UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN USIA DIATAS 15 TAHUN DAN USIA LANJUT DI POSBINDU KELURAHAN KEMBANGAN SELATAN, JAKARTA BARAT (KEGIATAN LANJUTAN)

Ernawati Ernawati, Rebekah Malik, Yoanita Widjaja
| Abstract views: 18 | views: 10

Abstract

Increased life expectancy is an advantage but at the same time becomes a condition that can be a source of problems in the health sector, especially non-communicable diseases. Currently non-communicable diseases that are often found are cardiovascular diseases such as high blood pressure, coronary heart disease, metabolic disorders such as diabetes, dyslipidemia, muscle and joint diseases such as arthritis, gout, osteoarthritis, nutritional disorders: obesity or malnutrition. The prevalence of various non-communicable diseases from 2013-2016 strokes increased from 7% to 10.9%; and chronic kidney disease rose from 2% to 3.8%. Based on blood sugar tests, diabetes mellitus rose from 6.9% to 8.5%; and blood pressure measurement results, hypertension rose from 25.8% to 34.1%. The increase in the prevalence of non-communicable diseases is related to lifestyle, including smoking, consumption of alcoholic beverages, physical activity, and consumption of fruits and vegetables. Problems require comprehensive handling and reach as broad as possible. One form of expansion of service coverage is posbindu. Posbindu in Kelurahan Kembangan Selatan is one of the posbindu that aims to provide comprehensive services to the age group> 15 years to make efforts to prevent non-communicable diseases and prevent complications for participants who have experienced interference so that no further complications occur. Activities are carried out routinely every month on Saturdays in the form of weighing, height, blood pressure, blood sugar levels, cholesterol and gout for every visitor of Posbindu. In addition to health checks, counseling activities are also carried out both individuals and groups and health consultations for visitors posbindu both experiencing health problems or not. This activity was carried out for 1 year from August 2018 to July 2019 (June Eid holidays) with the number of Posbindu visitors between 28-45 people with an average visitor 38. The average cases of high blood pressure were 33.45% (12), high cholesterol 27.24% (10), high blood sugar 24.74 (9), and high uric acid 19.87 (8). The results obtained for 1 year showed that the control of blood pressure, blood sugar, cholesterol and uric acid was still fluctuating even though counseling and consultation had been given based on the results of the examination. The conclusion from this activity shows that blood pressure, blood sugar, cholesterol and gout are not only influenced by regularity of control and knowledge but also diet, activity and environment. The advantage of this postbindu activity is that the health condition of visitors is monitored and health information can be conveyed on an ongoing basis. Suggestions for the future harmonious cooperation between health workers, patients and families / closest people of the patient must always be maintained through this posbindu activity

ABSTRAK:

Peningkatan usia harapan hidup merupakan suatu keuntungan tetapi sekaligus menjadi suatu kondisi yang dapat menjadi sumber permasalahan di bidang kesehatan terutama penyakit tidak menular. Saat ini penyakit tidak menular yang banyak dijumpai adalah penyakit kardiovaskular seperti darah tinggi, jantung koroner, penyakit kelainan metabolik seperti kencing manis, dislipidemia, penyakit otot dan persendian seperti radang sendi, gout, osteoartritis, gangguan gizi: obesitas atau gizi kurang. Prevalensi berbagai penyakit tidak menular dari tahun 2013-2016 stroke naik dari 7% menjadi 10,9%; dan penyakit ginjal kronik naik dari 2% menjadi 3,8%. Berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes melitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%; dan hasil pengukuran tekanan darah, hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%. Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur. Permasalahan membutuhkan penanganan yang bersifat menyeluruh dan menjangkau seluas mungkin. Salah satu bentuk perluasan jangkauan pelayanan adalah posbindu. Posbindu di Kelurahan Kembangan Selatan merupakan salah satu posbindu yang bertujuan memberikan pelayanan yang secara menyeluruh pada kelompok usia > 15 tahun untuk melakukan upaya pencegahan penyakit tidak menular dan mencegah komplikasi bagi peserta yang sudah mengalami gangguan agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut. Kegiatan dilakukan rutin setiap bulan pada hari Sabtu berupa penimbangan berat badan, tinggi badan, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol dan asam urat bagi setiap pengunjung posbindu. Selain pemeriksaan kesehatan, juga dilakukan kegiatan penyuluhan baik perorangan maupun kelompok dan konsultasi kesehatan bagi pengunjung posbindu baik yang mengalami gangguan kesehatan maupun tidak. Kegiatan ini dilakukan selama 1 tahun dari Agustus 2018 sampai Juli 2019 (Juni libur lebaran) dengan jumlah pengunjung posbindu antara 28-45 orang dengan rata-rata pengunjung 38. Rata-rata kasus tekanan darah tinggi 33,45% (12), kolesterol tinggi 27.24% (10), gula darah tinggi 24,74 (9), dan asam urat tinggi 19,87 (8). Hasil yang didapat selama 1 tahun ini menunjukkan bahwa pengendalian tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat masih naik turun walaupun sudah diberikan penyuluhan maupun konsultasi berdasarkan hasil pemeriksaan. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat tidak hanya dipengaruhi oleh keteraturan kontrol dan pengetahuan tetapi juga pola makan, aktivitas dan lingkungan. Keuntungan dari kegiatan posbindu ini adalah termonitornya kondisi kesehatan pengunjung dan informasi kesehatan dapat tersampaikan secara berkelanjutan. Saran ke depannya kerjasama yang harmonis antara petugas kesehatan, pasien dan keluarga/orang terdekat pasien harus selalu dijaga lewat kegiatan posbindu ini

Keywords

Posbindu; high blood pressure blood sugar; cholesterol; uric acid;;Posbindu, tekanan darah tinggi, gula darah, kolesterol, asam urat

Full Text:

PDF

References

Abdeyaz. (2013). Promosi kesehatan teori dan aplikasi. Rineka cipta, Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

(2014). Riset Kesehatan Dasar tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik

Indonesia.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta. (2016). Profil Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tahun 2015. Jakarta:

Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Egger G., Spark R., Donovan R. (2013). Health promotion, strategies and methods. 3rd edition.

Australia: McGraw Hill.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Rencana Strategis Kesehatan 2015-2019.

Jakarta: Kementerian Kesehatan

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016.

Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Notoatmodjo S. (2007). Promosi kesehatan. Ilmu dan perilaku. Jakarta: Rineka Cipta. .

Notoatmodjo, S. (2010). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta, Jakarta.

Notoatmodjo S. (2011). Kesehatan masyarakat ilmu dan seni. Edisi revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo S., Krianto T., Hassan A., Mamdy Z. (2013). Promosi kesehatan global. Jakarta:

Rineka Cipta.

Supariasa IDN. (2002). Pendidikan dan konsultasi gizi. W Dwi, editor. Jakarta: EGC.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.