Pemaknaan Publik terhadap Narasi Iklan dalam Platform Digital
Main Article Content
Abstract
Over the past decade, the development of digital technology has significantly transformed marketing communication practices, particularly through digital advertising. One increasingly adopted approach is narrative, as it is considered effective in building emotional connections and creating more relevant experiences for audiences. This study aims to analyze how audiences interpret the narrative presented in a digital advertisement for a UHT milk product that offers a different approach compared to conventional milk advertisements, which typically emphasize nutritional value and positive family imagery. The research employs the narrative paradigm theory, focusing on the concepts of coherence and fidelity. A qualitative case study method was applied through in-depth interviews with four informants who had watched the advertisement. The findings reveal that audience interpretations vary, yet generally converge on a central meaning related to self-restoration and maintaining balance, both physically and emotionally. These results confirm that the meaning of digital advertising is constructed through the interaction between narrative structure and the audience’s lived experiences, rather than solely through the explicit message conveyed by the advertiser.
Perkembangan teknologi digital dalam satu dekade terakhir, telah membawa perubahan signifikan dalam praktik komunikasi pemasaran, khususnya melalui iklan digital. Salah satu pendekatan yang semakin sering digunakan adalah narasi, karena narasi diyakini mampu menghadirkan pengalaman yang lebih relevan bagi audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana khalayak memaknai narasi dalam iklan digital produk susu UHT yang menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan iklan susu konvensional yang umumnya menekankan aspek gizi dan citra keluarga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori paradigma naratif dengan menitikberatkan pada konsep koherensi dan fidelitas. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap empat informan yang telah menyaksikan iklan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan khalayak bersifat beragam, namun secara umum mengarah pada makna pemulihan dan penjagaan keseimbangan diri, baik secara fisik maupun emosional. Temuan ini menegaskan bahwa makna iklan digital terbentuk melalui interaksi antara struktur narasi dan pengalaman hidup audiens, bukan semata-mata dari pesan eksplisit yang disampaikan pembuat iklan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Prologia Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.References
Adat, J., Marline, S., Citraningtyas, C., & Murtiharso, Y. D. (2025). Pemaknaan khalayak terhadap genderless beauty dalam iklan Pantene (Analisis resepsi Stuart Hall pada iklan Bye #RambutCape, Hallo #RambutKeCharge Keanu Angelo). (Skripsi, Universitas Pembangunan Jaya). Repository UPJ. https://eprints.upj.ac.id/id/eprint/2944/1/1.%20Pendahuluan.pdf
Adhimah, S. (2020). Peran orang tua dalam menghilangkan rasa canggung anak usia dini (Studi kasus di Desa Karangbong RT 06 RW 02 Gedangan-Sidoarjo). Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 57–62.
Allysa, A. N. (2025). Implementasi storytelling marketing Sutasoma Hotel by The Tribrata dalam membangun brand awareness. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(3), 1098–1107.
Arasta, G. M. (2022). Makna susu segar dan sehat pada iklan Frisian Flag kental manis Gold. Jurnal Pariwara, 2(2). https://jurnal.bsi.ac.id/index.php/pariwara
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). Survei penetrasi internet Indonesia 2024.
Assyakurrohim, D., Ikhram, D., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2022). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(01), 1–9. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.1951
Sukendro, G. (n.d.). Kreatif hashtag: Analisis deskriptif makna penggunaan hashtag pada iklan Tokopedia #MulaiAjaDulu di YouTube. Prologia. https://doi.org/10.24912/PR.V3I1.6206
Nurrisa, F., & Hermina, D. (2025). Pendekatan kualitatif dalam penelitian: Strategi, tahapan, dan analisis data. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran | E-ISSN: 3026-6629, 2(3), 793-800. https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jtpp/article/view/581
Paparan Publik Perusahaan Desember 2021. (n.d.).
Rodiah, S., & Triyana, V. A. (2019). Analisis kemampuan penalaran matematis siswa kelas IX MTs pada materi sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan gender. Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika, 3(1). http://journal2.um.ac.id/index.php/jkpm
Sidiq, U., Choiri, M., & Mujahidin, A. (2019). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan. Penerbit CV Nata Karya.
Sitasari, N. W. (2022). Mengenal analisa konten dan analisa tematik dalam penelitian kualitatif. Forum Ilmiah, 19.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian Pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, kombinasi, R&D dan penelitian pendidikan). Alfabeta.
Ultrajaya Milk Industry. (2025). Official Website. https://www.ultrajaya.co.id/
Vera Nurfajriani, W., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Sirodj, R. A., Afgani, W. (2024). Triangulasi data dalam analisis data kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 826–833. https://doi.org/10.5281/zenodo.13929272
We Are Social. (2024). Digital 2024: Indonesia.