PSIKOEDUKASI MENGENAI DAMPAK BULLYING DAN CARA MENINGKATKAN SELF-ESTEEM PADA REMAJA

Grace Amin
| Abstract views: 48 | views: 35

Abstract

Bullying is deliberate aggressive action, using an imbalance of strength physically or mentally by hurting physical, verbal, or emotional / psychological forms repeatedly. In the last decade, cases of bullying in Indonesia continue to increase and if not handled properly will increasingly have a negative impact on the development of the children of the nation's next generation. Bullying does not only affect children who are bullied but can also affect children who bully, children who witness bullying. Some of the effects of bullying include anxiety, depression, and low self-esteem. The purpose of community engagement is to socialize the impact of bullying and how to increase self-esteem to adolescents. Through psychoeducation programs in adolescents such as schools and teenagers religious communities in the Cikarang - Bekasi region, young people gain an in-depth understanding of bullying, its effects and how to increase their confidence. Through this psychoeducation, teenagers understand the understanding, types and effects of bullying both short term and long term so they promise to resist bullying starting from themselves. Teenagers learn that humans are social beings who need each other. They learn about the meaning of diversity and bhineka tunggal ika and try to implement it in their next lives by respecting the differences in their environment. These teenagers learn to respect themselves more, see the positive things that God has given them. They try to always believe in themselves that they are perfect and valuable beings in God's eyes so that even though the environment around them may not appreciate, they can still see positive things in themselves

ABSTRAK:

Bullying adalah tindakan agresif yang disengaja, menggunakan ketidakseimbangan kekuatan secara fisik atau mental dengan cara menyakiti bentuk fisik, verbal, atau emosional/ psikologis secara berulang – ulang. Dalam satu decade terakhir, kasus bullying di Indonesia terus meningkat dan bila tidak ditangani dengan baik akan semakin berdampak negative bagi perkembangan anak – anak generasi penerus bangsa. Tindakan bullying tidak hanya berdampak pada anak yang di-bully tetapi juga dapat berdampak pada anak yang mem-bully, anak yang menyaksikan bullying. Beberapa dampak bullying diantaranya kecemasan, depresi, serta rendahnya harga diri (self-esteem). Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan dampak bullying serta cara meningkatkan self-esteem kepada para remaja. Melalui program psikoedukasi di lingkungan remaja seperti sekolah maupun komunitas keagamaan remaja wilayah Cikarang – Bekasi, para remaja mendapatkan pemahaman mendalam mengenai bullying, dampaknya serta bagaimana cara meningkatkan kepercayaan diri mereka. Melalui psikoedukasi ini, para remaja memahami pengertian, jenis serta dampak bullying baik jangka pendek maupun jangka panjang sehingga mereka berjanji untuk bersikap menolak bullying mulai dari diri mereka sendiri. Para remaja belajar bahwa manusia adalah mahluk social yang saling membutuhkan. Mereka belajar tentang makna keberagaman dan Bhineka Tunggal Ika serta berusaha mengimplementasikannya dalam kehidupan mereka selanjutnya dengan cara menghargai perbedaan yang ada di lingkungannya. Remaja ini belajar untuk lebih menghargai diri mereka, melihat hal positif yang telah diberikan Tuhan kepada mereka. Mereka mencoba untuk selalu menanamkan dalam diri bahwa mereka adalah mahluk yang sempurna dan berharga di mata Tuhan sehingga walaupun lingkungan di sekitar mereka mungkin tidak menghargai, mereka tetap dapat melihat hal positif dalam diri mereka.


Keywords

Psychoeducation; bullying; self-esteem; a teenager;;Psikoedukasi; bullying; self-esteem; remaja

Full Text:

PDF

References

Al-Raqqad, et.al, 2017, The Impact of School Bullying on Student’s Academic Achievement from Teacher Point of View. International Education Studies Journal. Vol 10 (6)

Mulachela & Prasetyaningrum, 2017, Perilaku Bullying pada Remaja ditinjau dari Self-esteem dan jenis kelamin

Morelli. Adolescent Cognitive Development. https://www.risas.org/poc/view_doc.php?type=doc&id=41156&cn=1310

Pigozi. Pamela L & Machado. 2015. Bullying during adolescence in Brazil: an overview. Ciencia &Saude Colective. Vol 20(11):3509 – 3522

Prihadi K, Chua M. (2012). Students' Self-Esteem at School: The Risk, the Challenge, and the Cure. Journal of Education and Learning. Vol.6 (1) pp. 1-14.

Rattew.D & Pawlowski. S, 2015. Bullying. Journal of Child and Adolescent Psychiatric Clinics of North America. Vol 25 (2),April 2016, pp 235 – 242, https://doi.org/10.1016/j.chc.2015.12.002

Septrina, M.A., et.al, 2009. Hubungan Tindakan Bullying di Sekolah dengan Self-Esteem Siswa, Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur&Sipil) Universitas Gunadarma, vol 3, Oktober 2009

Shidiqi,M.F.,& Suprapti,V. (2013).Pemaknaan Bullying pada Remaja Penindas (The Bully). Journal Psikologi Kepribadian dan Sosial, Vol 2(2), 90 – 98

Spano. 2004. Stages of Adolescent Development http://www.actforyouth.net/resources/rf/rf_stages_0504.pdf

Zakiyah, Ela, et.al, 2017, Faktor yang mempengaruhi remaja dalam melakukan bullying, Journal Penelitian & PPM, Vol 4 no 2, Juli 2017

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170722163858-277-229641/semakin-banyak-yang-melaporkan-kasus-bullying

https://beritacikarang.com/tiga-bulan-17-kasus-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak-terjadi-di-kabupaten-bekasi/

https://www.suara.com/news/2019/09/09/165603/bocah-korban-bullying-di-bekasi-meninggal-sempat-merintih-ucap-nama-pelaku

https://bullyingnoway.gov.au/UnderstandingBullying


Refbacks

  • There are currently no refbacks.