi Ritual pada Budaya Bertani Atoni Pah Meto di Timor-Nusa Tenggara Timur. Jurnal Komunikasi, 289.

Paramita, Sinta dan Wulan Purnama Sari (2016). Komunikasi Lintas Budaya dalam Menjaga Kerukunan antara Umat Beragama di Kampung Jaton Minahasa. Jurnal Pekommas, Vol. 1No. 2, Oktober 2016: 153-166.

Permatasari, Yulita Dewi dan Hera Yulita (2017). Tatung: Perekat Budaya di Singkawang. Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 5-6.

Copyright (c) 2020 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.