PEMANFAATAN SAMPAH ILUNG MENJADI KERTAS MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN DESA LOK BAINTAN BERBASIS KOMUNIKATIF PARTISIPATIF

Muzahid Akbar Hayat, Sanusi Sanusi
| Abstract views: 40 | views: 24

Abstract

Eceng Gondok merupakan tanaman gulma yang banyak tumbuh di sekitaran sungai wilayah Desa Lok Baintan Kalimantan Selatan. Banyaknya Eceng Gondok menimbulkan permasalahan diantaranya mengganggu sektor wisata pasar terapung dan transportasi sungai. Eceng Gondok merupakan jenis tumbuhan yang memiliki pertumbuhan sangat cepat. Sehingga perlu solusi nyata untuk mengatasi sampah Eceng Gondok. Dalam upaya mengurangi sampah Eceng Gondok adalah dengan melakukan pengelolaan pemanfaatan Eceng Gondok menjadi produk bernilai jual yaitu kertas melalui Program Pengembangan “Desa Sahabat Sampah”. Metode kegiatan dilalakukan dengan dialog, pendampingan (pelatihan kontinum realationship) dan pemberdayaan yang dirancang secara bersama serta bersifat keberlanjutan (sustainable). Penerapan pengembangan desa dilakukan berbasis komunikasi partisipatif yaitu dengan mengajak semua pihak (masyarakat) yang diundang untuk berpartisipasi dari proses komunikasi sampai dengan pengambilan keputusan.. Hasilnya Masyarakat mampu membuat kertas dan dikreasikan menjadi amplop dan kantong kertas.

Keywords

Komunikasi partisipatif, Pengelolaan, Sampah eceng gondok

Full Text:

XML

References

Aronson, D, Bostic, R Huck, P Rownsed. R. (2014). Continum Relationship and Small Business Use. Of Market, J. Urban econ 55.46-67

Ircham Machfoedz dan Eko Suryani. (2008). Pendidikan Kesehatan Bagian dari Bagian dari Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Fitramaya.

Mulyana, Deddy. (2007). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Prijono Ony S. dan Pranaka, A.M.W. (penyunting). (1996). Pemberdayaan, Konsep, Kebijakan dan Implementasi. Jakarta: Centre For Strategic and International Studies.

Rahim SA. (2004). Participatory Development Communication as a Dialogical Process dalam White, SA. 2004. Participatory Communication Working for Change and Development. New Delhi: Sage Publication India Pvt Ltd.

Servaes J. (2005). Communication for Development: One World, Multiple Cultures. Cresskill, New Jersey (US): Second Printing. Hampton Press.

Sulistyowati F, Setyowati Y, Wuryantoro T. (2005). Komunikasi Pemberdayaan. Yogyakarta (ID): APMD.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.