Fashion Sebagai Alat Komunikasi Non Verbal Dalam Menunjukkan Identitas Diri

Wynnie Wynnie, Pinckey Triputra

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran makna dari fungsi sebuah fashion atau pakaian. Fungsi awal dari pakaian adalah untuk melindungi tubuh manusia dari cuaca dan juga sebagai penutup tubuh manusia. Namun seiring berjalannya waktu, fungsi pakaian bergeser menjadi penunjuk identitas diri seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi fashion sebagai alat komunikasi nonverbal dalam menunjukkan identitas diri seseorang. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisa semiotika Roland Barthes, penelitian ini hanya menjelaskan warna, pola, dan motif pada pakaian berdasarkan denotasi dan konotasinya, yang terlihat pada objek penelitian atau foto. Hasil penelitian menemukan bahwa pakaian yang juga merupakan fashion merupakan salah satu alat penanda, pembeda antara yang satu dengan yang lain atau disingkat menjadi identitas diri seseorang. Setiap fashion memiliki makna tersirat dilihat dari denotasi dan konotasinya.


Keywords


Fashion; Komunikasi Non Verbal; Instagram; Semiotik; Identitas Diri

References


Barnard, Malcolm. (2011). Fashion sebagai Komunikasi. Yogyakarta: Jalasutra.

Bungin, Burhan (2011). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.

Goffman, Erving. (1959). The Presentation of Life. New York: Doubleday Dell Publishing Group, Inc.

Neuman, W. Lawrence (2000), Social Research Methods : Qualitative and Quantitative Approaches, 4th edition. Boston: Allyn & Bacon.

Moleong, Lexy J. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakaya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.