PELATIHAN TERHADAP SISWA SMK DI CIKARANG “MENJADI LULUSAN YANG BERDAYA SAING”

Genoveva Genoveva, Andi Ina Yustina, Jean Richard Jokhu, Hanif A. Widyanto, Jason Tanardi
| Abstract views: 65 | views: 42

Abstract

Based on the pre-survey results of the PKM Business Faculty team at the President University, the average absorption of the workforce towards vocational school graduates in Bekasi is around 35% - 40%. This is very contradictory with the location of SMKs which are located in one regency with the Jababeka industrial estate as one of the largest industrial estates in West Java. The location of vocational schools in industrial areas should make it easier for vocational graduates to have job opportunities. The results of interviews with 3 companies that received many SMK graduates can be concluded that the SMK graduates in the selection process did not pass the initial stage, namely interviews and tests. HRD Managers informed that SMK graduates were not well prepared in facing interviews and tests. Many SMK graduates also do not know the requirements needed by the company, such as additional certificates. One company, PT Komatsu, even requires SMK graduates who want to work in the company must have certificates issued by BLK (Balai Latihan Kerja). Based on these problems, the PKM team compiles material that prepares 12th grade students who are in their final year of school so they can prepare themselves well in entering the workforce. If they are not hired, the SMK graduates are also given training on entrepreneurship, so they have other alternatives after graduation. With these two materials, they are expected to be able to become vocational graduates who have competitiveness. This training was held in 3 SMKs involving 4 lecturers and 1 student. The event was closed by giving a souvenir to the school representative. Vocational students who take part in the training will be given certificates based on proof of attendance

ABSTRAK:

Berdasarkan hasil pra-survei tim PKM Fakultas Bisnis Universitas Presiden, rata-rata serapan dunia kerja terhadap lulusan SMK di Kabupaten Bekasi sekitar 35% -  40%. Hal ini sangat kontradiktif dengan lokasi SMK yang berada satu kabupaten dengan kawasan industri Jababeka sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Barat. Seharusnya letak SMK yang berada di Kawasan industri memudahkan lulusan SMK memiliki peluang kerja. Hasil wawancara dengan 3 perusahaan yang banyak menerima lulusan SMK dapat disimpulkan bahwa para lulusan SMK dalam proses seleksi tidak lulus di tahap awal yaitu wawancara dan tes. Para Manager HRD menginformasikan bahwa lulusan SMK kurang menyiapkan diri dengan baik dalam menghadapi I wawancara dan tes. Lulusan SMK juga banyak yang tidak mengetahui persyaratan yang dibutuhkan perusahaan, seperti sertifikat tambahan. Salah satu perusahaan yaitu PT Komatsu bahkan mensyaratkan lulusan SMK yang ingin bekerja di perusahaan tersebut harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan BLK (Balai Latihan Kerja). Berdasarkan permasalahan tersebut, tim PKM menyusun materi yang menyiapkan siswa-siswa kelas 12 yang berada di tahun terakhir sekolahnya agar dapat menyiapkan diri dengan baik dalam memasuki dunia kerja. Apabila mereka tidak diterima bekerja, lulusan SMK ini juga diberikan pelatihan mengenai kewirausahaan, sehingga memiliki alternatif lain setelah lulus. Dengan kedua materi tersebut, dharapkan mereka dapat manjadi lulusan SMK yang memiliki daya saing. Pelatihan ini diadakan di 3 SMK dengan melibatkan 4 orang dosen dan 1 mahasiswa. Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kepada perwakilan sekolah. Siswa-siswa SMK yang mengikuti pelatihan akan diberikan sertifikat berdasarkan bukti kehadiran.


Keywords

Training; Vocational School; competitive; working life;;Training; Vocational School; competitive; working life

Full Text:

PDF

References

Badan Pusat Statistik (2018), www.bps.go.id, diakses 26 Maret 2019.

Echecopar, German; Bustamante, Carla and Bejares , Consuelo (2011). Entrepreneurial Intentions and Activities of Students In Chile. Global University Entrepreneurial Spirit Students’ Survey : Global Survey for Chile.

Galvão ,Anderson ; Joao J. Ferreira, Carla Marques (2018) "Entrepreneurship education and training as facilitators of regional development: A systematic literature review", Journal of Small Business and Enterprise Development, Vol. 25 Issue: 1, pp.17-40,

Idris, Muhammad (2017) Bagini Cara Pemerintah Tingkatkan Kualitas Lulusan SMK hingga 2015, www.detik.com, diakses pada 27 Maret 2019.

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (2017), Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Dlam Rangka Membangun Link and Mach Antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dengan Industri Wilayah Sumatera Bagian Utara. www.agro.kemenperin.go.id, diakses pada 27 Maret 2019.

Purnomo, Jatmimo Edi; Sudartono dan Suharmanto, Agus Pengaruh (2018), Iklan SMK di Televisi Terhadap Minat Siswa SMP Kecamatan Candimulyo Kabuaten Magelang Untuk Melanjutkan ke SMK. www.media.neliti.com, pp.30-36.

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (2017), 219 SMK Ikut Program Revitalisasi, Menko PMK : Akan Ada Sertifikasi Guru SMK. www.setkab.go.id, diakses pada 27 Maret 2019.

Sukmana, Yoga (2019), Lulusan Banyak yang Menganggur, Apa Salah SMK Kita? www.ekonomi.kompas.com, diakses pada 26 Maret 2019

Copyright (c) 2020 Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia

Refbacks

  • There are currently no refbacks.