Hubungan antara Kesepian dan Adaptasi sosial: Studi Kasus pada Mahasiswa Rantau di Jakarta
Main Article Content
Abstract
Dalam menjalani perkuliahan, mahasiswa perlu beradaptasi dengan lingkungannya, terutama mahasiswa perantau. Mahasiswa perantau yang kurang mampu beradaptasi sosial dapat mengalami kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesepian dan adaptasi sosial pada mahasiswa perantau di Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif untuk mengukur secara statistik hubungan antara kesepian dan adaptasi sosial pada mahasiswa perantau di Jakarta. Alat ukur kesepian yang digunakan dalam penelitian ini adalah UCLALoneliness Scale versi 3, sedangkan alat ukur adaptasi sosial yang digunakan adalah Weinberger Adjustment Inventory. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25 dengan teknik analisis uji korelasi. Hasil penelitian mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara kesepian dan adaptasi sosial pada mahasiswa perantau di Jakarta. Temuan menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian, semakin rendah nilai adaptasi sosial, dan sebaliknya, semakin rendah tingkat kesepian, semakin tinggi nilai adaptasi sosial. Selain itu, hasil uji beda tingkat kesepian menunjukkan bahwa hanya variabel jenis universitas yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam tingkat kesepian.Mahasiswa yang menempuh pendidikan di universitas swasta cenderung memiliki tingkat kesepian yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa di universitas negeri. Sebaliknya, variabel usia, lama merantau, dan jenis kelamin tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam tingkat kesepian.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan jurnal ini setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan pekerjaan secara bersamaan berlisensi di bawah Creative Commons Attribution yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis mampu untuk masuk ke dalam terpisah, pengaturan kontrak tambahan untuk distribusi non-eksklusif versi diterbitkan jurnal pekerjaan (misalnya, posting ke sebuah repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online.
References
Ahdiat, A. (2022). Jumlah Mahasiswa di Indonesia, dari Aceh sampai Papua.
Batubara, I. W. S., & Islami, N. (2022). Strategi Adaptasi Nelayan Tanjung Leidong terhadap Perubahan Lingkungan Hidup. Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi Dan Manajemen, 2(1), 1784–1794.
Fauzia, N., Asmaran, A., & Komalasari, S. (2021). Dinamika Kemandirian Mahasiswa Perantauan. Jurnal Al-Husna, 1(3), 167. https://doi.org/10.18592/jah.v1i3.3918
Heinrich, L. M., & Gullone, E. (2006). The Clinical Significance Of Loneliness: A Literature Review. In Clinical Psychology Review.
Kraus, Davis, Bazzini, Church, & Kirchman. (1993). Personal and Social Influences on Loneliness: The Mediating Effect of Social Provisions. Social Psychology Quarterly, 56(1), 37–53.
Melani, A., Ihsan, H., & Kosasih, I. (2024). Hubungan Dukungan Sosial dan Hardiness dengan Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(5), 1–14. https://doi.org/10.5281/zenodo.10516193.
Menatti, L., Bich, L., & Saborido, C. (2022). Health and environment from adaptation to adaptivity: a situated relational account. History and Philosophy of the Life Sciences, 44(3), 1–28. https://doi.org/10.1007/s40656-022-00515-w
Muttaqin, V. A., & Hidayati, I. A. (2022). Pengalaman kesepian pada mahasiswa rantau selama pandemi covid-19. Psikostudia Jurnal Psikologi, 11(4), 587–602. http://dx.doi.org/10.30872/psikostudia.v11i4
Naibaho, S. L., & Murniati, J. (2022). Dukungan sosial sebagai faktor pendukung keberhasilan adaptasi mahasiswa perantau yang tinggal di asrama Jakarta. Jurnal Psikologi Ulayat, 10, 114–130. https://doi.org/10.24854/jpu465
Nasir, N. (2023). Kesulitan-Kesulitan Proses Adaptasi Mahasiswa Baru: Studi Kasus pada Salah Satu Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Indramayu. Gema Wiralodra, 13(2), 883–892. https://doi.org/10.31943/gw.v13i2.232
Peplau, L. A., & Perlman, D. (1998). Loneliness. Encyclopedia of Mental Health, 571–581.
Ramadhani, A. S. N., Khuzaimah, Pratama, Handi, B., & Utami, D. (2022). Mahasiswa Perantauan Dan Konsumerisme : Terbawa Arus Atau Tetap Bergaya Irit? (Studi Pada Mahasiswa Rantau UNESA Di Kecamatan Wonokromo). Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 1, 339–347.
Shafiananta, M., Wafirotul Khusna, Z., Rinda Widyaningrum, F., Dian Primastuti, F., Salsa Wijayanti, F., Rifa Yuniar, H., Agung Rifai, M., dan Konseling, B., & Negeri Semarang, U. (2024). Apakah Mahasiswa Mengalami Loneliness?: Studi Kasus Pada Mahasiswa Baru Perantau di Universitas Negeri Semarang. Jurnal Mediasi, 3(1), 11–24. http://jurnalilmiah.org/journal/index.php/mediasi
Weinberger, D. A., & Schwartz, G. E. (1990). Distress and Restraint as Superordinate Dimensions of Self‐Reported Adjustment: A Typological Perspective. Journal of Personality, 58(2), 381–417. https://doi.org/10.1111/j.1467-6494.1990.tb00235.x