PEMANTAUAN TEMPERATUR PADA INKUBATOR EUBLEPHARIS MACULARIUS (LEOPARD GECKO) BERBASIS ZIGBEE
Isi Artikel Utama
Abstrak
One type of reptile that is interesting to be explored is Eublepharis Macularius or better known as the Leopard Gecko. Leopard Gecko is a reptile class animal that is tame and has a unique pattern on the outer skin of its body. The size of this animal is not too big but also not too small, around 24 – 27 cm. The breeding of this animal is an interesting thing to research because the sex of the Leopard Gecko can be influenced by regulating the temperature of the egg incubator. Engineering Leopard Gecko incubators regarding temperature is one of the interesting implementations in the field of electrical engineering to enliven the Leopard Gecko industry. Even simple plastic containers can be engineered for Xbee wireless monitoring and controlling Leopard Gecko incubator temperatures. By controlling the temperature in the incubator, the sex of the hatched Leopard Gecko eggs can be monitored. Some electronic equipment that can be used is temperature sensors, microcontrollers, Xbee, relays, incandescent lamps and monitors. With this series of electronic equipment, the temperature in the incubator can be monitored and controlled wirelessly in the temperature range of 32.00oC - 32.50oC.
ABSTRAK
Salah satu hewan jenis reptil yang sedang berkembang saat ini adalah Eublepharis Macularius atau yang lebih dikenal dengan Leopard Gecko. Leopard Gecko merupakan hewan berkelas reptil yang jinak dan mempunyai corak yang unik pada kulit luar tubuhnya. Ukuran hewan ini juga tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil, sekitar 24 – 27 cm. Perkembangbiakan hewan ini merupakan salah satu hal yang menarik untuk diteliti karena jenis kelamin dari Leopard Gecko dapat dipengaruhi melalui pengaturan temperatur dari inkubator telurnya. Rekayasa inkubator Leopard Gecko terhadap temperatur merupakan salah satu implementas bidang teknik elektro yang menarik untuk menyemarakan perindustrian Leopard Gecko. Kontainer plastik sederhana pun dapat direkayasa untuk pemantauan dan pengendalian temperatur inkubator Leopard Gecko secara nirkabel Xbee. Dengan dikendalikannya temperatur pada inkubator, jenis kelamin hasil penetasan telur Leopard Gecko dapat dipantau. Beberapa peralatan elektronika yang dapat digunakan adalah seperti sensor suhu, mikrokontroler, ZigBee, relay, lampu pijar, dan monitor. Dengan rangkaian peralatan elektronika tersebut, temperatur pada inkubator dapat dipantau dan dikendalikan secara nirkabel pada rentang suhu 32,00oC - 32,50oC.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Penulis
Sebagai Penulis Jurnal, Anda memiliki hak untuk berbagai kegunaan untuk artikel Anda, termasuk penggunaan oleh institusi atau perusahaan yang mempekerjakan Anda. Hak penulis dapat dilaksanakan tanpa perlu izin khusus. Penulis yang menerbitkan dalam jurnal TESLA: Jurnal Teknik Elektro memiliki hak luas untuk menggunakan karya-karya mereka untuk tujuan pengajaran dan ilmiah tanpa perlu mencari izin, termasuk: digunakan untuk pengajaran di kelas oleh penulis atau lembaga penulis dan presentasi di pertemuan atau konferensi dan mendistribusikan salinan kepada peserta; gunakan untuk pelatihan internal oleh perusahaan penulis; distribusi ke kolega untuk penggunaan penelitian mereka; digunakan dalam kompilasi karya penulis selanjutnya; termasuk dalam tesis atau disertasi; penggunaan kembali sebagian atau kutipan dari artikel dalam karya lain (dengan pengakuan penuh atas artikel final); persiapan karya turunan (selain untuk tujuan komersial) (dengan pengakuan penuh atas artikel akhir); posting sukarela di situs web terbuka yang dioperasikan oleh penulis atau lembaga penulis untuk tujuan ilmiah (harus mengikuti CC dengan Lisensi SA).
Penulis dapat menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun, dan mencampur, memodifikasi, dan membuat materi untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial, tetapi mereka harus memberikan kredit yang sesuai (mengutip artikel atau konten), memberikan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan. Jika Anda mencampur, memodifikasi, atau membuat materi, Anda harus mendistribusikan kembali kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama seperti aslinya.
Perjanjian Transfer Hak Cipta (untuk Penerbitan)
Penulis yang mengirimkan naskah melakukannya dengan pemahaman bahwa jika diterima untuk publikasi, publikasi hak cipta dari artikel tersebut akan diberikan / ditransfer ke TESLA: Jurnal Program Studi Teknik Elektro dan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai Penerbit Jurnal. Setelah menerima artikel, penulis akan diminta untuk menyelesaikan 'Perjanjian Transfer Hak Cipta' (lihat informasi lebih lanjut tentang ini). E-mail akan dikirim ke penulis terkait yang mengkonfirmasi penerimaan naskah beserta formulir 'Perjanjian Transfer Hak Cipta' dengan versi online dari perjanjian ini.
TESLA: Jurnal Teknik Elektro dan Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara, Editor dan Dewan Penasihat Nasional dari Dewan Penasihat, berupaya sebaik mungkin untuk memastikan bahwa tidak ada data, pendapat, atau pernyataan yang salah, menyesatkan, opini atau pernyataan diterbitkan dalam jurnal. Dengan cara apa pun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan dalam TESLA: Jurnal Teknik Elektro adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.
Ingat, meskipun kami meminta transfer hak cipta, penulis jurnal kami tetap (atau diberikan kembali) hak ilmiah yang signifikan seperti yang disebutkan sebelumnya.
Formulir Copyright Transfer Agreement (CTA) dapat diunduh di sini: [TESLA Copyright Transfer Agreement Form (CTA): Journal of Electrical Engineering 2020]
Formulir hak cipta harus ditandatangani secara elektronik dan dikirim ke Kantor Editorial dalam bentuk email asli di bawah ini:
Ir. Wahidin Wahab, MSc, PhD. (Pemimpin Redaksi)
Kantor Editorial TESLA: Jurnal Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara
Jl. Letjen S. Parman No. 1 Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Indonesia 11440
Tel: 085156207206 (a.n Sofyan maulana)
E-mail: tesla@ft.untar.ac.id
Referensi
P. De Vosjoil, T. Mazorlig, R. Klingenberg, R. Tremper, and B. Viets, The Leopard Gecko Manual: Expert Advice for Keeping and Caring for a Healthy Leopard Gecko. i5 Publishing LLC, 2017.
Sulistyanto, “Asyiknya Memelihara Gecko, Sayang Belum Bisa Dikonteskan Karena Pandemi,” harianmerapi.com.
T. Gamble, “A review of sex determining mechanisms in geckos (Gekkota: Squamata),” Sex. Dev., vol. 4, no. 1–2, pp. 88–103, 2010.
W. H. N. Gutzke and D. Crews, “Embryonic temperature determines adult sexuality in a reptile,” Nature, vol. 332, no. 6167, pp. 832–834, 1988.
T. Rhen, J. T. Sakata, M. Zeller, and D. Crews, “Sex steroid levels across the reproductive cycle of female leopard geckos, Eublepharis macularius, from different incubation temperatures,” Gen. Comp. Endocrinol., vol. 118, no. 2, pp. 322–331, 2000.
F. Saputra, D. R. S. Sani, and M. Ikhsan, “Implementasi Sistem Sensor DHT22 untuk Menstabilkan Suhu dan Kelembapan Berbasis Mikrokontroller NODEMCU ESP8266 pada Ruangan,” e-Proceeding Appl. Sci., vol. 6, no. 2, pp. 1977–1984, 2020.
A. Dimas et al., “Perancangan Pengendali Rumah menggunakan Smartphone Android dengan Konektivitas Bluetooth,” J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput. Vol. 1, No. 5, Mei 2017, hlm. 415-425, vol. 1, no. 5, pp. 415–425, 2017.
U. J. Shobrina, R. Primananda, and R. Maulana, “Analisis Kinerja Pengiriman Data Modul Transceiver NRF24l01, Xbee dan Wifi ESP8266 Pada Wireless Sensor Network,” J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 2, no. 4, pp. 1510–1517.
S. Romadhona, D. Alia, and M. Zulfida, “Perancangan dan Analisis Antena Dipole pada Frekuensi 2,4 GHz untuk Modul Xbee S2 Pro Menggunakan HFFS 14.0,” AVITEC, vol. 2, no. 1, pp. 21–30, 2020.
Suraidi and M. Wulandari, “Perancangan Sistem Pencuci Tangan Otomatis Tanpa Sentuh untuk Mencegah Penularan Virus COVID-19,” TESLA, vol. 23, no. 1, pp. 24–33.



