PENINGKATAN KEWASPADAAN TERHADAP SINDROM ME PADA LANSIA DI KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

Twidy Tarcisia, Idawati Karjadidjaja, Alexander Halim Santoso
| Abstract views: 96 | views: 84

Abstract

Penambahan umur harapan hidup menyebabkan peningkatan populasi lanjut usia (lansia) yang berpengaruh terhadap angka kejadian penyakit degeneratif seperti sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah kumpulan gangguan metabolik seperti hipertrigliserida, hyper-low-density lipoprotein (LDL), hypo-high-density lipoprotein (HDL), resistensi insulin, gangguan toleransi glukosa, hipertensi dan abdominal obesity. Prevalensi sindrom metabolik pada dekade terakhir dilaporkan meningkat terutama di negara berkembang. Tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kejadian sindrom metabolik adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dini. Komisi kesehatan Keuskupan Agung Jakarta (KK KAJ) adalah upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui pengembangan program preventif seperti pemeriksaan kesehatan. Dari uraian tersebut kami bekerja sama dengan KK KAJ menyelenggarakan kegiatan PKM berupa pemeriksaan kesehatan dalam bentuk pemeriksaan fisik  dan pemeriksaan darah dengan target peserta lansia untuk mendeteksi adanya sindrom metabolik sehingga dapat mengurangi angka resiko kecacatan dan kematian. Pemeriksaan fisik yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah pemeriksaan tekanan darah. Sedangkan pemeriksaan darah yang dilakukan mencakup pemeriksaan gula darah dan kolesterol seperti glukosa darah, HDL, LDL dan trigliserida. Peserta yang telah melakukan pemeriksaan darah dapat berkonsultasi dengan tim dokter untuk menginterpretasikan hasil pemeriksaan. Jumlah peserta yang berpartisipasi pada kegiatan ini adalah 320 peserta. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah peserta mengetahui hasil pemeriksaan kesehatan baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan darah yang dapat menggambarkan status kesehatan peserta. Dengan diketahuinya status kesehatan diri sendiri, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan diri terhadap sindrom metabolik baik melalui tindakan promotif dan preventif.

Keywords

Lansia; Keuskupan Agung Jakarta (KAJ); Pemeriksaan kesehatan; Sindrom metabolik

Full Text:

PDF

References

Bonomini, F., Rodella, L.F. & Rezzani, R. (2015). Metabolic Syndrome, Aging and Involvement

of Oxidative Stress. Aging Dis, 6(1), 109-20

Coltuc, R.V. & Stoica, V. (2016). Metabolic Syndrome-Cardiovascular and Metabolic,

Complex, Difficult to Quantify Risk Factor. Modern Medicine, 23(2), 54-59

Larasati, T.A., Angraini, D.I. & Sudarsono, D.F. (2017). Penatalaksanaan Holistik pada Lansia

dengan Sindrom Metabolik dan Osteoartritis. J AgromedUnila, 4(1), 71-80

Putri MA, Lestari A, Stephani, Murhani. (2017). Gambaran pola makan, aktivitas fisik, riwayat

penyakit keluarga dan kebiasaan merokok pada penderita sindrom metabolik di instansi

non kesehatan. Jurnal Proteksi Kesehatan, 6(1), 22-41

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. (2018). Diakses dari

https://m.atmajaya.ac.id/web/Konten.aspx?gid=highlight&cid=Menjadi-Lansia-yang-

Sehat-dan-Produktif

Widyastuti N, Sulchan M, Johan A. (2013). Asupan makan, sindrom metabolik dan status

keseimbangan asam-basa pada lansia. JGKI, 9(4), 179-87

Wikipedia. (2019). Diakses dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Keuskupan_Agung_Jakarta

Yasin, F. (2018). Pemeriksaan Glukosa Dengan Point Of Care Testing (POCT). Diakses dari:

http://yankes.kemkes.go.id/read-pemeriksaan-glukosa-dengan-point-of-care-testing-poct-

html

Yonei, Y. & Takabe, W. (2015). Aging Assessment by Anti-Aging Medical Checkup. HEP, 42,

-64

Copyright (c) 2020 Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia

Refbacks

  • There are currently no refbacks.