PEMBUATAN JAKET DENGAN FABRIKASI ARSITEKTURAL UNTUK INDUSTRI KECIL DI JALAN DAMAI

Fermanto Lianto, Denny Husin, Yuanda Saputra
| Abstract views: 36 | views: 18

Abstract

Fenomena tersingkirnya industri kecil dibidang fashion terjadi karena kompetisi global dari busana yang kian kompleks, menempatkan mereka yang berdaya ekonomi lemah dan kemampuan intelektual rendah menghadapi isu tidak bergeraknya sebuah usaha kecil akibat terhimpit oleh keadaan. Masalahnya kemampuan penjahit terbatas pada menghasilkan produk dengan kualitas rendah dan minim kreativitas sangat sulit berkompetisi dengan pemain besar busana. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis keadaan mitra dengan mengangkat kemampuan sederhana yang mereka miliki, untuk diinterpretasikan dan dikembangkan kompleksitasnya. Melalui alat percobaan arsitektural, kemampuan bidang pakaian dikombinasikan secara manual dan digital dengan teknik adjusting pattern dan folding architecture. Minat dan bakat mitra dalam membuat seragam wanita berupa lipit dinilai berpotensi meskipun sesungguhnya merupakan kemampuan dasar teknik pleated. Dengan bantuan peranti lunak, mitra diperkenalkan dengan mesin (lasercutting) dan pengembangan digital (photoshop dan autodesk) sehingga dapat mengelaborasi hasil lipitan menjadi fabrikasi arsitektural berupa jaket. Sebagai temuan, adjusting pattern dan folding architecture dapat dikembangkan melalui kemampuan mitra melipit, baik sebagai tekstur dan detail jaket arsitektural dan menghasilkan kebaruan pola karena memungkinkan modifikasi dengan peranti lunak komputer.  Melalui pengetahuan arsitektural efisiensi, presisi dan kreativitas mengisi celah kebutuhan industri yakni; 1) Kebutuhan mitra untuk menambah wawasan mengembangkan teknik lipit dan penyesuaian pola pada pakaian seragam sehingga melihat peluang usaha baru; 2) Industri tekstil untuk menghasilkan variasi pola arsitektural yang lebih kompleks tanpa harus membuat eksperimentasi sendiri; 3) Arsitek dan dosen untuk menggunakan keilmuan pada disiplin ilmu dan industri lain.

Keywords

Arsitektural;Fabrikasi; Folding; Jaket; Lipit

Full Text:

PDF

References

Chinwendu, A. U. (2014). Architecture + Fashion: A Study of the Connection between Both Worlds. Dissertation for Master of Architecture. Notthingham Trent University.

Hadiyatun, M. I. et al. (2014). Arsitektur di Indonesia dalam Perkembangan Jaman, Sebuah Gagasan untuk Jati diri Arsitektur di Indonesia. Universitas Kristen Petre & Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Hamy, S. & Suryawan, D. S. (2009). Chic Mengolah Wastra Indonesia: Batik Jawa Barat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Joy, A. et al. (2012). Fast Fashion, Sustainanility, and the Ethical Appeal of Luxury Brands. Fashion Theory, Volume 16, Issue 3, pp. 273-296 DOI: 10.2752/175174112X13340749707123. Berg.

Koch, D. (2009). Architectural Fashion Magazines Ref 057. Proceedings of the 7th Internasional Space Syntax Symposium. Stockholm: KTH.

Lyndon, N. et al. (2015). Cultural and Language Identity of the Thesaban Takbai Malay Ethnic, Southern Thailand: A Phenomenological Analysis. Mediterranean Journal of Social Sciences, Vol 6 No 4 S3. Rome: MCSER Publishing.

Ranelis. (2014). Seni Kerajinan Bordir Hj. Rosma: Fungsi Personal dan Fisik. Jurnal Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, ISSN: 1412-1662, Volume 16, Nomer 1. Padang Panjang.

Townsend, Orta, L. (2005). Art, Fashion and Mobility. Temporary interventions in Space. Art & architecture Journal, No 62, Summer, London, 0037-39. UK.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.