PENINGKATAN KREATIVITAS GURU MELALUI PELATIHAN KARYA SENI PAPER QUILLING DI SDN X CIPUTAT TANGERANG SELATAN
Isi Artikel Utama
Abstrak
Paper Quilling training for teachers at SDN Serua 3 Ciputat, South Tangerang, was conducted in response to the
limited availability of creative learning media in elementary schools and the lack of educators with an arts
background. This situation tends to make arts and crafts lessons monotonous and less able to maximize student
creativity. The Paper Quilling technique—the art of rolling and shaping paper into decorative works—was chosen as
an alternative solution due to its simplicity, cost-effectiveness, and effectiveness in developing creativity and fine
motor skills. Key issues identified included low use of art media in the learning process, teachers' lack of
understanding of Paper Quilling techniques, and limited training focused on practical skills. The training used a
participatory approach, encompassing material delivery, demonstrations of basic techniques, hands-on practice, and
evaluation of the work. The training results showed that the teachers were able to master basic Paper Quilling
techniques and began integrating them into classroom art lessons. Furthermore, the training improved teachers'
creativity, precision, and fine motor skills, which have the potential to be passed on to students. In conclusion, Paper
Quilling training has proven to be an effective tool for enhancing teacher creativity and enriching art teaching
methods at the elementary school level. It is recommended that this activity be followed up with further training and
mentoring in implementing the training results so that its benefits can be felt sustainably and measurably.
ABSTRAK
Pelatihan seni Paper Quilling untuk para guru di SDN Serua 3 Ciputat, Tangerang Selatan dilaksanakan sebagai
respons terhadap keterbatasan media pembelajaran kreatif di sekolah dasar serta minimnya tenaga pendidik yang
memiliki latar belakang seni. Kondisi ini menyebabkan pembelajaran seni dan keterampilan cenderung monoton dan
kurang mampu merangsang kreativitas siswa secara maksimal. Teknik Paper Quilling—yaitu seni menggulung dan
membentuk kertas menjadi karya dekoratif—dipilih sebagai solusi alternatif karena sifatnya yang sederhana, hemat
biaya, dan efektif dalam mengembangkan kreativitas serta keterampilan motorik halus. Beberapa masalah utama yang
ditemukan antara lain rendahnya penggunaan media seni dalam proses belajar, kurangnya pemahaman guru terhadap
teknik Paper Quilling, serta terbatasnya pelatihan yang berfokus pada keterampilan praktis. Kegiatan pelatihan
dilakukan dengan pendekatan partisipatif, mencakup penyampaian materi, demonstrasi teknik dasar, praktik langsung,
dan evaluasi hasil karya. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa para guru mampu menguasai teknik dasar Paper
Quilling dan mulai mengintegrasikannya dalam pembelajaran seni di kelas. Selain itu, pelatihan ini turut
meningkatkan kreativitas, ketelitian, dan keterampilan motorik halus guru, yang berpotensi ditularkan kepada siswa.
Sebagai kesimpulan, pelatihan Paper Quilling terbukti menjadi media yang efektif untuk meningkatkan kreativitas
guru dan memperkaya metode pembelajaran seni di tingkat sekolah dasar. Disarankan agar kegiatan ini dilanjutkan
dengan pelatihan lanjutan serta pendampingan dalam penerapan hasil pelatihan agar manfaatnya dapat dirasakan
secara berkelanjutan dan terukur.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/
Referensi
Ananda, R., Nurpadila, Putri, D. K., & Putri, Z. J. (2023). Analisis Keterampilan Profesional Guru dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Sekolah Dasar. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6638 - 6646.
Artha, D. J., Sitompul, D. N., & MD, P. P. (2020). Pelatihan Usaha Quilling Paper Bagi Guru Dalam Rangka Meningkatkan Sumber Daya Manusia Unggul dan Kreatif . PRODIKMAS: Jurnal Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 15 - 21.
Jalmav, S. E., Abarua, H., & Lokollo, L. J. (2025). Perkembangan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggunting dan Menempel Dengan Kertas Paper Quilling Sesuai Pola Gambar di TK Tabitha 1 Benteng Kelurahan Benteng Kota Ambon. PENDAS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 311 - 321.
Mea, F. (2024). Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Melalui Kreativitas dan inovasi Guru Dalam Menciptakan Kelas Yang Dinamis. Inculco Journal of Christian Education, 4(3), 252 -275.
Menda, A. S. (2019). Pengembangan Kreativitas Siswa. Medan: Guepedia,com.
Nuriana, M. A., Agustini, D., Sanusi, M. I., & Setiawan, I. (2024). Peningkatan Usaha Masyarakat Dengan Pelatihan Paper Quilling di Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri. Al Basirah Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 100 - 109.
Ritonga, A. A., Lubis, Y. W., Masitha, S., & Harahap, C. P. (2022). Program Sekolah Penggerak Sebagai Inovasi Meningkatkan Kualitas Pendidikan di SD Negeri 104267 Pegajahan. Jurnal Pendidikan, 31(2) 195 - 206. https://doi.org/10.32585/jp.v31i2.2637
Supriadi, D. (2017). Implementasi Manajemen Inovasi dan Kreatifitas Guru dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran. IJEMAR: Indonesian Journal of Education Management & Administration Review, 1(2), 125 - 132.
Utami, E. L., Mulyadiprana, A., & Saputra, E. R. (2023). Peran Program Kampus Mengajar Angkatan 5 dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar. Edu Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 3(2), 302 - 312. https://doi.org/10.47709/educendikia.v3i02.2550
Widyaningrum, R. (2018). Analisis Kebutuhan Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Etnosains Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA dan Menanamkan Nilai Kearifan Lokal Siswa Sekolah Dasar. Widya Wacana, 13(2), 26 - 32. https://doi.org/10.33061/ww.v13i2.2257