Studi deskriptif efektivitas integrasi SIMRS di UGD dan Rawat Inap RSUD Ciawi
Main Article Content
Abstract
This study aims to analyze the effectiveness of the integration of the hospital management information system (SIMRS) in the Emergency Department (ED) and Inpatient Unit of RSUD Ciawi as an effort to improve service quality and the work efficiency of healthcare personnel. In the digital era, SIMRS has become a vital component to ensure fast, accurate, and secure access to patient data. This research employs a descriptive qualitative approach through a case study, involving in-depth interviews with nine key informants (four doctors, one nurse, one administrative staff member, and three IT team members), as well as document review and field observation over three months. The findings indicate that the integration of SIMRS supports accelerated information access, inter-unit coordination, and administrative efficiency. Several challenges include limited internet connectivity, system dependency, and the need for continuous user training. The success of integration largely depends on management support, infrastructure readiness, and human resource competence. These findings identify that the effectiveness of SIMRS is influenced not only by technology but also by organizational culture. Therefore, regular evaluations, network capacity improvements, and strengthened user training are essential strategies for optimizing medical information management.
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas integrasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) di Unit Gawat Darurat (UGD) dan Rawat Inap RSUD Ciawi dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan efisiensi kerja tenaga kesehatan. Di era digital, SIMRS menjadi komponen penting untuk menjamin akses data pasien yang cepat, akurat, dan aman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus, melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan kunci (empat dokter, satu perawat, satu staf administrasi, dan tiga tim IT), serta telaah dokumen dan observasi lapangan selama tiga bulan. Hasil menunjukkan bahwa integrasi SIMRS mendukung percepatan akses informasi, koordinasi antar unit, dan efisiensi administrasi. Beberapa tantangan meliputi keterbatasan jaringan internet, ketergantungan sistem, dan kebutuhan pelatihan berkelanjutan. Keberhasilan integrasi sangat bergantung pada dukungan manajemen, kesiapan infrastruktur, dan kompetensi SDM. Temuan ini mengidentifikasi bahwa efektivitas SIMRS tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga budaya organisasi. Oleh karena itu, evaluasi berkala dan peningkatan kapasitas jaringan, dan penguatan pelatihan pengguna menjadi strategi penting dalam pengelolaan informasi medis yang optimal.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abda’u, P. D., Winarno, W. W., & Henderi, H. (2018). Evaluasi penerapan SIMRS menggunakan metode HOT-Fit di RSUD dr. Soedirman Kebumen. INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi, 2(1), 46–56. https://doi.org/10.29407/intensif.v2i1.11817
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008
Hydari, M. Z., Telang, R., & Marella, W. M. (2015). Electronic health records and patient safety. Communications of the ACM, 58(11), 30–32. https://doi.org/10.1145/2822515
Johansen, & Keni. (2025). Peran kualitas sistem informasi dan perceived usefulness dalam meningkatkan kepuasan pasien rumah sakit swasta. Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan, 9(1), 13–27. https://doi.org/10.24912/jmbk.v9i1.33832
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis. https://pelayanan.jakarta.go.id/download/regulasi/peraturan-meneteri-kesehatan-nomor-269-tentang-rekam-medis.pdf
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 340/MENKES/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/139223/permenkes-no-340menkesperiii2010-tahun-2010
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1171/Menkes/PER/VI/2011 tentang Sistem Informasi Rumah Sakit. https://peraturan.go.id/id/permenkes-no-1171-menkes-per-iv-2011-tahun-2011
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. https://www.kemhan.go.id/itjen/wp-content/uploads/2017/03/bn87-2014.pdf
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan perizinan Rumah Sakit. https://peraturan.bpk.go.id/Details/129900/permenkes-no-56-tahun-2014
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Puskesmas. https://peraturan.bpk.go.id/Details/138622/permenkes-no-31-tahun-2019
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. https://peraturan.bpk.go.id/Details/245544/permenkes-no-24-tahun-2022
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE.
Mokoagow, D. S., Mokoagow, F., Pontoh, S., Ikhsan, M., Pondang, J., & Paramarta, V. (2024). Sistem informasi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan efisiensi: Mini literature review. COMSERVA : Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(10), 4135–4144. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i10.1223
Molly, R., & Itaar, M. (2021). Analisis pemanfaatan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) pada RRSUD DOK II Jayapura. Journal of Software Engineering Ampera, 2(2), 95–101. https://doi.org/10.51519/journalsea.v2i2.127
Nugraheni, S. W. (2017). Evaluasi sistem informasi rekam medis di RSUD Kota Surakarta dalam mendukung rekam kesehatan elektronik. Indonesian Journal On Medical Science, 4(1), 1313–2355. http://ejournal.poltekkesbhaktimulia.ac.id/index.php/ijms/article/view/96
Pratiwi, I., Ahmad, L. O. A. I., & Effendy, D. S. (2023). Analisis implementasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) pada unit rekam medis di RSUD Kabupaten Buton tahun 2023. Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo, 4(2), 82–91. https://doi.org/10.37887/jakk.v4i2.43162
Presiden Republik Indonesia. (2003). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/43013
Presiden Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. https://peraturan.bpk.go.id/Details/40752/uu-no-29-tahun-2004
Presiden Republik Indonesia. (2009a). Undang-undang Republik Indonesia No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. https://peraturan.bpk.go.id/details/38789/uu-no-44-tahun-2009
Presiden Republik Indonesia. (2009b). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/38778/uu-no-36-tahun-2009
Presiden Republik Indonesia. (2020). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. https://peraturan.bpk.go.id/Details/149750/uu-no-11-tahun-2020
Presiden RI. (2004). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. https://peraturan.bpk.go.id/Details/40787
Putri, E. S., Suparti, S., & Widiyoko, A. (2024). Analisis strategi implementasi SIMRS di Instalasi Rawat Jalan RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta. Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI), 3(3), 129–138. https://doi.org/10.46808/jhimi.v3i3.186
Putri, R. K., & Fitriani, A. D. (2022). HOT-fit model pada sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) di RSUD Pariaman. Journal of Health and Medical Science, 1(2), 10–20. https://pusdikra-publishing.com/index.php/jkes/article/view/571
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D (Issue 3). Alfabeta.
Torab-Miandoab, A., Samad-Soltani, T., Jodati, A., & Rezaei-Hachesu, P. (2023). Interoperability of heterogeneous health information systems: A systematic literature review. BMC Medical Informatics and Decision Making, 23(1), 18. https://doi.org/10.1186/s12911-023-02115-5
Valentinus, Pragantha, J., & Lauro, M. D. (2024). Aplikasi rekam medis Klinik Kasih Bunda berbasis web. Jurnal Ilmu Komputer Dan Sistem Informasi, 12(1), 1–8. https://doi.org/10.24912/jiksi.v12i1.28208
Wicaksono, H. N., Utami, S., & Witcahyo, E. (2016). Analisis kesuksesan sistem informasi manajemen menggunakan pendekatan updated D & M is success model di Rumah Sakit Umum Kaliwates Jember [Artikel Jurnal, Universitas Jember]. http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/83609
Yusof, M. M., Kuljis, J., Papazafeiropoulou, A., & Stergioulas, L. K. (2008). An evaluation framework for health information systems: Human, organization and technology-fit factors (HOT-fit). International Journal of Medical Informatics, 77(6), 386–398. https://doi.org/10.1016/j.ijmedinf.2007.08.011