GERILYA ALOR MELAWAN SAMPAH PLASTIK LAUT, PENGELOLAAN DOMESTIK DAN BERBAGAI PERJUMPAAN

Klara Puspa Indrawati, Antonius Tan, Mekar Sari Suteja
| Abstract views: 170 | views: 153

Abstract

Beberapa tahun terakhir, Kabupaten Alor dihadapkan pada pola konsumsi baru yang berakibat pada melonjaknya jumlah sampah plastik. Pemerintah setempat belum memiliki strategi pengelolaan sampah plastik di level domestik maupun di level kabupaten yang memadai. Saat ini sampah plastik telah mencemari laut dan pesisir, padahal pariwisata bawah laut sedang berkembang di berbagai pesisir Alor hari ini. Jenis pariwisata ini membutuhkan situasi ekosistem pesisir yang sehat, namun aktivitas bisnis penginapan dan penyelaman yang tidak diatur oleh regulasi pemerintah juga berpotensi menjadi penghasil sampah plastik. Perjumpaan warga lokal dengan gelombang tren pariwisata bawah laut ini menghasilkan kesadaran untuk membersihkan laut dan pesisir dari polusi sampah plastik. Para pemerhati lingkungan Alor bekerja secara kolektif dan menghasilkan progres. Tim PKM Untar berkesempatan turut berkontribusi melalui workshop kolaboratif dengan jejaring “Plastic Free Ocean Network” (PFON-Alor) untuk anak-anak di pesisir Kadelang dan Alor Kecil demi membangunkan gema kesadaran yang semakin besar dan semakin awal di level domestik. Anak-anak merupakan agen perubahan yang diharapkan mampu mendorong perilaku mereduksi maupun mengelola sampah plastik secara berkelanjutan dalam sebuah keluarga. Workshop untuk anak yang telah diselenggarakan di dua desa pesisir menunjukkan kebutuhan program edukasi informal tentang sampah plastik bagi warga Alor. Seluruh gerilya melawan sampah plastik ini dilatarbelakangi oleh kuatnya ikatan historis, spiritual, dan kultural warga Alor dengan laut yang mengelilinginya.

Keywords

domestik;laut;gerilya kolektif;pariwisata;sampah plastik

Full Text:

PDF

References

Bessie, D. M. & Ariyogagautama, D. (2012). Penilaian Performa Pengelolaan Perikanan Menggunakan Indikator EAFM: Kajian pada Perikanan di Wilayah Kabupaten Alor. WWF & UK Arta Wacana, Kupang.

Dinas Pariwisata Kabupaten Alor. (2016). Alor: The Hidden Underwater Paradise of East Nusa Tenggara. Dinpar Kab. Alor, Kalabahi.

Elyas Asamau. (2019, Februari). Personal Interview.

Kennedy Takalao. (2019, Juni). Personal Interview.

Kolly, Faryda. (2019). Presentasi: Pengelolaan Persampahan Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur. Untrib, Kalabahi.

Indonesia Sangkal Penyumbang Sampah Plastik Terbesar di Kawasan. (n.d.) 28 Januari, 2018. https://www.bbc.com/indonesia/majalah-42833138

Indrawati, Klara P. (2016). “The Sea around Alor Kecil Vernacular Society: A Critical threshold for Ecological and Cultural Survival”. ISVS E-Jurnal, Vol. 4 No. 2, 1-15.

Pengelolaan Sampah di Alor Paling Buruk di NTT. (n.d.) 12 Mei, 2018. http://tribuanapos.com/2018/05/12/ir-zet-malelak-m-si-pengelolaan-sampah-di-alor-paling-buruk-di-ntt/

Plastic Free Ocean Network-Alor. (2019). Presentasi PFON Alor: April 2019. PFON, Kalabahi.

Plastic Free Ocean Network-Alor. (2019). Poster: Apa Bahaya Sampah Plastik. PFON, Kalabahi

Sere. (2016, Agustus). Personal Interview.

Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman Provinsi NTT. (2018). Presentasi: Konsep Laporan Akhir Fasilitas Penyusunan PTMP dan DED Kabupaten Alor. Kementrian PUPR, Kalabahi.

Wardi, I Nyoman. (2011). “Pengelolaan Sampah Berbasis Sosial Budaya: Upaya Mengatasi Masalah Lingkungan di Bali”. Jurnal Bumi Lestari, Vol. 11 No. 1, 167-177.

Waterson, R. (1990). The Living House: An Anthropolgy of Architecture in South-East Asia. Oxford University Press, Oxford.

Willy “Air Dive”. (2019, Juni). Personal Interview.

Witton, P., Elliott, M., Greenway, P. & Jealous, V. (2003). Indonesia. Lonely Planet Publications, Oakland.

WWF Indonesia. (2019). Presentasi: Mengurangi Sampah Plastik, Mengurangi Jejak Ekologi. WWF, Semarang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.