Komunikasi Antarpribadi Orang Tua dan Remaja yang Kecanduan Media Sosial di Tangerang

Elvita Laurensia Santoso, H.H. Daniel Tamburian
| Abstract views: 89 | views: 65

Abstract

In this era of globalization, the use of the internet is growing day by day. The internet service application most commonly used by Indonesian people is social media. The increasing need for social media especially among teenagers has resulted in social media addiction in Indonesia. This research was made with the aim to find out the activities and patterns of interpersonal communication between parents and teenagers who are addicted to social media in Tangerang. Meanwhile, the theory that supports this research is interpersonal communication and new media. This research uses a descriptive qualitative approach. While the data collection methods used are by conducting interviews, observation, documentation, library research and online data search. The results show that interpersonal communication activities undertaken by parents and teenagers who are addicted to social media in Tangerang are often carried out through social media rather than direct communication. The messages exchanged are only in the form of daily conversations and are often one-way. This shows that interpersonal communication that occurs is not open and tends to experience interference. Meanwhile, the pattern of interpersonal communication most widely used is the equality pattern. 


Di era globalisasi saat ini, penggunaan internet kian hari kian meningkat. Aplikasi layanan internet yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah media sosial. Kebutuhan akan media sosial terutama di kalangan remaja mengakibatkan terjadinya media sosial adiktif di Indonesia. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas dan pola komunikasi antarpribadi orang tua dan remaja yang kecanduan media sosial di Tangerang. Adapun, teori yang mendukung penelitian ini adalah komunikasi antarpribadi dan media baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif secara deskriptif. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan wawancara, observasi, dokumentasi, studi kepustakaan dan penelusuran data online. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas komunikasi antarpribadi yang dilakukan orang tua dan remaja yang kecanduan media sosial di Tangerang sering dilakukan melalui media sosial daripada komunikasi langsung. Pesan yang dipertukarkan juga berupa percakapan sehari-hari saja dan seringkali bersifat satu arah. Hal ini menunjukkan komunikasi antarpribadi yang terjadi tidak terbuka dan cenderung mengalami gangguan. Sementara itu, pola komunikasi antarpribadi yang paling banyak digunakan oleh orang tua dan remaja yang kecanduan media sosial di Tangerang adalah pola persamaan. 

Keywords

Social Media Addiction; Interpersonal Communication; Parents; Teenagers; Media Sosial Adiktif; Komunikasi Antarpribadi; Orang Tua; Remaja

Full Text:

PDF

References

DeVito, Joseph. A. (2010). Komunikasi Antarmanusia (ed. 5). Tangerang Selatan: Karisma Publishing Group.

DeVito, Joseph. A. (2016). The Interpersonal Communication Book (14th Ed.). England: Pearson Education.

Ritzer, George. (2010). The Globalization of Nothing. Yogyakarta: Universitas Atmajaya.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (ed.1, cet.20). Bandung: Alfabeta, CV.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif (ed. 3, cet.1). Bandung: Alfabeta, CV.

Tamburian, H.H. Daniel. (2017). Konstruksi Identitas Diri Remaja Pengguna Media Facebook di Kota Bogor. Laporan Penelitian Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara.

http://www.depkes.go.id/article/view/18070600008/bijak-gunakan-smartphone-agar-tidak-ketergantungan.html)

https://www.apa.org

https://smartech.gatech.edu/handle/1853/3723

https://bantenhits.com/2018/03/04/8045

Copyright (c) 2020 Koneksi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.