GAMBARAN KADAR HIDRASI KULIT DAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PETUGAS KEBERSIHAN DI UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Indi Chairunnisa, Linda Julianti Wijayadi, Sari Mariyati Dewi Nataprawira
| Abstract views: 23 | views: 18

Abstract

Irritant contact dermatitis (DKI) is a non-immunologic skin inflammation reaction caused by contact with irritants. A janitor is a worker who does a lot of wet work that will repeatedly contact with irritants such as acids, bases, detergents, soap, water, solvents, etc., so that there will be damage to the skin barrier function that starts with loss of the lipid layer and Natural Moisturizing Factor (NMF) so it will reduce skin hydration levels and increase TransEpidermal Water Loss (TEWL). This makes the skin condition becomes dry and the skin defense decreases so that it is easier for DKI. The purpose of this study was to determine the description of skin hydration levels and the incidence of irritant contact dermatitis in janitors at Tarumanagara University. This research is descriptive with a cross-sectional design. A total of 60 people from the janitor became the subject of research. The level of skin hydration is measured by a chronometer. The incidence of DKI in the cleaning staff at Tarumanagara University was 10%, the level of skin hydration in the janitor at Tarumanagara University found hydration levels of dry skin on the right palm (76.7%), left palm (76.7%), back of the hand right (56.7%), and back of the left hand (56.7%). In subjects who experience DKI, levels of hydration of very dry skin on the palm (left-right) and hydration of dry skin on the back of the hand (left-right), and the factors that influence the occurrence of DKI are: gender (female), frequency of washing hands with soap per day, frequency and duration of contact with toilet and floor cleaning products per day and the use of personal protective equipment (PPE), and so it is recommended that cleaners always use PPE when working to prevent DKI and use moisturizers on dry skin

ABSTRAK:

Dermatisis kontak iritan (DKI) adalah suatu reaksi peradangan kulit non-imunologik yang disebabkan oleh kontak dengan bahan iritan. Petugas kebersihan merupakan pekerja yang banyak melakukan pekerjaan basah yang  akan kontak berulang dengan bahan iritan seperti asam, basa, detergen, sabun, air, pelarut, dll, sehingga akan terjadi kerusakan fungsi sawar kulit yang dimulai dengan kehilangan lapisan lipid dan Natural Moisturizing Factor (NMF) sehingga akan menurunkan  kadar hidrasi kulit dan meningkatkan TransEpidermal Water Loss  (TEWL). Hal tersebut membuat kondisi kulit menjadi kering dan pertahanan kulit menurun sehingga lebih mudah terjadi DKI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar hidrasi kulit dan kejadian dermatitis kontak iritan pada petugas kebersihan di Universitas Tarumanagara. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Sejumlah 60 orang dari petugas kebersihan menjadi subjek penelitian. Kadar hidrasi kulit diukur dengan alat korneometer. Angka kejadian DKI pada petugas kebesihan di Universitas Tarumanagara sebesar 10 %, Kadar hidrasi kulit pada petugas kebersihan di Universitas Tarumanagara didapatkan kadar hidrasi kulit  kering pada telapak tangan kanan (76,7%), telapak tangan kiri (76,7%), punggung tangan kanan (56,7%), dan punggung tangan kiri (56,7%). Pada subjek yang mengalami DKI didapatkan kadar hidrasi kulit sangat kering pada telapak tangan(kiri-kanan) dan hidrasi kulit kering  pada punggung tangan (kiri-kanan), dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian DKI adalah: jenis kelamin (perempuan), frekuensi cuci tangan dengan sabun per hari, frekuensi dan lama kontak dengan produk pembersih toilet maupun lantai per hari dan penggunaan alat pelindung diri (APD), dan sehingga disarankan agar petugas kebersihan selalu memakai APD dengan lengkap saat bekerja untuk mencegah DKI dan menggunakan pelembab pada kulit yang kering

Keywords

skin hydration level; irritant contact dermatitis; korneometer; janitor;;kadar hidrasi kulit; dermatitis kontak iritan;korneometer; petugas kebersihan

Full Text:

PDF

References

Armado A, Taylor JS, Sood A. (2008). Irritant contact dermatitis. in: Freedberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz SI. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. 7th Ed. USA: McGraw Hill, 395-401.

Behroozy, A., & Keegel, T. G. (2014). Wet-work Exposure: A Main Risk Factor for Occupational Hand Dermatitis. Safety and Health at Work, 5(4), 175–180.

Blaak J, Wohlfart R, Schurer NY. Treatment of Aged Skin with a pH 4 Skin Care Product Normalizes Increased Skin Surface pH and Improves Barrier Function: Results of a Pilot Study. JCDSA. 2011; 1: 50-8

Chew, A.L., Maibach, H.I. (2006). Ten Genotypes of Irritant Contact Dermatitis. Dalam: New York. Springer, 5-9.

Cohen DE. (1999). Occupational Dermatoses In: DiBerardinis LJ, editors. Handbook of Occupational Safety and Health, 2nd edition. Canada: John Wiley & Sons Inc, 697-737.

Cahill J, Williams JDL, Matheson MC, Palmer AM, Burgess JA, Dharmage SC, et al. (2012). Occupational contact dermatitis: a review of 18 years of data from occupational dermatology clinic in Australia. Australia: Safe Work Australia.

Cahyawati, Imma Nur dan Irwan Budiono. (2011). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis Pada Nelayan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 134-141

Elston DM, Ahmed DDF, Watsky KL, Schwarzenberger K. Hand dermatitis. August 2002. [cited 2017 Nov 17]. Available from: https://www.jaad.org/article/S0190-9622(02)00061-0/fulltext

Eberting, C.L., Blickenstaff, N., Goldenberg, A. (2014). Pathophysiologic treatment approach to irritant contact dermatitis. Curr Treat Options Allergy, 1(4), 317-28.

Erliana.(2009). Hubungan karakteristik individu dan penggunaan alat pelindung diri dengan kejadin dermatitis kontak pada pekerja paving block CV. F. Lhoksumawe Tahun 2008, 88-93

Frosch, P.J. & Kügler, K.. (2011). Occupational Contact Dermatitis, 5th edition, Springer Verlag Berlin Heidelberg, 831-838.

Hudyono. (2002). Dermatosis akibat kerja. Majalah Kedokteran Indonesia. 49(9); 16-23.

Hurlow J, Bliss DZ. (2011). Dry skin in older adults. Geriatric Nursing. 32(4), 257-62.

Hannon, W.C. and Maibach, H.I. (2005). Eficacy of Moisturizers Assessed Through Bioengineering Techniques. In : Baran, R., Maibach, H.I., Taylor and Francis, editors. Textbook of Cosmetic Dermatology. Third Ed. Boca Raton USA: Tailor and Francis. 573-592.

Honari G, Taylor JS, Sood A. (2012). Occupational skin diseases due to irritants and allergens. In: Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, Wolff K, editors. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine (7th ed). New York: McGraw-Hill,; p. 2612-18

Lestari F, Utomo H.S. (2007). Faktor-faktor yang berhubungan dengan dermatitis kontak pada pekerja PT. Inti Pantja Press Industri Makara Kesehatan.11(2); 61-8

Lurati, A. (2015). 'Occupational risk assessment and irritant contact dermatitis. Workplace health and safety, 63 (2), 81–87.

Malik A.F. (2017). Hubungan Faktor Risiko Dermatitis Kontak Terhadap Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja Pada Para Pekerja Salon di Kelurahan Padang Bulan Tahun 2017. Fakultas kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan.

Menaldi, S.W.S.L, Bramono K, Indriatmi W.( 2016). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke 7. Jakarta: Badan Penerbit FKUI, 157-160.

Nuraga W, Lestari F, Kurniwidjaja LM. (2008). Dermatitis kontak pada pekerja yang terpajan dengan bahan kimia di perusahan industri otomotif kawasan industri Cibitung Jawa Barat. Makara Kesehatan. 12 (2) : 68-9


Refbacks

  • There are currently no refbacks.