AUTOMATIC WATERING SYSTEM FOR ANTHURIUM PLANTS POWERED BY A 10 WP SOLAR PANEL

Isi Artikel Utama

Silvia Maharani
Erma Triawati Christina
Ganjar Febriyani Pratiwi

Abstrak

Tanaman anthurium tergolong sensitif terhadap kadar air tanah, sehingga penurunan kelembapan dapat mengganggu kesehatannya dan menyebabkan daun cepat layu hingga mati. Penyiraman secara manual dinilai kurang efektif, terutama saat pemilik tidak berada di tempat atau terjadi pemadaman listrik. Oleh karena itu, diperlukan sistem penyiraman otomatis yang mandiri dengan pemanfaatan energi baru terbarukan dengan menggunakan panel surya 10 Wp. Sistem ini terdiri dari sensor kelembapan tanah V2.0, sensor DHT22, modul relay, pompa DC, buzzer, DFPlayer Mini, dan OLED, serta menggunakan baterai 12 V 8 Ah yang dikontrol oleh SCC. Hasil pengujian menunjukkan panel mampu menghasilkan daya maksimum sebesar 10,21W dengan tegangan output mencapai 17,9 V dan arus 0,57 A. Proses pengisian daya pada aki 12 V 8 Ah selama 4 jam menunjukkan peningkatan tegangan secara bertahap dari 12,73 V hingga mencapai 13,85 V. Sistem penyiram otomatis aktif ketika kelembapan tanah < 47% yang menunjukkan kondisi tanah dalam keadaan kering, sistem penyiraman otomatis mengaktifkan pompa DC untuk menyiram tanaman, disertai informasi suara dari buzzer dan Dfplayer mini. Ketika kelembapan tanah ≥ 47% yang mendeteksi tanah dalam kondisi basah, maka pompa air, buzzer, DFPlayer mini berhenti secara otomatis saat kelembapan tanah tercukupi. OLED menampilkan informasi kelembapan tanah dan suhu sekitar tanaman anthurium.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

[1]
“AUTOMATIC WATERING SYSTEM FOR ANTHURIUM PLANTS POWERED BY A 10 WP SOLAR PANEL ”, TESLA, vol. 27, no. 2, pp. 161–170, Nov. 2025, doi: 10.24912/tesla.v27i2.35739.

Referensi

[1] H. Choiri, I. K. Suada, and W. Adiartayasa, “Kultur Jaringan Tanaman Anthurium (Anthurium andraeanum var. tropical) pada Media MS dengan Penambahan Zat Pengatur Tumbuh BAP dan NAA,” J. Agroteknologi Trop., vol. 8, no. 3, pp. 284–293, 2019.

[2] D. M. Saragi, F. Hamami, and T. Mulyana, “Implementasi Logika Fuzzy Untuk Pendukung Keputusan Sistem Penyiraman Otomatis Tanaman Anthurium,” J. Sist. Komput. dan Inform., vol. 4, no. 1, p. 146, 2022, doi: 10.30865/json.v4i1.4895.

[3] N. Nurdiana and Perawati, “Monitoring Kelembaban Tanah Pada Penyiram Tanaman Otomatis,” vol. 18, no. April, pp. 9–15, 2021.

[4] M. Susantok, A. Urip, A. Wibowo, M. Akbar, P. C. Riau, and P. Korespondensi, “Peningkatan Akurasi Sistem Pemantauan Suhu Dan Kelembapan Pada Laboratorium Pengujian Benih Tanaman Menggunakan Inversi Regresi Linier,” vol. 12, no. 1, pp. 153–164, 2025, doi: 10.25126/jtiik.2025129083.

[5] R. N. Dewanto et al., “Tinjauan Intensitas Radiasi Matahari: Implikasi Potensial Untuk Pengembangan Energi Surya,” vol. 10, no. 2, 2024.

[6] L. Aditya, P. Santosa, B. F. Triyanto, A. Bintang Pratama, and A. S. Fadilah, “Penerapan Alat Penyiram Otomatis Berbasis Mikrokontroler Menggunakan Energi Surya Dalam Mendukung Program Kampung Sejuta Anggrek Di Kelurahan Baru, Jakarta Timur,” pp. 98–105, 2024, doi: 10.24853/jpmt.6.2.98-105.

[7] S. Maharani and I. Muhammad, “Cara Pengoperasian Prototipe Penyiram Otomatis Tanaman Anthurium Berbasis Arduino Uno.” Accessed: Mar. 11, 2025. [Online]. Available: https://youtu.be/xUWdZa7lpoc

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.