MENGENALI KECERDASAN EMOSI SEBAGAI BEKAL PERSIAPAN MASUK KERJA PADA SISWA SMKN 03 NEGERI YOGYAKARTA

Debora Basaria, Santy Yanuar Pranawati, Fransiska Xaveria Aryani
| Abstract views: 160 | views: 193

Abstract

Vocational High School (SMK) is a school that prepares students to be ready to work after graduating from vocational education. Entering the world of work with all its challenges, can become a stressor for adolescents. Adolescence is a time of transition to adulthood where psychosocial and emotionally, they are in the stage of searching for identity. Included in the process of finding self-identity is being able to recognize emotions and have future planning. As vocational students who have the possibility to immediately work after graduation, they need to prepare carefully their internal conditions before entering the workforce. For most teenagers, the concept of the world of work before and after entering the workforce might not necessarily be the same. Adolescents who fail to adjust to the world of work can experience many problems. To prevent this, teenagers, especially vocational students, need to be equipped with an activity that helps recognize their emotional state and help open their knowledge in preparation for entering the workforce. Psychoeduaction in the form of this seminar was given to students of 10th-12th grade SMKN 03 Yogyakarta, totaling 485 teenagers with an age range of 15-19 years. The result of this PKM was the successful implementation of the seminar activities and the emotional intelligence questionnaire given after the seminar activities shows that the overall emotional intelligence of the students participating in the seminar was acceptable


ABSTRAK: Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu sekolah yang mempersiapkan siswanya untuk siap bekerja setelah lulus menempuh pendidikan di SMK. Memasuki dunia kerja dengan segala tantangannya, dapat menjadi suatu stressor yang berpotensi menimbulkan stres pada remaja. Seperti diketahui masa remaja merupakan masa transisi menuju dewasa yang secara psikososial emosi mereka sedang berada dalam tahap pencarian identitas diri. Termasuk di dalam proses pencarian identitas diri adalah mampu mengenali emosi dan memiliki perencanaan masa depan. Sebagai siswa SMK yang memiliki kemungkinan untuk langsung bekerja setelah lulus perlu utnuk mempersiapkan secara matang kondsi internal sebelum memasuki dunia kerja. Pada sebagian besar remaja diketahui konsep dunia kerja sebelum dan sesudah masuk ke dunia kerja belum tentu sama. Pada remaja yang tidak dapat menyesuaikan diri di dunia kerja dapat mengalami banyak permasalahan. Untuk mencegah hal tersebut maka para remaja khususnya siswa SMK perlu untuk dibekali sebuah kegiatan yang membantu mengenali kondisi emosi mereka dan membantu membuka wawasan mereka sebagai persiapan memasuki dunia kerja. Psikoeduaksi berupa seminar ini diberikan pada siswa kelas X-XII SMKN 03 Yogyakarta yang berjumlah 485 remaja dengan rentang usia 15-19 tahun. Hasil dari PKM ini adalah terselenggaranya kegiatan seminar dengan baik dan dari kuesioner kecerdasan emosi yang diberikan setelah kegiatan seminar didapatkan hasil kecerdasan emosi para siswa peserta seminar tergolong baik.

Keywords

emotional intelligence;adolescents;vocational students;; kecerdasan emosi;remaja;siswa SMK

Full Text:

PDF

References

Baskoro, A. (n.d.). Peluang, tantangan, dan risiko bagi Indonesia dengan adanya masyarakat ekonomi ASEAN. Kompasiana. Diunduh dari www.kompasiana.com

Berman, S. L. (2011). Identity exploration, commitment, and distress: A cross national investigation in China, Taiwan, Japan, and the United States. Child Youth Care Forum, 40, 65–75. Brouzos, A., Misailidi, P., & Hadjimattheou, A.(2014). Associations between emotional intelligence, socio-emotional adjustment, and academic achievement in childhood: The influence of age. Canadian Journal of School Psychology, 29 (2), 83-99. Davis, S. K., & Humphrey, N. (2014). Ability versus trait emotional intelligence: Dual influences on adolescent psychological adaptation. Journal of Individual Differences, 35(1), 54-62.

Davis, Sarah, K., &Humphrey, N. (2011). Emotional intelligence as a moderator of stressor-mental health relations in adolescence: Evidence for specificity. Journal Personality and Individual Differences, 52, 100-105.

Goleman, D. (2009). Emotional intelligence why it can matter more than IQ.[Format Adobe Reader].Bloomsbury Publishing Plc.

Hurlock, E. (1999). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Alih Bahasa: Istiwidayanti.Jakarta: Erlangga.

Lerner, K. L., & Lerner, B.W. (2003).World of microbiology and immunology.Detroit: Gale, PP. 171-172.

Lloyd, B. T. (Maret 2002). A conceptual framework for examining adolescent identity, media influence, and social development.Review of General Psychology, 6 (1), 73-91. Mayer, J. D., Salovey, P., Caruso, D. R., & Sitarenios, G. (2001).Emotional intelligence as astandard intelligence. Emotion, 1(3), 232-242. Pellitteri, J. (2002). The relationship between emotional intelligence and ego defense mechanisms. The Journal of Psychology, 136(2), 182-94. Reynolds, W. M., & Miller, G. E. (2003).Current perspectives in educational psychology.Handbook of Psychology. One:1:1–20.NY: Wiley and Sons. Wisker, Z. L., & Poulis, A. (2015). Emotional intelligence and sales performance: A myth or reality?. International Journal of Business and Society, 16 (2), 185-200. Zeidner, M., Roberts, R. D., & Matthews, G. (2008). The science of emotional intelligence: Current consensus and controversies. European Psychologist, 13(1), 64-78.

Copyright (c) 2018 Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia

Refbacks

  • There are currently no refbacks.