PENELITIAN TINDAKAN KELAS DENGAN MENGGUNAKAN SPSS BAGI GURU SMK SANTO LEO JAKARTA

Urbanus Ura Weruin, Lerbin Aritonang, Miharni Tjokro Saputro, Herlina Budiono
| Abstract views: 52 | views: 43

Abstract

Classroom Action Research (CAR) is a scientific observation of classroom learning practices. As part of action research, research is intended as input, evaluation, and improvement of the quality of learning in the classroom. CAR training is important and relevant for the following reasons. First, CAR can improve the quality of education through improving the quality of the learning process. Second, motivating teachers to research and produce scientific works from the environment of daily learning activities. Third, improve the competency standards of teachers; especially pedagogical competence and professional competence. Fourth, stimulate the critical power and sensitivity of teachers to the dynamics of classroom learning. The Cycle of CAR starts from the planning, implementation, observation, and reflection stages. The instrument to analyze classroom action research data is SPSS. CAR Training using SPSS is needed because some teachers are not familiar using SPSS to measure the learning process in class. The teachers of SMK Santo Leo felt the need to receive this training. This PKM activity was carried out to enhanced teacher’s knowledge and skills to used SPSS in classroom action research. The results were that the teachers appreciated this activity and welcomed it positively. They are able to understand classroom action research procedures; able to compile a research proposal; compile a research questionnaire; and able to determine data analysis tools using SPSS. The following training stage is to provide assistance to teachers in conducting research practices and analyzing data so the theoretical knowledge and skills they acquire can be applied. 

ABSTRAK

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan observasi ilmiah terhadap praktik pembelajaran di kelas. Sebagai bagian dari action research, penelitian terhadap kegiatan pembelajaran tersebut dimaksudkan sebagai masukan, evaluasi, perbaikan, dan peningkatan mutu pembelajaran dalam kelas. Pelatihan PTK merupakan sesuatu yang penting dan relevan karena alasan-alasan berikut. Pertama, PTK dapat meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu proses pembelajaran. Kedua, memotivasi para guru untuk meneliti dan menghasilkan karya-karya ilmiah dari lingkungan kegiatan pembelajaran sehari-hari dalam kelas. Ketiga, meningkatkan standar kompetensi para guru; khususnya kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Keempat, merangsang daya kritis dan kepekaan para guru terhadap dinamika pembelajaran di kelas. Siklus PTK dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang dapat dipakai untuk menganalisis data PTK sehingga hasil yang diperoleh akurat adalah dengan menggunakan SPSS. Pelatihan PTK dengan menggunakan SPSS perlu dilakukan karena sebagian guru belum terbiasa menggunakan SPSS untuk mengukur proses belajar di kelas. Guru-guru SMK Santo Leo merasa perlu mendapatkan pelatihan tentang penelitian tindakan kelas dengan menggunakan SPSS. Maka kegiatan PKM ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan menggunakan SPSS dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Hasilnya adalah guru-guru mengapresiasi kegiatan PKM ini dan menyambut positif. Mereka semakin mampu memahami prosedur penelitian tindakan kelas; mampu menyusun proposal penelitian; menyusun kuesioner penelitian; serta mampu menentukan alat analisis data dengan menggunakan SPSS. Tahap pelatihan berikut yang perlu dilakukan adalah melakukan pendampingan terhadap para guru dalam melakukan praktik penelitian dan menganalisis data sehingga pengetahuan dan keterampilan teoretis yang mereka peroleh dapat diaplikasikan.

Keywords

Keywords: Classroom action research; research proposal; SPSS.

Full Text:

PDF

References

Arikunto, Suhardjono dan Supardi. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Czarl, A. and M. Belovecz. (2007). Role of Research and Development in the 21th Century. Revista Informatica Economica, 4 (44).

Hopkins, David. (1993). A Teacher’s Guide to Classroom Research. Philadelphia: Open University Press.

Mulyatiningsih, Endang. (2011). Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Diperoleh tanggal 24 Januari 2018, dari https://luk.staff.ugm.ac.id/atur/bsnp/Permendiknas16- 2007KompetensiGuru.pdf

Rahayu, S. (2007). Menumbuhkan minat meneliti guru dengan penelitian tindakan kelas. Efisiensi: Kajian ilmu administrasi. Vol. VII No. 2 100-110, dari https://journal.uny.ac.id/index.php/efisiensi/article/view/3919

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Diperoleh tanggal 24 Juli 2017, dari https://disdik.bandung.go.id/2017/wp-

content/uploads/2017/02/Permendiknas-No-16-Tahun-2007.pdf

Wardani, I.G.A.K. (2014). Modul 1. Hakikat Penelitian Tindakan Kelas. Diperoleh tanggal 24 Juli 2017. http://repository.ut.ac.id/4153/1/IDIK4008-M1.pdf

Weil, David N. (2009). Economic Growth. Singapore: Pearson-Addison Wesley.

Yuliwati, F., Suprihatiningrum, J., Rokhimawan, M.A. (2012). Penelitian Tindakan Kelas untuk Tenaga Pendidik Profesional. Yogyakarta: Pedagogia. PT Pustaka Insan.

Copyright (c) 2020 Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.