Corporate Branding Bioskop Dalam Industri Hiburan (Studi Kasus Cinema 21 Group Dengan CGV Cinemas)

Cut Putri Chandra, Sinta Paramita
| Abstract views: 360

Abstract

Globalisasi mendorong setiap perusahaan untuk terus berjuang mempertahankan eksistensinya. Hiburan sebagai pertunjukan dan keramaian berupa sandiwara, wayang, bioskop, pertunjukan-pertunjukan didalam warung-warung kopi, kabaret, sirkus, pertunjukan bernyanyi, musik, balet, dansa, pesta, pameran, pertunjukan dengan alat musik, pertandingan, olahraga dan permainan. Hiburan telah menjadi gaya hidup manusia yang perlahan berubah menjadi kebutuhan primer. Dengan strategi yang tepat maka hiburan dapat mengalihkan para manusia dari pusat perbelanjaan atau konser musik menuju bioskop yang menghadirkan tontonan-tontonan yang dapat dijadikan refleksi dan dapat membuka imajinasi untuk berfikir kreatif. Bioskop yang dulu hanya menjadi kebutuhan tambahan pada zaman saat ini telah berubah menjadi kebutuhan primer. Ada dua bioskop yang mendominasi yaitu Cinema 21 Group dan CGV Cinemas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara Cinema 21 Group dan CGV Cinemas dalam mengcorporate branding perusahaan mereka dengan menggunakan teori Corporate Brandingyang dapat dikaitkan dengan teori Marketing Mix. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif studi kasus yang menjelaskan hasil penelitian secara mendalam dan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kekurangan dan kelebihan dari masing-masing perusahaan dan adanya beraneka ragam perbedaan corporate branding dari masing-masing perusahaan sehingga adanya perbedaan pendapat dan pemilihan konsumen kepada kedua perusahaan tersebut.

Keywords

cinema; corporate branding; entertainment; globalization

References

Aaker, David, (2004), Manajemen Ekuitas Merek, Alih bahasa oleh Aris Ananda, Edisi 3, Spektrum Mitra Utama, Jakarta

Alma, Buchari. (2005). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran

Jasa. Bandung:Alfabeta

Analisis Iklan “Iklan Motor Yamaha Jupiter-Z Versi Kopeng dan Jorge Lorenzo” Di Televisi Oleh Akhmed Bzoet

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suati Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

B. Sandjaja, Albertus Heriyanto. (2006). Panduan Penelitian. Jakarta:Prestasi Pustaka Raya

Bachdar, Saviq. CGV Target Operasikan 40 Bioskop Pada Tahun 2017. Diakses pada 19 Februari 2018 dari Marketeers.com

Brand Equity Yang Dibangun Melalui Persinal Branding. Studi Kasus:Rhenald Kasali Dengan MMUI Dan Hermawan Kartajaya Dengan Markplus oleh Ronald Susanto, Universitas Indonesia.

Bungin, Burhan H.M, (2007). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi,Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial. Jakarta:Kencana Prenama Media Group

Charles W. Lamb, Joseph F. Hair, Carl McDaniel. (2001). Pemasaran. Edisi Pertama, Salemba Empat, Jakarta.

Evaluasi Kebijakan Pengurangan Pokok Pajak Hibutan di Provinsi DKI Jakarta oleh Muhammad Geraldy Pasha dan Inayati, Universitas Indonesia.

Hadi, Sutrisno. 1989. Metodologi Research Jilid I dan II. Yogyakarta: Andi

Herdiansyah, Haris. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk

Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

http://marketeets.com/cgv-target-operasikan-40-bioskop-pada-tahun-2017/

http://www.google.co.id/amp/www.metrotvnews.com/amp/5b27REdk-jumlah-penonton-film-indonesia-naik-bioskop-xxi-tetap-selektif

Kotler dan Keller. (2009), Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Edisi ke 13 Jakarta: Erlangga

Kotler, Phillip dan Gary Amstrong. (1997). Dasar-Dasar Pemasaran. Jilid 1. Alih Bahasa: Alexander Sindoro. Jakarta: Prenhallindo

Kotler, Phillip dan Kevin Lane Keller, (2008). Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Penerbit Erlangga. Jakarta

Landa, Robin. (2006). Designing Brand Experiences. Thomson Delmar Learning.

Local Marketing Communication of Noodle Traders in Petak Sembilan oleh Sinta Paramita, Universitas Tarumanagara

Makna Simbolik Pada Tradisi Cheng Beng Etnis Tionghua oleh Vonny, Universitas Tarumanagara

Moleong, Lexy J. (1991). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Moleong, Lexy J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Nasution, S. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito

Neumeier, Marty. (2003). The Brand Gap: How to Bridge the Distance Between Business Strategy and Design. New Riders Pub.

Ningrat, Soewarno Handaya (1980). Pengantar Ilmu Studi dan

Management. CV Haji Masagung, Jakarta

Pawito. (2008). Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: PT. LKIS Pelangi Aksara

Purba, Amir, dkk. (2006). Pengantar Ilmu Komunikasi. Medan: Pustaka Bangsa Press.

Rahardjo, Susilo & Gudnanto. (2011). Pemahaman Individu Teknik Non Tes. Kudus:Nora Media Enterprise

Rahardjo, Susilo & Gudnanto. (2011). Pemahaman Individu Teknik Non Tes. Kudus: Nora Media Enterprise

Riduwan. (2004). Metode dan Tenik Menyusun Tesis. Cetakan Pertama. Bandung:Alfabeta

Riki Yanuar, Elang. Jumlah Penonton Film Indonesia Naik, Bioskop XXI Tetap Selektif. Diakses pada 18 Februari 2018 dari metrotvnews.com

Saryono. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Bidang Kesehatan. Yogyakarta:Nuha Medika

Schultz, Majken, Mi Antorini Yun dan Fabian F. Csaba. (2005). Corporate Branding, Copenhagen Bussiness School Press

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta.

Sumadi Suryabrata. (2003). Metode Penelitian. Jakarta: Rajawali

Sumarni, Murti dan John Soeprihanto. (2010). Pengantar Bisnis (Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan). Edisi ke 5. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta

Suparman, Achmad. (2002). Ekonomi Lokal Dan Daya Saing Global. Jakarta: Bumi Aksara.

Sutojo, Siswanto, (2003). Manajemen Penjualan Yang Efektif (Effective Sales Management). PT. Damar Mulia Pustaka

Tjiptono, Fandy. (2008). Strategi Pemasaran. Edisi ke 3. Yogyakarta: Andi

Walgito, Bimo. (2010). Bimbingan dan Konseling Studi & Karir. Yogyakarta: Andi

Copyright (c) 2018 Prologia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.